Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Hubungan Seksual Suami Istri Dalam Islam

Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor..

Apakah Jilbaku Jilbab Syar'i

Subhanallah jilbab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul. Jilbab itu ‘iffah (kemuliaan). Jilbab itu kesucian. Jilbab itu pelindung. Jilbab itu taqwa. Jilbab itu iman. Jilbab itu haya’ (rasa malu)..

Menghafal Al-Quran Ala Maroko

Menghafal alqu’ran, saya yakin semua umat muslim ingin menghafal al-qu’an, sebab al-quran merupakan mukjizat penutup para nabi dan Rosul yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan merupan petunjuk untuk umat muslim, dan untuk semua manusia, berbagai alasan yang ada sehingga kebanyakan of the moslem hanya terucap dibibir namun sulit terlaksana..

Wanita Idaman Ikhwan

Ikhwan yang bersipat insani tentunya mengidam-idamkan wanita, yang bakal memperkokoh keimanan kepada Allah SWT. seiring berkerbangnya roda era globalisasi maka tentunya untuk menemukan wanita yang benar-benar sholehah mungkin sudah sangat sulit atau jarang.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Maroko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maroko. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

DUBES RI Menghadiri MUBES PPI Maroko



Pagi begitu cerah di bumi kerajaan Maroko, dalam kesempatan ini suana sangat hangat ketika Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko menggelar Musyawarah Besar (MUBES). Harapan yang tinggi hadir dalam jiwa untuk kemajuan Pelajar/Mahasiswa di Maroko serta di Luar Negeri secara umum.

Hubungan erat antara PPI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) selalu terjalin, sehinggga program-program yang telah dirilis oleh para pengurus dapat terlaksana, walaupun belum maksimal, olehnya dalam MUBES ini  para mahasiswa senantiasa bermusyawarah agar budaya-budaya Indonesia semakin dikenal melalui program PPI Maroko.

Rasa gembira menghampiri para peserta MUBES karena Duta Besar Republik Indonesia Bapak H. Tosari Widjaja ikut hadir dalam acara ini, sekaligus membuka secara resmi acara ini. Keberhasilan sebuah organisai adalah bentuk dari sebuah kerjasama, “kami KBRI mengucapkan terima kasih banyak atas kerjasamanya selama ini, kita semua adalah Duta Bangsa yang membawa misi Nasioal”, ujar Duta Besar RI Bapak H. Tosari Widjaja dalam sambutannya pada acara pembukaan MUBES.

Setelah pelaksanaan MUBES XV pada tanggal 4 september 2012, maka tepat pada hari jumat 7 september 2012 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko melantik pengurus baru masa bakti 2012-2013 di ruang serba guna KBRI Rabat. 

Pelantikan dilakukan setelah ketua domisioner, H. Ahmad Shohibul Muttaqin, Lc menyerahkan jabatannya secara simbolis kepada ketua terpilih H. Habib Chairul Musta’in, Lc dengan disaksikan oleh Dubes RI untuk Kerajaan Maroko Bpk. H. Tosari Widjaja, Home dan Lokal Staf KBRI Rabat, Anggota PPI dan tamu undangan.

Dalam sambutan, ketua terpilih mengatakan "PPI ibarat sebuah kapal yang akan berlayar menuju dermaga, tentunya ia akan menghadapi banyak ombak besar bahkan badai petir sekalipun, namun itu semua akan mudah dilewatinya jika seluruh awak kapal mampu bersatu dan mau bekerja sama dengan penuh rasa tanggungjawab yang tinggi, kerja sama antar Pengurus, Anggota dan KBRI Rabat".

Ada satu hal yang menarik yang bisa diambil pelajran bahwa dalam sebuah kepemimpinan ibarat sholat berjamaah, ada imam dan makmum, dimana makmum harus mengikuti imam serta makmum tidak boleh mendahului imam.  
Walau demikian tidak berarti seorang imam tidak boleh ditegur bahkan dalam sholat jamaah ketika imam melakukan kelalaian maka makmum segera menegurnya dengan bacaan subhanallah. Itulah filsafah sholat jama’ah untuk seorang pemimpin walau memimpin banyak orang tapi harus mendengar saran dan kritik dari  para anggota/rakyat”, ujar ketua PPI terpilih  H. Habib Choirul Musta’in Lc, dalam sambutannya.
                                                          Bergaya dulu:

 By: Sukmahadi (Pengurus PPI Maroko).

Jumat, 31 Agustus 2012

Menuju Musyawarah Besar PPI Maroko



Perhimpunan Pelajar Indonesia di Maroko yang sering disingkat menjadi PPI adalah sebuah Organisasi Mahasiswa Indonesia yang berada di Afrika Utara tepatnya di Negara Maroko. Nama Indonesia selalu mendapat tempat istimewa di Maroko, itu semua berkat pahlawan dan sang revolusi dunia Ir. Soekarno. Berkat hubungan bilateral yang diprakarsai oleh Priseden Soekarno dengan Raja Maroko Mohammed V, maka Indonesia dianggap menjadi Addaulah Assyaqiqah (bersaudara) bagi Maroko. 

Diantaranya bagi warga Negara Indonesia mendapat dispensasi bebas visa selama 90 hari atau tiga bulan di Maroko. Selain itu pemerintah Maroko dan Indonesia telah menjalin kerjasama dalam berbagai bidang diantaranya bidang Pendidikan, maka tak heran jika banyak hal yang berbau Indonesia di Maroko, seperti Masjid Indonesia di Kota Kenitra, Jalan Soekarno di Kota Rabat, serta  Jalan Jakarta.

Berangkat dari semua itu maka PPI Maroko akan melaksanakan Musyawarah Besar (MUBES) dengan Tema “Membangun Karakter Pemimpin Menuju PPI yang Dinamis dan Harmonis” ,Tak ada tujuan dan niat mulia melainkan mengharumkan nama baik Indonesia serta melanjutkan semangat juang  Presiden Soekarno di Maroko dalam mempererat hubungan bilateral kedua Negara tersebut.

Dengan harapan yang besar PPI Maroko akan selalu menjunjung tinggi Nasionalisme di Negeri terbenamnya matahari ini. Olehnya PPI Maroko telah menyusun beberapa program yang nantinya akan dibahas dalam forum tersebut dan selajutnya akan direalisasikan.  

Telah dijadwalkan bahwa MUBES yang ke – 15 ini akan berlangsung pada tanggal 4 September 2012 di Gedung Institut Pos dan Telekomunikasi Nasional (INPT) Rabat. Dalam kesempatan kali ini acara MUBES akan dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko Bapak H. Tosari Widjaja, serta akan dihadiri oleh Ketua Asosiasi Kerjasama Indonesia Maroko (ASMIB), Direktur Institut Pos dan Telekomunikasi Nasional Maroko, Perwakilan Agen Kerjasama Internasional Maroko (AMCI), serta delegasi Mahasiswa Thailand, Malaysia dan Bangladesh. 

Sebuah tekad yang tinggi dari jiwa Pelajar/Mahasiswa Indonesia di Maroko, tak mengenal lelah akan maju terus, agar hubungan bilateral kedua Negara ini tetap terjaga dengan baik dan bisa ditingkatkan. 


Penulis Sukmahadi.
(Sie. Publikasi MUBES PPI Maroko).

Minggu, 12 Agustus 2012

Suasana Sholat Taraweh di Negeri Seribu Benteng


Negeri Seribu benteng, ketika mendengar kalimat ini pastinya akan tertuju ke Benua Afrika Utara, tepatnya di Kerajaan Maroko. Yah Maroko, sebuah Negara Islam yang menggunakan bahasa arab layaknya Negara arab pada umumnya. Namun selain bahasa arab Negara ini juga menggunakan bahasa prancis, maklum Negara ini pernah dijajah oleh tentara prancis dan merdeka dari jajahan Prancis.

Kali ini saya akan mengajak pembaca untuk menyimak sejenak suasana Sholat taraweh di Negeri terbenamnya matahari ini. Tentunya sebagai muslimin yang menetap di Republik Indonesia haus akan informasi sholat taraweh di luar Negeri.

Ada hal menarik jika dibandingkan sholat taraweh yang dilaksanakan kaum muslimin di bumi pertiwi. Sebagaimana  yang diketahui bahwa maroko menganut mahzhab maliki dan muslimin Indonesia menganut mahzhan syafii. Namun hal itu tak jadi masalah, sekilas pelaksanaan taraweh di sini tak jauh beda dengan sholat taraweh yang ada di Indonesia, mulai dari takbir sampai salam.

Namun hal itu akan menjadi menarik ketika jumlah rakaat dan waktu pelaksanaan taraweh agak berbeda dengan taraweh pada umumnya di Indonesia. Pertama kali  saya menginjakkan kaki di Negeri Seribu benteng ini, seketika aku terkejut melihat suasana disini, taman-taman kadang dihiasi umat muslim yang sedang sholat, pemandangan ini sudah menjadi hal biasa di Negeri ini.

Sholat taraweh di Maroko  bermacam-macam, ada yang sholat sampai 16 rakaat ada juga yang sampai sholat 20 rakaat. Mungkin agak berbeda dengan indoneisa, dimana hanya melaksanakan sholat 8 atau 20 rakaat. Nah ini baru sekedar jumlah rakaat, banyak lagi hal menarik yang mungkin bisa mejadi bahan informasi buwat kita semua.

Untuk pelaksanaan taraweh itu sendiri, disini lebih menarik lagi. Para muslimin di Maroko menunggu adzan maghrib lalu kemudian mebatalkan puasa dengan sebiji kurma dan segelas air, lalu dilanjutkan sholat maghrib secara berjamaah. Untuk mengisi perut yang seharian tak terisi mereka kembali ke rumah masing-masing.
Setelah menikmati buka puasa bersama sanat family, tibalah saatnya untuk menuju masjid dengat niat sholat isya dan sholat taraweh. Dalam pelakasanann sholat taraweh setelah isya ada masjid yang melaksanakan taraweh dengan jumlah 10 rakaat. Dan ada Juga masjid yang melaksanakan taraweh dengan jumlah 8 rakaat.

Namun tak hanya sampai disitu, sebelum tibah waktu sholat shubuh tepatnya jam 3 shubuh, para jamaah tarweh kembali mendatangi masjid untuk menambah jumlah rakaat taraweh, ada masjid yang menambah hingga 20 rakaat ada juga yang menambah higga 16 rakaat. 

Jika teraweh setelah isya jumlahnya 8 rakaat maka jam 3 shubuh, jamaah bergagas ke masjid untuk menambah tarweh  8 rakaat maka jumlah total 16 rakaat. Jika teraweh setelah isya jumlahnya 10 rakaat maka jam 3 shubuh jamaah bergagas ke masjid untuk menambah  tarweh 10 rakaat maka jumlah total 20 rakaat. Lalu ditutup dengan witir dan Sholat shubuh. Namun sebelum menuju masjid pada jam 3 Shubuh, tentunya sudah menikmati sahur di rumah masing-masing. 

Itulah sekelumit seputar ramadhan di negeri seribu benteng, semoga Allah SWT menjadika kita semua mukmin yang sejati, berpuasa dan beribadah ‘’Imanan wahtisaban” beribadah senantiasa berniat karena Allah, mengharap ridho Allah.

Sukmahadi .
Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko Afika Utara. Jurusan Studi Islam.
Pengurus PPI Maroko, Depart. SDI dan Keilmuan.






Selasa, 03 Juli 2012

Studi di Negeri Seribu Benteng Maroko

        Sukmahadi.  Bersama Syekh Tahfihz Quran Di Kota Fes, Maroko

Negeri seribu benteng, itulah sebutan yang sering kita dengar dari orang-orang yang pernah berkunjung ke Maroko. Namun disamping itu negeri ini kadang pula disebut Negeri Maghribi, atau Negeri tempat terbenamnya matahari. Disebut negeri seribu benteng karena disetiap sudut –sudut kota, bahkan rumah-rumah penduduk yang bernuansa tradsioanal sampai modrn terdapat benteng mengelilingi kota dan desa.
Ada banyak hal yang menarik bagi penulis. Untuk penuntut ilmu atau pelajar, menuntut  ilmu di negeri ini sagatlah menarik dan indah, disamping bisa  memperdalam bahasa arab bisa pula  menikmati wisatanya serta bisa memperdalam bahasa prancis, sebab bahasa keseharian Negara Maroko adalah bahasa prancis dan arab. Maka tak heran jika setiap surat menyurat walaupun hanya selembar tapi tetap saja menggunakan dua bahasa. 
 Bahkan tak jarang kita jumpai warga negara maghribi masih kakuh menggunakan bahasa arab, dia lebih cendrung menggunakan bahasa prancis tapi tidak semua demikian, bahasa arab lebih sering digunakan dalam berkomunikasi di forum formal dan informal. Bahkan bahasa pengantar mata kuliah, jika mata kuliah tersebut bersifat umum maka harus menggunakan bahasa prancis, jika bersifat kajian islam maka harus menggunakan bahasa arab. Ada beberapa hal yang menarik lagi di negeri ini, yang bisa menjadi daya tarik untuk berkunjung dan belajar:

Universitas Al-Karaouine, Universitas Tertua di Dunia.

Universitas ini terletak di Fes, Maroko. Awalnya, universitas ini adalah sebuah masjid yang didirikan pada tahun 859 M oleh seorang wanita bernama Fatima al-Fihri. Pada perjalanannya, berkembang menjadi salah satu universitas terkemuka untuk bidang ilmu alam. Kemudian, pada tahun 1957, berkembang dengan dilengkapi bidang ilmu matematika, fisika, kimia, dan bahasa asing.

Universitas ini pun mendapat rekor sebagai universitas tertua dari Guinness Book of World Records. Menurut sejarah, universirtas ini lebih tua daripada Univ. Al-azhar cairo, Univ. Al-Nizamiyyah di Baghdad, Univ. Universitas Bologna, Universitas Paris Universitas Oxford dan Univ. Az-zaitun Di Tunis. Maka tak heran jika penulis memilih study di kota fes, karena fes merupakan kota pelajar, kota budaya, dan kota ulama di maroko. 

Namun saya tak terdafdar di Univ. Al-Karaouine, melainkan terdafatar di Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah 30 menit dari kampus Karaouine. Keterangan lebih lanjut tentang Univ. ini baca kompas (10 Univ. Tertua di Dunia) maka Univ. Ini berada pada urutan pertama dan senada dengan mata kuliah yang penulis pelajari tentang sejarah berdirinya Universitas ini. Maka tak heran jika ada waktu senggang mahasiswa indonesia yang belajar di fes, kadang ikut talaqqi (belajar) pada syekh-syekh Kampus Kurawiyyin (Sebutan kampus ini dalam bahas indonesia) .

Berziarah, Ke Makam Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Dunia.

 Jika menggali sejarah islam, maka akan kita temukan tokoh sang penjelaja dunia asal Maroko. Ibnu Batutah adalah tokoh muslim asal Maroko yang lahir tahun 1304 M dan suka melakukan pengembaraan ke berbagai penjuru dunia. Ibnu batutah menjelajah mulai dari Afrika, Arab, Eropa, Asia tengah, India, Indonesia Hingga Sampai ke China. Di Indonesia Ibnu Batutah pernah singgah di Sumatera. Walau  menjelajah ke berbagai belahan dunia ahirnya sang penjelajah kembali ke kota asalnya yaitu tanger, maroko. Dan di kota inilah makam ibnu batutah bisa kita temukan.

Tarekat Tijani.

Terekat  tijani merupakan  terekat  yang sangat masyhur di kalangan kaum sufiyun di seluruh dunia. Maka tak heran jika para pengikut  tarekat  tijani selalu datang dari berbagai penjuru dunia untuk mengunjungi  makam pendiri  tarekat tijani yang ada di kota fes, Syekh Ahmad Tijani. Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Syekh Ahmad Al-Tijani. Ia dilahirkan pada tahun 1150 H (1737 M) di 'Ain Madi, sebuah desa di Aljazair. Syekh Tijani memiliki nasab sampai kepada Rasulullah SAW, yakni dari Sayyidah Fatimah Al-Zahra, putri Rasulullah SAW dan makam beliau ada di kota fes Maroko.

Itulah sebagian kecil yang bisa terukir dalam goresan ini, sebenarnya masih banyak lagi yang bisa diukirkan. Diantaranya Pengarang kitab jurumiyah, yang menjadi rujukan wajib para santri pondok pesantren di indoneisa ternyata berasal dari kota fes, Maroko. Sekitar lima jam dari kota fes, terdapat makam pengarang kitab dalailul khaerat yang dikarang oleh Muhammad bin Sulaiman al-Juzuli, kitab ini telah tersebar di berbagai negrara bahkan dunia. Dan makam  syekh Al-jazuli bisa kita jumpai di kota Marakkesy sekitar 5 jam dari kota fes, Maroko. Ditambah lagi saat musim dingin tibah salju putih pun ikut menghiasai kota Ifrane, dimana kota ini bernuansa eropa dan bisa menikmati berbagai permainan di atas salju.

Walaupun kota fes merupakan kota budaya, kota ulama, dan terdapat berbagai macam hal yang mengandung sejarah, namun di maroko mahasiswa Indonesia tersebar di berbagai kota, seperti Marakkesh, Kenitra, Rabat dll. Di setiap kota terdapat pula nilai dan sejarah serta keistimewaan tertentu.

Teruntuk putra-putri Indonesia, Negeri seribu benteng menanti kedatanganmu untuk menuntut ilmu di Nengeri ini. Sekedar informasi bahwa pemerintah Maroko telah membuka 15 orang kouta beasiswa setiap tahunya untuk putra-putri Indonesia. Dan teruntuk Seluruh waraga RI, berkat hubungan bilateral antara Indonesia-maroko yang diprakarsai oleh Presiden Pertama RI. Ir. Soekarno, maka untuk warga indoneisa bebas visa selam 3 bulan di maroko. Jadi untuk berwisata adalah hal mudah tanpa harus menggunakan visa. Olehnya tak heran jika di maroko terdapat jalan bernuansa indoneia seperti jalan Soekarno, dan masjid Indonesia di Kota kenitra. Indonesia pun tak mau kalah maka jalan Casablanca telah hadir di ibu kota Indonesia, jakarta. Casablanca merupakan kota yang terletak di maroko, dan merupakan kota bisnis di maroko, di kota inilah terdapat masjid hasan II, masjid terbesar ke-tiga di dunia setelah masjid haram di mekah dan masjid nabawi di madinah.
        
By. Sukmahadi(Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko. Afrika ).
                     Email: afikrihaditomandar@yahoo.com

Kamis, 28 Juni 2012

Tarekat Tijaniyah, Kota Fes, Maroko


Tarekat ataupaun cara, atau jalan. Jika didefinisikan maka akan berarti bahwa tarekat dalam islam adalah jalan atau wadah dimana dengan wadah tersebut seorang hamba bisa beribadah kepada Allah dengan khusu,. Salah satu terekar yang telah masyhur di dunia adalah terakat tijani, yang bermarkas di Kota fes, Maroko Afrika Utara. Sekaligus kota fes merupakn kota budaya, kota pelajar, kota ulama di maroko, maka tak heran di kota inilah penulis menimbah ilmu. Tepatnya di Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko. Afrika. Namun kali ini saya nyatakan bahwa penulis hanya fokus study, belum ingin terlibat dalam tarekat apapun.

Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Syekh Ahmad Al-Tijani. Ia dilahirkan pada tahun 1150 H (1737 M) di 'Ain Madi, sebuah desa di Aljazair.
Syekh Tijani memiliki nasab sampai kepada Rasulullah SAW, yakni dari Sayyidah Fatimah Al-Zahra, putri Rasulullah SAW.

Nama lengkapnya adalah Abu Al-Abbas Ahmad Ibn Muhammad Ibn Mukhtar Ibn Ahmad Ibn Muhammad Ibn Salam Ibn Abi Al-Id Ibn Salim Ibn Ahmad Al-'Alawi Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Abbas Ibn Abd Jabbar Ibn Idris Ibn Ishak Ibn Zainal Abidin Ibn Ahmad Ibn Muhammad Al-Nafs Al-Zakiyyah Ibn Abdullah Al-Kamil Ibbn Hasan Al-Musana Ibn Hasan Al-Sibti Ibn Ali Ibn Abi Thalib.

Ia meninggal dunia pada hari Kamis, tanggal 17 Syawal tahun 1230 H, dan dimakamkan di Kota Fez, Maroko. Sejak kecil, Syekh Ahmad Al-Tijani telah mempelajari berbagai cabang ilmu, seperti ilmu usul, fikih, dan sastra. Menginjak usia tujuh tahun, ia sudah hafal Alquran.

 Dikisahkan, saat usianya masih remaja, Syekh Ahmad Al-Tijani telah menguasai dengan mahir berbagai cabang ilmu agama Islam sehingga pada usia di bawah 20 tahun, ia sudah mengajar dan memberi fatwa tentang berbagai masalah agama.
Pada usia 21 tahun, tepatnya di tahun 1171 H, Syekh Ahmad Al-Tijani pindah ke Kota Fez, Maroko, untuk memperdalam ilmu tasawuf.

Selama di kota ini, ia menekuni ilmu tasawuf melalui kitab Futuhat Al-Makiyyah di bawah bimbingan Al-Tayyib Ibn Muhammad Al-Yamhalidan Muhammad Ibn Al-Hasan Al-Wanjali. Al-Wanjali berkata kepada Syekh Tijani, ''Engkau akan mencapai maqam kewalian sebagaimana maqam Al-Syazili (pendiri tarekat Syadziliyah-Red).'

Selanjutnya, Syekh Al-Tijani berguru pada Syekh Abdullah Ibn Arabi Al-Andalusia. Syekh Abdullah berkata padanya, ''Semoga Allah membimbingmu.'' Kata-kata ini diulang sampai tiga kali. Itulah sebabnya para pengikut tarekat tijani selalu datang berziarah ke makan syekh Ahmad Tijani, mereka berasal dari penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Kota Fes. 28 Juni 2012.

                                      Foto Pengunjung terekat tijaniyah, Asal Afrika.

By Sukmahadi (Penulis. Mahasiswa Indonesia di Univ. Sidi Mahammed Ben Abdelah, Maroko, Afrika Utara.) Email: afikrihaditomandar@yahoo.com


Sabtu, 16 Juni 2012

Sinopsis: Resensi Novel "Ouhibbouki, Areta''


Berbekal akan  kepedulian terhadap pendidikan islami di Indonesia,  penulis melakukan observasi mengenai kurangnya sosialisasi terhadap pendidikan islam, dimana masih banyak kekeliruan dan ketidakfahaman terhadap tradisi dan modernisasi pendidikan islam menuju milenium baru. Padahal, pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.

Kajian pendidikan islam nampaknya termasuk kedalam bidang yang belum tergarap secara serius dalam studi islam secara keseluruhan. Karena relatif langkanya kajian-kajian serius mengenai kependidikan islam ini, dapat dipahami bahwa pemikiran kependidikan islam juga tidak berkembang sebagaimana mestinya.

Salah satu bukti konkrit adalah, ketika kerajaan Maroko yang hingga kini memberikan jatah 15 kursi beasiswa untuk pelajar di Indonesia setiap tahunnya, masih saja tidak terisi dengan sempurna. Padahal ada begitu banyak pemikir-pemikir berkaliber internasional jebolan beberapa Universitas di Maroko yang beberapa kitabnya digunakan di seluruh pesantren di Indonesia, contohnya seperti Al-Jabiri dengan pemikiran kritik nalar nya, Salim Yasfut dengan pemikiran Epistemologinya, Abdul Majid As-Sugair dengan pemikiran relasi kekuasaan VS pengetahuan, Muhammad Sabilla dengan pemikiran modernitasnya, Abdussalam Benabdelali dengan pemikiran filsafat kontemporernya, Abdullah Ar-rawi dengan pemikiran sejarahnya, Taha Abdurrahman dengan pemikiran filsafat bahasa dan akhlak, dan lain sebagainya.

Novel “Ouhibouki, Areta” (dibaca : Uhibuki, Areta ) ini, dimana memiliki makna “Aku mencintaimu, Areta” dalam bahasa Darijah Arabia, bahasa sehari-hari rakyat Maroko, merupakan sebuah novel yang mengangkat dan mensosialisasikan pendidikan islam, juga persahabatan antara Indonesia dan Maroko yang sudah terjalin selama setengah abad lamanya. Ada banyak kisah yang sudah terjalin selama menjadi “Akh Shaqiq”atau sebutan Maroko untuk Indonesia, yaitu saudara kandung.

Novel yang mengambil setting di negeri Al-Maghribiyah ini,  tak hanya mengupas ke-eksotikan setiap sudut Maroko dengan sebutan negeri matahari terbenam, yang memiliki bermacam pancang kuat yang mendeskripsikan betapa agungnya setiap sudut sudut kota di negeri seribu benteng ini. Tetapi juga memuat perjuangan dua insan manusia yang berjuang untuk lebih mempererat tali persaudaraan dua negara dan menjadi motivasi para pelajar di Indonesia untuk berjuang dan membangkitkan semangat negeri dalam rangka memperbaiki citra islam di mata dunia.

            Asyam Bahiir, adalah seorang pengajar di Pesantren Tawalib Putra Padang Panjang, yang lulus seleksi beasiswa S2 di Universitas Mohammad V-Rabat, ibukota Morocco. Ia terkenal sebagai seorang laki-laki yang sangat cerdas dan mempunyai cita-cita luhur, ingin membawa bekal dakwah sesuai dengan obsesinya yang begitu besar yaitu berdakwah membawa kecerdasan intelektual, berkiblat pada ajaran ajaran para pemikir  berkaliber Internasional, jebolan negeri seribu benteng yang disebut juga sebagai negeri matahari terbenam, yaitu Morocco

            Asyam sangat mengagumi Nisrina, seorang wanita yang sangat tegar ketika di tempa ujian berat bertubi-tubi dan membuat hidupnya berantakan. Kekagumannya itu membuatnya ingin menikahi Nisrina, agar supaya ia dapat melindungi wanita itu dari luka dalam kehidupannya. Namun ujian yang dihadapi Nisrina memang tak henti-henti. Menjelang pernikahannya dengan Asyam pun, Allah menguji mereka dengan sebuah takdir yang tak dapat dielakkan. Dari itulah Asyam menganggap bahwa cinta adalah sesuatu yang tak harus di agung-agungkan, karena cinta belum tentu membawa manfaat.

            Prestasi dan karir Asyam yang gemilang di negeri seribu benteng itu, tak lepas dari support Areta, wanita berdarah asli Maroko dan Indonesia, yang juga menerima beasiswa S2 untuk memperdalam ilmu Islam di negerinya sendiri, negeri Al-Maghribiyah. Bersama Areta, Asyam seperti menemukan oase yang berbeda dari seorang Nisrina. Areta yang sangat cerdas, lantang ketika berbicara serta bahasa tubuhnya yang mengagumkan, membuat Asyam memiliki perasaan berbeda yang tak ia sadari. Asyam masih saja menganggap bahwa cinta adalah sesuatu yang dilarang agama. Maka dari itu, ia selalu menepis perasaannya.

            Hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko semakin baik dengan munculnya gagasan-gagasan penting dari seorang Asyam dan Areta. Perlahan, kursi yang disediakan negara Maroko untuk memberikan jatah beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, kian menunjukan perkembangan yang baik. Begitu juga pertukaran budaya yang di galakkan oleh Asyam. Banyak dari masyarakat Maroko yang akhirnya menyambut suka cita terhadap seni kebudayaan negara Indonesia. Asyam pun menjadi tokoh yang di kagumi para petinggi kerajaan Maroko dan juga mahasiswa, khususnya mahasiswa Indonesia yang berada di Maroko.

            Hingga akhirnya takdir berbicara lain, banyak hal yang terjadi di luar dugaan dan kehendak manusia. Ketika Asyam menyadari bahwa ternyata cinta itu tak dilarang syariatnya dalam agama, selama tidak melanggar hukum Allah, maka Asyam mulai merasakan dilemma cukup hebat, antara fokus terhadap pendidikan dan karirnya, juga cinta yang tak kunjung hilang, membuat imannya serasa di koyak-koyak. Disinilah pergulatan hati Asyam yang sangat hebat. Pesona Areta dan kesempatan untuk selalu bersamanya, sempat melululantahkannya. Namun karena kekuatan hatinya, Asyam tetap memilih untuk mendedikasikan dirinya dan kembali ke negerinya Indonesia, lalu meninggalkan Areta.

            Ketika segala sesuatu tidak sesuai kehendak manusia, maka Qada dan Qadr lah yang memiliki andil untuk membuat manusia bisa menerima hidup sesuai kehendak sang illahi. Cinta yang tarjadi didalam novel ini pun, merupakan ungkapan hati dari Asyam Bahiir dan Areta yang memang sama-sama mengagumi seorang pujangga asal Cordoba. Cinta tidak dilarang syariatnya dalam agama. Cinta adalah urusan hati, dan hati adalah urusan illahi...
     Dapatkan kisah selengkapnya hanya dengan memiliki novel "Ouhibouki Areta". Tu lagi Ngantri...he he...

         ini Foto Penulis Novelnya:.........
Pemilik Blog Adalah Mahasiswa Indonesia di Maroko, Afrika Utara.
Email: afikrihaditomandar@yahoo.com

Sumber: Kawan di Maroko yang juga terlibat dalam penulisan novel ini
http://el-hilaly.blogspot.com

Senin, 11 Juni 2012

Peluncuruan Novel “Ouhibouki…Areta” *: Sajian imajinasi penuh sensasi.


Kurang dari seminggu lalu, facebookku di tag seorang sahabat di dunia maya ini. Melalui tautan media jejaring sosial yang marak ini persahabatan kita bisa semakin luas dan cepat. Tanpa mengenalnya terlebih dahulu secara dekat, sahabatku mengirimkan invitation  launching  novel “Ouhibouki…Areta.” Terus terang saja, aku belum sepenuhnya mengerti apa yang menarik dalam undangan tersebut. Akhir minggu ini seharusnya aku berada di luar kota tetapi karena satu hal, aku tak bisa memenuhi undangan pernikahan salah seorang kerabat dekat. Singkatnya, ternyata aku lebih di takdir kan untuk hadir di sebuah acara peluncuran novel di bilangan daerah bisnis di Kemang, Jakarta Selatan.

Dalam invitation tersebut disebutkan lokasi yang berlabel Bobby D’s restaurant and bar di lantai 1 The Mansion Shopping Arcade Kemang. Meski tak tepat pukul dua siang, acara peluncuran novel pun dimulai. Dengan dipandu seorang pembawa acara salah seorang personil P. Project, Away, yang berpenampilan mirip seperti A’a Gym cukup mampu memulai acara dengan santai dan penuh canda tawa. Entah disengaja atau tidak, acara hingga akhir pun berjalan penuh keceriaan.

Menempati sebuah restauran yang tidak terlalu luas namun cukup menampung para undangan yang berkisar sekitar mendekati angka seratus orang, acara ini mungkin cukup dibilang sukses bila dipandang dari penuhnya ruangan. Para undangan yang teridri dari beragam usia dan pihak seperti pihak keluarga, kerabat dan handai taulan penulis, sahabat-sahabat, serta para pihak pendukung terbitnya novel ini seperti pihak penerbit, wartawan dari beberapa media juga tampak hadir. 

Setelah dibuka dengan pembacaan doa bersama, acara terus bergulir dengan sambutan dari pihak penerbit yaitu Indie Publishing, kemudian penulisnya Risma el Jundi. Pihak penerbit yang langsung dihadiri oleh pimpinannya, Kang Dhani menjelaskan beberapa latarbelakang mengapa novel ini begitu menarik dirinya. Dalam paparannya yang singkat beliau mengatakan, selain instinct business yang menjadi pertimbangan bahwa novel ini akan sukses dalam debut penjualananya, novel ini begitu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan novel-novel yang sudah ada. Novel Ouhibouki…Aretaini begitu unik kehadirannya karena merupakan novel islami pertama yang disertai dengan original soundtrack. Tentu ini akan menjadi daya tarik tersendiri selain tema yang diusungnya yaitu tema pendidikan, kebudayaan dan persahabatan antara Indonesia dan Maroko yang dibumbui kisah cinta ala pujangga Cordoba.

Penulis novel ini, yang bernama asli Rismawanniati, berprofesi sebagai seorang istri dan ibu dari seorang putra, berkelahiran di Jakarta, berterus terang tentang dirinya ketika mendapat giliran memberikan sepatah dua patah kata dalam acara ini. Ia mengakui bahwa dirinya hanyalah penulis pemula yang beberapa tahun terakhir ini begitu menggemari dunia tulis menulis sambil menjalankan kewajiban sehari-harinya. Waktu luang dalam mengurus rumah tangga terasa berharganya jika terbuang begitu saja secara percuma. Maka ketika ada kesempatan menulis, beliau selalu menyempatkan dirinya untuk terus melatih dan memasihkan kemampuan menulisnya. Beberapa buku antologinya pun telah terbit mengawali karir kepenulisannya. Dan novel ini merupakan naskah yang ditulis dan dibuat dengan segala keterbatasannya ketika dirinya tertarik untuk mengikuti lomba menulis novel islami di salah satu harian ibukota. Dari naskah yang mencapai lima ratus buah, naskah dirinya mampu lolos seleksi hingga masuk 25 besar.

Minggu demi minggu menjadi begitu menegangkan ketika menunggu pengumuman tahap seleksi selanjutnya.  Namun sayang  Dewi Fortuna belum berpihak kepadanya, ternyata naskah ini harus tertahan sampai di 25 besar saja. Hubungan dan pergaulan yang luas akhirnya membawa Risma dengan semangat yang tak pernah padam ini tersulut kembali. Doa dan tahajudnya ternyata memberikan jalan yang tak terduga dari Sang Maha Mendengar. Pertemuan dengan Indie Publishing kembali menggelorakan semangatnya. Pucuk dicinta ulam tiba. Selain keluarga dan kerabat dekatnya yang sangat mendukung agar tulisan novelnya tersebut bisa diterbitkan dengan segala kemampuan yang serba terbatas. Hampir saja Risma tak sanggup meneruskan cerita karena suara dari dalam tenggorokan begitu serak saking terharunya menceritakan proses perjalanan dan perjuangannya dalam membuat dan menyelesaikan novel ini.

Ditengah-tengah acara, hadirin disuguhkan sebuah original soundtrack novel yang merupakan alunan sangat khas dari irama seperti perpaduan musik dari daerah timur tengah dan afrika, alunan musik yang dibawakan oleh Papa Romantic. Kehadiran musik ini ternyata tidak hanya dalam acara launchingnya saja, melainkan benar nyata bahwa lagu tersebut diciptakan sebagai soundtrack novel. Seorang vokalis, yang biasa dikenal dengan panggilan A’a Ogest Yogaswara menyampaikan bahwa beberapa lagu dan aransemen yang diciptakannya memang benar-benar terinspirasi dari kisah dalam novel ini.

Sang vokalis, Ogest menjadi sosok yang begitu menginspiratif bagi yang mengenal dan mengetahui kondisinya. Meski beliau memiliki keterbatasan fisik, sudah tak mampu berdiri sempurna dengan kedua kakinya sehingga memaksa duduk di kursi roda, dan hanya mampu menggerakkan tangan sebelah kiri, keterbatasan nafas, sekitar 20% dari nafas normal, ia mampu menghipnotis hadirin dengan olah vokalnya yang menarik. Selain vokal, ia pun termasuk song writer dari beberapa lagu yang sengaja dipersembahkan dalam bentuk kepingan CD menjadi satu paket karya seni ini. So…pembaca novel ini nantinya akan begitu dimanjakan dengan  menikmati sajian sebuah imajinasi penuh dengan sensasi.

Novel Ouhibouki…Areta, meski ditulis oleh seorang penulis pemula tampaknya tidak dapat disepelekan dari segi ide dan kreatifitasnya. Tentu bukan sekedar latah dan gagah-gagahan dalam menentukan setting alur cerita di dua negara Indonesia dan Maroko. Penulis pastinya memiliki alasan dan latar belakang yang begitu menginspirasinya. Maka tak ayal, sangat membanggakan dalam halaman awal novel ini dilampirkan kata pengantar dari Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja. Dalam pengantarnya beliau menggaris bawahi kelahiran dengan pernyataan,”Novel ini tidak semata hiburan di kala senggang. Novel ini juga mengandung semangat melanjutkan perjuangan para tokoh dan ulama besar Indonesia dan Maroko untuk membangun peradaban dunia.”

Ada satu hal lain yang menjadi nilai lebih dari novel ini. Ketika memasuki tahap finishing, naik cetak pihak penerbit dan penulis belum menemukan konsep design cover novelnya. Beberapa design tawaran para design graphic belum ada yang memenuhi kepuasan Kang Dhani, Indie Publishing untuk secara maksimal memberikan dukungannya untuk novel ini. Secara tak sengaja, beliau pun iseng searching google untuk mencari model untuk cover novel ini. Tak tahu alur ceritanya hingga kemudian bertemu dengan seorang gadis cantik pemenang Muslimah Beauty 2011 pemilik nama Dika Restiyani, yang biasa akrab disapa dengan Resti yang kini baru saja menyelesaikan studi S2-nya di Nanyang Technological University of  Singapore dengan konsentrasi studi International Political Economy. Dengan proses yang begitu singkat seusai membaca sinopsis dan isi novel ini, Resti pun sempat terkaget-kaget ketika selesai membacanya. Tokoh Areta dalam novel ini begitu banyak kemiripannya, tidak hanya secara fisik  tetapi sampai pada sifatnya pun begitu menyerupai dirinya. Maka ketika dikonfirmasi ia hanya menjawab,”Ini sih gue banget!” ujarnya spontan kepada Kang Dhani dan Risma. Dan tak disangka pula, penulis dan model cover ini begitu nge-kliknya hingga mereka merasa dipertemukan dalam sebuah keridhoan Allah SWT untuk mewujudkan visi dan misinya yang ternyata juga banyak memiliki kesamaan.

Andaikan saja Dewi Fortuna yang dulu datang tak berpihak sepertinya sebentar lagi akan datang menghampiri penulis dan beserta pihak pendukungnya. Kesuksesan tinggallah soal waktu karena bukan suatu yang mustahil jika karya ini mampu menarik pihak produser film untuk diangkat ke layar lebar. Kegigihan dalam segala keterbatasan satu persatu telah dilaluinya dalam proses melahirkan suatu karya. Maka kita patut menyambut dengan rasa kekaguman dan bangga karena jejak langkahnya memberikan isnpirasi bagi banyak orang untuk terus berkarya dengan segala kegigihannya. Dan juga tujuan penulis untuk berharap agar talenta yang diberikan Allah Ta’ala ini kiranya dapat bermanfaat bagi orang banyak dan menjadi ladang amal hidupnya. Seperti doa yang dipanjatkannya tepat di hari yang paling berbahagia dalam hidupnya karena peluncuran novel ini juga bertepatan dengan hari kelahirannya.

Selamat ulang tahun Teh Ima…Semoga sukses dunia dan akhirat!
Salam untuk Mbak Resti ‘Areta’ ya… ;)

* Ouhibouki...Areta (Bahasa Maroko): Aku mencintaimu...Areta. 

Jakarta, 10 Juni 2012

 Catatan ini, ditulis oleh oleh Mas Akung, putra duta Besar RI untuk kerajaan Maroko. (Copas dari catatan FBnya) berikut FBnya. http://www.facebook.com/krisna.wijaya1 dan ini Facebook penulisa novelnya, Risma El Jundi, http://www.facebook.com/risma.ummujundi

Ayo Segera baca dan miliki novelnya selamat membaca......salam dari pemilik blog di maroko.

email: afikrihaditomandar@yahoo.com



Sabtu, 09 Juni 2012

Masjid Indonesia Di Maroko

Indonesia, sebuah negara besar yang berada di bagian tenggara benua Asia, ternyata telah memiliki pengaruh yang luar biasa terutama sejak zaman awal kemerdekaan.
Jauh dari ujung tenggara benua Asia, nama Indonesia telah banyak diabadikan di negara-negara yang telah ikut kagum dengan semangat kemerdekaan. Salah-satunya Maroko, sebuah negara yang berada di ujung barat Afrika Utara, yang telah mengukirkan nama Indonesia sebagai nama salah satu masjid di Kota Kenitra, Maroko.
Hingga saat ini, Masjid Indonesia di Kenitra masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik sebagai tempat ibadah kaum Muslimin. Tidak banyak yang tahu keberadaan masjid dini. Para orang indonesia yang berkunjung ke Maroko, bahkan warga Indonesia yang berdomisili di Maroko pun, belum tentu tahu tentang keberadaan masjid Indonesia ini. Mereka lebih akrab dan lebih tahu tentang Rue Soekarno (Jalan Sukarno) di Kota Rabat, Jalan Jakarta dan Jalan Bandung di Kota Casablanca.

Padahal penamaan masjid ini pun tidak terlepas dengan penamaan nama-nama jalan sebagaimana disebut di atas serta pembebasan visa bagi warga Indonesia sebagai hadiah dari Raja Mohammed V kepada Presiden pertama Indonesia Sokerno dalam kunjungan pertamanya ke Maroko, 2 Mei 1960, yang merupakan kunjungan pemimpin  dunia pertama ke Maroko setelah meraih kemerdekaan dari penjajahan Perancis.

Masjid yang terletak di samping Souk Houriya, kawasan Biranzaran Kota Kenitra ini hingga saat ini masih menjadi salah satu pusat pengajaran dan  pemberantasan buta huruf dan pengajian singkat setelah shalat maghrib.

Jika dilihat dari jenis dan bentuk bangunan, Masjid Indonesia berbeda dengan masjid-masjid di Maroko umumnya. Pernah ada dari orang Maroko bercerita bahwa beberapa arsitek yang ikut membangun didatangkan dari Indonesia. Begitu pun dengan menara masjid yang agak sedikit berbeda. Kalau menara masjid Maroko umumnya berbentuk balok yang tinggi, menara Masjid Indonesia berbentuk segi empat yang di atas lebih kecil di banding bagian bawah menara.

Namun saat ini, tidak banyak yang tahu kisah dan sejarah dari pembangunan masjid ini kecuali orang Maroko yang sudah berumur tua. Kita sebagai Warga Indonesia di Maroko diharapakan mampu menjaga hubungan baik yang telah dibangun melalui sejarah yang panjang.


Jumat, 30 Maret 2012

Kota-Kota di Maroko

Maroko adalah sebuah negara kerajaan yang terletak di bagian barat laut Afrika. Garis pantainya memanjang dari Samudra Atlantik melewati Selat Gibraltar, sampai ke Laut tengah. Ibu kota Maroko adalah Rabat. Kota terbesarnya bernama Casablanca. Negara ini merdeka dari Prancis pada 2 Maret 1956. Luas total negara ini adalah 446.550 km2. Lagu kebangsaan Maroko adalah "Hymne Cherifienf".
Maroko dalam bahasa Arab adalah Maghribi yang berarti Negeri Matahari terbenam, sedangkan penduduknya disebut al-Maghribiyah. Penduduk asli maroko adalah suku Bar-bar. Saking indahnya, objek wisata Maroko bertebaran di mana-mana. Yang paling terkenal adalah Casablanca.
Kota-Kota di Maroko

1.    Casablanca
Casablanca adalah kota terbesar dan pelabuhan terpenting di Maroko, yang terletak di pantai Altantik, di bagian barat Maroko. Casablanca pusat ekonomi dan budaya negara. Di Casablanca terletak Lembaga Oseanografi dan Royal Navy Base di Maroko.
 Awalnya kota besar ini bernama Anfa yang sangat maju dalam hal perdagangan. Bangsa Portugis kemudian mengambil alih Anfa dan mengubah nama kota ini menjadi Casa Branca. Pada 1755, sebagian besar kota tersebut hancur oleh gempa. Dalam paruh kedua dari 18 abad, kota yang dipulihkan Sultan Sidi Mohammed III. dan kota bernama Dar el Beida (bahasa Arab yang berarti White House atau rumah yang putih ). Pada 1781 kota ini direbut oleh orang Spanyol dan kota berganti nama menjadi Casa Blanca(bahasa Perancis yang berarti sama yaitu White House). Pada tahun 1907 Casablanca menjadi bagian dari koloni Perancis. Pada 1956 Maroko menjadi negara merdeka.
 Kota Casablanca memiliki dua bagian, yaitu Kota tua (medina qodim)dan Kota Baru(medina jaded). Kota tua dikelilingi oleh dinding-dinding benteng peninggalan dari sejarah dan dikelilingi oleh pelabuhan. Sedangkan Kota baru dibangun oleh Perancis. Pusat kota Casablanca baru bernama Place Mohammed V dengan bangunan dibuat dengan gaya Moor.
 Kota terbesar di Maroko ini menyimpan banyak bangunan indah bergaya Art deco.Monumen yang paling penting adalah Masjid Hassan II Casablanca. Masjid ini berdiri di outcropping berbatu di atas laut dan mendominasi kota. Konstruksi dimulai tahun 1980 dan selesai pada tahun 1993. Menara Masjid ini mempunyai ketinggian 200 meter. bangunan lain yang menarik di kota Casablanca adalah Katedral Sacre Coeur. Di Casablanca, kita menemukan sebuah taman yang bagus de la Ligue Arabe ..

2.    Marakech
Selain Casablanca, Marakech yang dijuluki Red City juga merupakan tempat wisata unggulan di Maroko. Di kota ini terdapat Bahia Palace, sebuah istana indah yang dahulu memiliki permaisuri bernama Bahia.
Marrakech adalah mantan kota kekaisaran di Maroko. Terletak di bagian tengah negara di wilayah Marrakech - Tensift - Al Haouz. Kota ini didirikan pada abad 11 pada abad- abad berikutnya kota  ini mengalai perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnyabaik di bidang budaya, artistik dan booming ekonomi. Wisatawan dapat mengunjungi banyak monumen di sini, yang merupakan bukti dari kekayaan seni Islam. Di antara bangunan yang paling penting termasuk Royal Teater Teater, Istana badi , Masjid Koutabia dan Madrasah Ben Youssef. Ada juga pasar tradisional terbesar (souk) di Maroko. Siang hari di pasar ini bergerak luar biasa besar pedagang, pembeli, seniman jalanan dan banyak lainnya. Kota ini juga dibagi menjadi dua bagian utama, benteng tua Madinah dan Gueliz baru. Sejak 1985, bagian tua kota  terdaftar pada Warisan Budaya Dunia UNESCO. Saat ini, lebih dari 1 juta orang tinggal di kota ini.

3. Rabat
Rabat adalah ibu kota Maroko. Terletak di barat laut negara di pantai Atlantik. terletak di mulut sungai Bouregreg. Kota yang sudah berdiri di abad 3sebelum masehi. Sekarang salah satu kota kerajaan Rabat Maroko. Kota Ini adalah salah satu tujuan utama dan wisata populer di Maroko. Di kota ini merupakan pusat pemerintahan dan selain itu Katolik keuskupan, Universitas Mohammad  V,  Institut bahasa Arab juga terletak di kota ini. Kota Rabat juga memiliki kebun sebagai taman botani, museum dan teater. Dan juga terdapat menara Hassan setinggi 44 m, sebuah makam kuno Chellah makam yg besar dan indah, Royal Palace Mohammed V . Bandara internasional berada pada 10 km dari kota. Saat kota Rabat dihuni  lebih dari 1,7 juta orang .

4.    Fes
Fes adalah kota ketiga terbesar di Maroko. Kota ini dianggap kota bersejarah. Maklum kota ini merupakan peninggalan sejumlah dinasti kerajaan di Maroko. Di antaranya Dinasti Marinid [1269-1420] dan kekaisaran Ottoman [1554-1603]. Tak heran kota ini lebih banyak menampilkan gedung-gedung tua dan megah dengan ornamen kaligrafi arab.

Tangier (Berber: Tanja) adalah sebuah kota di Maroko utara dengan jumlah penduduk sekitar 700.000 (2008 sensus). terletak di pantai Afrika Utara di pintu masuk barat ke Selat Gibraltar di mana Mediterania bertemu Samudera Atlantik. Ini adalah ibukota Daerah-Tetouan Tangier dan dari Prefektur Tangier-Assilah di wilayah itu.
Sejarah Tangier sangat kaya karena kehadiran banyak sejarah peradaban dan budaya mulai dari abad ke-5 SM. Antara periode menjadi kota Phoenician ke era kemerdekaan sekitar tahun 1950-an, Tangier adalah sebuah tempat yang menjadi perlindungan bagi banyak kebudayaan.
Kota ini sedang mengalami perkembangan yang cepat dan modernisasi. Proyek-proyek termasuk hotel 5-bintang baru di sepanjang teluk, sebuah distrik bisnis modern yang disebut Tangier City Center, terminal bandara baru dan stadion sepak bola baru. Tangier akan menjadi salah satu kota tuan rumah kejuaraan sepak bola 2015 Piala Afrika, bermain di Stadion Ibnu Batouta baru dan di kota-kota lain di Maroko.

5. Tangier
Tangier adalah pusat kedua industri Maroko yang penting setelah Casablanca. Sektor industri yang terdiversifikasi: tekstil, kimia, mekanik. Saat ini, kota ini memiliki empat kawasan industri yang memiliki status zona ekonomi bebas.
Ekonomi Tangier sangat bergantung pada pariwisata. Seaside resort telah meningkat dengan proyek-proyek yang didanai oleh investasi asing. Real estat dan perusahaan konstruksi telah berinvestasi besar-besaran dalam wisata infrastruktur. Sebuah teluk pembatasan pusat kota meluas selama lebih dari tujuh kilometer. Pada Tahun 2007 dan 2008 menjadi sangat penting bagi kota karena penyelesaian proyek-proyek konstruksi besar yang dibangun. Ini termasuk pelabuhan Tangier-Mediterania ("Tanger-Med") dan kawasan industri, sebuah stadion olahraga dengan kapasitas 45.000 tempat duduk, sebuah distrik bisnis diperluas, dan infrastruktur wisata direnovasi.

6.    Meknes
Meknes adalah sebuah kota di Maroko. Terletak di bagian utara negara di kawasan Meknès - Tafilalet. Terletak di sungai Oued Boufekrane, sekitar 60 km dari kota Fès . sejarah kota Meknes dimulai pada masa Kekaisaran Romawi.  Pada abad ke 8 dibangun benteng. Pada masa kerajaan Murabitun Kota ini didirikan sebagai pos militer. Dalam abad-abad berikutnya kota ini mengalami kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama terutama pada masa Sultan Ismail.
Arsitektur lokal yang dikombinasikan dengan unsur-unsur arsitektur Eropa, yang membuat kota lebih indah. Sejak 1996, kota bersejarah ini terdaftar pada Warisan Budaya Dunia UNESCO.

7.    Tetouan
Tetouan adalah sebuah kota kuno di Maroko. Terletak di wilayah utara Negara Maroko, sekitar 40 km sebelah selatan Selat Gibraltar. Saat ini ada lebih dari 320.000 jiwa. Tetouan memiliki daya tarik yang bisa menarik pengunjung untuk datang. didirikan pada tahun ke-3 abad SM, Kota ini merupakan kota yang memiliki peranan penting yang bertahan selama berabad-abad silam. Kota ini memiliki kontak penting dengan Andalusia Spanyol,. Tetouan memiliki pusat kota bersejarah yang disebut "Madinah" hingga kini masih terpelihara dalam kondisi sangat baik. Kota tua dibagi menjadi tiga bagian  dengan Andalusia, Yahudi dan Berber. Kota indah yang diawetkan sebagai kota tua bernama "Madinah", merupakan salah satu dari warisan dunia yang terdaftar di UNESCO sejak tahun 1997.

8. Agadir
Agadir adalah sebuah kota di barat daya Maroko. terletak di pantai Altantik dan merupakan resor wisata terbesar di Maroko. Agadir merupakan salah satu pelabuhan penting Maroko. Pada Abad Pertengahan, desa nelayan Agadir el-Arba menjadi lokasi kota pada saat ini. Pada tahun 1505 para pelaut Portugis mendirikan pos perdagangan Santa Cruz do Cabo de gue. Pada tahun 1572 berlokasi di bukit di atas teluk dibangun benteng Kasbah. Pada tahun 1960 terjadi gempa bumi yang menghancurkan Agadir. Seluruh kota itu benar-benar hancur dan membunuh 15 000 orang.setelah terjadi gempa di bangun sebuah kota baru, Kota yang aktif sebagai pusat perikanan, perdagangan dan wisata.
Di pantai Atlantik dengan keindahan pantai berpasir dilapisi dengan hotel modern. Di kota ini Anda akan menemukan banyak restoran, klub, fasilitas olah raga, toko-toko dan masjid. Monumen tertua di Agadir adalah sisa-sisa benteng tua Kasbah. Di Kota ini terdapat sebuah museum dengan foto-foto kota Agadir sebelum dan setelah terjadi gempa bumi.

9. Essaouira
 Essaouira adalah sebuah kota di Maroko. Terletak di sebelah barat negara di kawasan Marrakech - Tensift - Al Haouz, di Samudera Atlantik. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa daerah sudah dihuni pada zaman prasejarah. Sudah sejak 1 abad Masehi, kota ini merupakan kota perdagangan. Kota Essaouira baru dibangun pada abad 18 pada masa raja Mohammed III. Menggunakan beberapa arsitek Eropa yang bekerja untuknya. Bila diterjemahkan, nama kota ini berarti "indah dirancang". Essaouira mewakili contoh yang unik dari gaya bangunan-18 abad di Maroko. Pusat Kota berfungsi sebagai pangkalan militer, pelabuhan dan pusat komersial penting yang menghubungkan Maroko dengan dunia luar. Sejak 2001, kota tua Essaouira terdaftar pada Warisan Budaya Dunia UNESCO.

10.    El-Jadida
El Jadida juga dikenal sebagai "kota Portugis Mazagan" adalah sebuah kota pelabuhan bersejarah di Maroko. Terletak di bagian barat  Maroko dan sebelah utara  dari negara di kawasan Doukkala - Abda, di Samudera Atlantik. El Jadida City dibangun di pantai Atlantik sebagai benteng militer pada awal koloni 16 abad. Arsitektur kota mencerminkan unsur-unsur seni Renaissance, yang terampil menggabungkan dengan elemen Gothic. Kota El Jadida adalah sebuah bukti dari konsentrasi budaya Maroko dan budaya Portugis. Pada tahun 2004 kota ini terdaftar di Daftar Warisan Dunia UNESCO.
 Sumber: http://el-hilaly.blogspot.com/



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More