Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Minggu, 12 Agustus 2012

Suasana Sholat Taraweh di Negeri Seribu Benteng


Negeri Seribu benteng, ketika mendengar kalimat ini pastinya akan tertuju ke Benua Afrika Utara, tepatnya di Kerajaan Maroko. Yah Maroko, sebuah Negara Islam yang menggunakan bahasa arab layaknya Negara arab pada umumnya. Namun selain bahasa arab Negara ini juga menggunakan bahasa prancis, maklum Negara ini pernah dijajah oleh tentara prancis dan merdeka dari jajahan Prancis.

Kali ini saya akan mengajak pembaca untuk menyimak sejenak suasana Sholat taraweh di Negeri terbenamnya matahari ini. Tentunya sebagai muslimin yang menetap di Republik Indonesia haus akan informasi sholat taraweh di luar Negeri.

Ada hal menarik jika dibandingkan sholat taraweh yang dilaksanakan kaum muslimin di bumi pertiwi. Sebagaimana  yang diketahui bahwa maroko menganut mahzhab maliki dan muslimin Indonesia menganut mahzhan syafii. Namun hal itu tak jadi masalah, sekilas pelaksanaan taraweh di sini tak jauh beda dengan sholat taraweh yang ada di Indonesia, mulai dari takbir sampai salam.

Namun hal itu akan menjadi menarik ketika jumlah rakaat dan waktu pelaksanaan taraweh agak berbeda dengan taraweh pada umumnya di Indonesia. Pertama kali  saya menginjakkan kaki di Negeri Seribu benteng ini, seketika aku terkejut melihat suasana disini, taman-taman kadang dihiasi umat muslim yang sedang sholat, pemandangan ini sudah menjadi hal biasa di Negeri ini.

Sholat taraweh di Maroko  bermacam-macam, ada yang sholat sampai 16 rakaat ada juga yang sampai sholat 20 rakaat. Mungkin agak berbeda dengan indoneisa, dimana hanya melaksanakan sholat 8 atau 20 rakaat. Nah ini baru sekedar jumlah rakaat, banyak lagi hal menarik yang mungkin bisa mejadi bahan informasi buwat kita semua.

Untuk pelaksanaan taraweh itu sendiri, disini lebih menarik lagi. Para muslimin di Maroko menunggu adzan maghrib lalu kemudian mebatalkan puasa dengan sebiji kurma dan segelas air, lalu dilanjutkan sholat maghrib secara berjamaah. Untuk mengisi perut yang seharian tak terisi mereka kembali ke rumah masing-masing.
Setelah menikmati buka puasa bersama sanat family, tibalah saatnya untuk menuju masjid dengat niat sholat isya dan sholat taraweh. Dalam pelakasanann sholat taraweh setelah isya ada masjid yang melaksanakan taraweh dengan jumlah 10 rakaat. Dan ada Juga masjid yang melaksanakan taraweh dengan jumlah 8 rakaat.

Namun tak hanya sampai disitu, sebelum tibah waktu sholat shubuh tepatnya jam 3 shubuh, para jamaah tarweh kembali mendatangi masjid untuk menambah jumlah rakaat taraweh, ada masjid yang menambah hingga 20 rakaat ada juga yang menambah higga 16 rakaat. 

Jika teraweh setelah isya jumlahnya 8 rakaat maka jam 3 shubuh, jamaah bergagas ke masjid untuk menambah tarweh  8 rakaat maka jumlah total 16 rakaat. Jika teraweh setelah isya jumlahnya 10 rakaat maka jam 3 shubuh jamaah bergagas ke masjid untuk menambah  tarweh 10 rakaat maka jumlah total 20 rakaat. Lalu ditutup dengan witir dan Sholat shubuh. Namun sebelum menuju masjid pada jam 3 Shubuh, tentunya sudah menikmati sahur di rumah masing-masing. 

Itulah sekelumit seputar ramadhan di negeri seribu benteng, semoga Allah SWT menjadika kita semua mukmin yang sejati, berpuasa dan beribadah ‘’Imanan wahtisaban” beribadah senantiasa berniat karena Allah, mengharap ridho Allah.

Sukmahadi .
Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko Afika Utara. Jurusan Studi Islam.
Pengurus PPI Maroko, Depart. SDI dan Keilmuan.






Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More