Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Hubungan Seksual Suami Istri Dalam Islam

Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor..

Apakah Jilbaku Jilbab Syar'i

Subhanallah jilbab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul. Jilbab itu ‘iffah (kemuliaan). Jilbab itu kesucian. Jilbab itu pelindung. Jilbab itu taqwa. Jilbab itu iman. Jilbab itu haya’ (rasa malu)..

Menghafal Al-Quran Ala Maroko

Menghafal alqu’ran, saya yakin semua umat muslim ingin menghafal al-qu’an, sebab al-quran merupakan mukjizat penutup para nabi dan Rosul yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan merupan petunjuk untuk umat muslim, dan untuk semua manusia, berbagai alasan yang ada sehingga kebanyakan of the moslem hanya terucap dibibir namun sulit terlaksana..

Wanita Idaman Ikhwan

Ikhwan yang bersipat insani tentunya mengidam-idamkan wanita, yang bakal memperkokoh keimanan kepada Allah SWT. seiring berkerbangnya roda era globalisasi maka tentunya untuk menemukan wanita yang benar-benar sholehah mungkin sudah sangat sulit atau jarang.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kolomku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolomku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2012

Pengumuman Penting Untuk Semua Pembaca Setia.

Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih telah manjadi pembaca situs blog ini. Semoga selalu mendapapt nilai-nilai positif dan selalu dalam ridho Allah SWT....

Melalui tulisan singkat ini  saya sebagai hamba Allah yang aktif menulis serta pemilik blog ini mengumumkan bahwa mulai sekarang blog ini tidak akan diapdate/diisi lagi karena beberapa hal, beberapa bulan kedepan blog ini akan dihapus. Olehnya untuk membaca tulisan-tulisanku yang insya Allah bermamfaat saya telah membuat blog baru. silahkan kunjungi blog baru saya berikut blognya:

Klik aja :  http://sukmahadiadi.blogspot.com/

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.

By: Sukmahadi, Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko Afrika Utara.


Rabu, 19 September 2012

Goresan Penahku di Surat Kabar.

Salah satu foto dan nama ketika sang pemimpi menuju impian ini nongol di karoan terbesar di Sulawesi selatan.
 

Dulu waktu masih kecil saya sering membuka surat kabar dan membaca beberapa artikel, sejenak aku terpikir kapan yach nama dan gambarku ada di surat kabar ini….?tentunya dengan tulisan yang menarik.

Hari demi hari kulalui dengan hemburan buku bacaan, disertai dengan semangat yang  tinggi kukuatkan niatku untuk belajar menulis walau tulisanku masih jauh dari kesempurnaan. Namun karya-karya yang kuahsilkan selalu menambah motivasi untuk semakin semangat dalam menulis.

Kini seiring perjalanan waktu cakrawala berpikirku semakin bertambah, dunia semakin majuh hingga  media untuk melahirkan suatu karya semakin mudah.  Sebuah kesyukuran yang  patut kuhaturkan pada sang ilahi robby sebab beberapa situs online telah ikut serta dalam mempublikasikan tulisan-tulisanku, diantaranya www.dakwatuna.com. , www.fajar.co.id, www.republika.co.id, e-koranmandar.com, www.suaramerdeka.com, www.rakyatmerdeka.com, dan www.detiknews.com. Serta Koran terbesar dan pertama di Sulawesi Barat www.radar-sulbar.com.



 
 

 

 

 

 

Senin, 03 September 2012

Sebuah Renungan di Saat Fajar



Dulu sewaktu aku masih kecil, aku tak paham apa itu sholat, ..?kenapa kita harus belajar mengaji...? harus paham agama..?
Kadang aku ngomel pada orang tua ketika saya harus dipaksa bangun jam 4 shubuh hanya untuk pergi ke rumah guru ngaji, ditambah lagi harus mandi sebelum berangkat.

saudara2ku pun demikian, namun walau demikian bukan berarti kami bandel, hanya saja mata masih ngantuk he he...:D

Setelah 6 tahun duduk di bangku sekolah dasar, akupun masih tak mengerti mengapa kita harus ngaji...?harus sholat....?harus puasa di bulan suci ramadhan..?harus belajar Agama Islam di Pesantren...?semua itu belum saya paham. Saya hanya tunduk dan patuh pada orang tua sehingga akupun rajin untuk belajar Agama Islam.

Hingga tiba saatnya aku harus belajar syariat islam di sebuah pondok pesantren, sikap samapun masih aku tampakkan. aku harus belajar dengan giat bukan karena ingin tahu, tapi karena takut kalau dimarahi ustadz, takut kalau tinggal kelas, takut kalau kalah bersaing dengan teman, makanya aku rajin belajar.

Tetanggaku kadang mengangap duit/harta adalah segalanya hingga ia mati-matian mencari duit, sholatpun kadang dilalaikan, anak kurang mendapat perhatian karena sibuk mencari uang.
Lain halnya dengan kedua orang tuaku, ibu kaku membaca bahasa indonesia tapi lancar membaca al-quran sedangkan bapak sama sekali ngga bisa membaca al-quran dan bahasa indonesia tapi bisa menghafal ayat2 al-quran.

Suatu saat aku hidup dan bernaung bersama dengan orang kaya raya, namun hatiku tak tentram di rumah itu, hingga kuputuskan tuk berhijrah mecari tumpagan lain demi mencari hakikat kehidupan yang sebenarnya. Pesantren demi pesantren kulalui hingga kutemukan sebuah rumah sederhana, tuan rumahnyapun sederhana, ngga kaya tapi kutemukan ketentram dan kebahagian bersama mereka.

Seiring dengan perputaran waktu, usiaku semakin bertambah, kini aku paham bahwa kita harus sholat karena sholat adalah kewajiban jika tak sholat maka akan mendapat dosa, kita harus membaca al-quran dan mengerti isinya karena al-quran adalah pedoman umat manusia, kita harus belajar bukan karena harus bersaing tapi belajar syariat islam adalah wajib dan harus disertai dengan niat lillahi taala (ikhlas karena Allah). Semua amal pernbuatan harus dilandasi dengan niat ikhals karena Allah jika tidak pahalanya akan sia2.

Dirikan Sholat dan taatlah pada Allah, engkau akan menemukan ketentraman, ketenangan jiwa. Apalalah gunanya sekolah tinggi-tinggi, title nama sampai doktor, punya banyak duit kaya raya, tapi kehidupan tak juga berubah malahan semakin banyak duit yang dimilki hati/jiwa semkain tak tentram, dimana sebenarnya ketenangan jiwa...?

Saat engkau sujud, ruku, 5 kali sehari semalam engkau tunaikan zakat hartamu lillahi taala, dan niatkan semua aktivitsmu hanya untuk beribadah pada Allah.........bertakwalah pada Allah...wahai saudar-saudaraku,,,,eangkau akan tentram dalam menghadapi kehiudpan di dunia ini.....Nasehat buwat semua....


 Oleh: Sukmahadi (Mahasiswa Univ. Sidi Mohammes Ben Abdellah, Jurusan Ushul Fiqhi).

Rabu, 22 Agustus 2012

BUKU “Kumpulan Kisah Inspiratif & Tips MERAIH BEASISWA dari Penerima Beasiswa Seluruh Dunia”


Alhamdulillah Dalam Buku ini, dimuat Kisah Perjuanganku dalam mengejar beasiswa timur tengah, Ayo miliki buku ini, dan bakar semangatmu yang selama ini membeku dengan membaca kisah2 nyata dalam buku ini.
________________________________________________________________

BUKU
“Kumpulan Kisah Inspiratif & Tips MERAIH BEASISWA dari Penerima Beasiswa Seluruh Dunia”

Berisi 28 kisah dan tips meraih beasiswa langsung dari penerima beasiswa di berbagai negara. (Pengantar Buku: Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA dan Mantan Menteri Kehakiman & HAM, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.).
* Sebagian dari hasil penjualan buku ini akan dipergunakan untuk menutup biaya operasional MotivasiBeasiswa.org dan komunitas Motivasi Beasiswa
* Buku ini cocok untuk kamu atau sebagai hadiah untuk: Pelajar yang ingin memperoleh beasiswa, Orang tua yang ingin memotivasi anaknya semenjak dini meraih beasiswa, Guru/dosen yang ingin memotivasi siswanya, dan Karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan dengan beasiswa untuk meningkatkan karir dan masa depannya.

Sampul Muka (klik gambar untuk memperbesar)


Sampul Belakang (klik gambar untuk memperbesar)

Sampul : Ivory 230 gr, Embos, Dop, Full Color
Ukuran 
: 14,5 x 21 cm
Isi 
: HVS putih 70 gram
Jumlah halaman 
: 218 halaman
Penulis 
: 28 Motivator Beasiswa Indonesia dari Berbagai Negara
Editor 
: Tony Dwi Susanto, Ph.D.
Berat buku: 
300 gram (berat dibawah 1 kg dihitung 1 kg oleh TIKI dan JNE)

DAFTAR ISI :

Bagian I. TIPS BEASISWA 
1. “Langkah-Langkah Dapetin Beasiswa ke Amerika; Tips & Contoh Dokumen Pendukung Aplikasi Beasiswa
secara Umum”
Penulis: Andhika Sahadewa
2. “Tips Berburu Beasiswa”
Penulis: Tutik Rachmawati
3. “9P: Rahasia Menjemput Beasiswa”
Penulis: MardianMarsono
4. “Kiat Sukses Wawancara Beasiswa”
Penulis: Salwa
5. “Broadcast Yourself by Publishing”
Penulis: I Made Andi Arsana
Bagian II. SIAPA AJA BISA DAPAT BEASISWA 
6. “Meski Tuna Netra, Mampu Bermimpi, Memimpin, Wirausaha hingga Meraih 8 Beasiswa”
Penulis: Taufiq Effendi
7. “Ke Amerika, meski 3 Tahun Menganggur Tidak Punya Uang untuk Kuliah”
Penulis: Robi Kurniawan
8. “Dari Pesantren & S1 Belum Terakreditasi Berhasil Meraih Beasiswa Depkominfo & Dikti”
Penulis: Hariandi Maulid
9. “Tukang Parkir ke Luar Negeri”
Penulis: Ahmad Sakti Hasibuan
10. “Siapa Bilang TKW Tidak Boleh Bermimpi Sekolah lagi?”
Penulis: Diah Nuraeni Yuliati
11. “Kisah Anak Pelosok Desa Sulawesi Meraih Beasiswa 2 Negara
Penulis: Sukmahadi
12. “Prestasi Biasa-Biasa saja Bisa juga Dapat Beasiswa”
Penulis: Mira Shartika
Bagian III. MULAI SEKARANG! 
13. “Nggak Harus Nunggu Lulus Buat Mulai Cari Beasiswa”
Penulis: Muhammad Haris Mahyuddin
14. “Jangan Kaku, Apalagi Terpaku”
Penulis: Nugroho
15. “Internet Jalanku ke Amerika”
Penulis: Muhammad Adam
16. “Beasiswa Butuh Usaha!”
Penulis: Nanang Bagus Subekti
17. “Terus Berusaha Sampai Batas Usia”
Penulis: Intansari Nurjannah
Bagian IV. YUK MINTA DO’A ORANG TUA 
18. “Kegigihan & Doa Orang Tua Membawaku ke Negeri Kangguru”
Penulis: Nur Latifah
19. “Lagi-Lagi Karena Doa Mama”
Penulis: Yanto
Bagian V. MERAYU TUHAN 
20. “Allah Bayar Cash dengan Beasiswa Jerman”
Penulis: Lena Citra Manggalasari
21. “Kata-Kata itu Doa”
Penulis: Kartika Sari
Bagian VI. KEJUTAN TAKDIR BEASISWA 
22. “Berprasangka Baiklah kepada Allah”
Penulis: Matlal Fajri Alif
23. “Seminggu 2x ditolak, Minggu Lain 2x diterima”
Penulis: Fadia Dewanda
24. “Ikhlas Kehilangan Beasiswa Dalam Negeri, Allah Ganti Beasiswa Luar Negeri”
Penulis: Meika Kurnia
25. “Ada Saatnya Sindiran itu Menjadi Kenyataan”
Penulis: Irfan Rifai
Bagian VII. MODAL NEKAT 
26. “Jika Beasiswa Tidak Cukup”
Penulis: Samiaji Sarosa
27. “Berangkat dulu, Cari Beasiswa Kemudian”
Penulis: Dionisio Jusuf
28. “Kuatkan Tekadmu!”
Penulis: Subhan Zein

HARGA : Rp 48.700

(Dapatkan Potongan Harga hingga 40%, turun hingga hanya Rp 29.220/buku, dengan membeli banyak, mengkoordinir order dari teman-teman kamu, atau menjadi Distributor Buku Motivasi Beasiswa untuk Sekolah/Kota kamu! Klik sini untuk detail HARGA KHUSUS)
>>>>>>>>>>>> PESAN SEKARANG JUGA! (KLIK INI)

KATA MEREKA TENTANG BUKU INI ….

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 
AssalaamualaikumWr.Wb.
Pendidikan adalah elevator sosial yang dapat mengangkat kehidupan seseorang dan keluarganya ke tingkatan sosial yang lebih tinggi. Lebih-lebih pendidikan tersebut adalah pendidikan pascasarjana di luar negeri. Lulusan pascasarjana dari universitas di luar negeri biasanya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji dan status sosial yang tinggi. Bahkan seringkali mereka dapat membantu kehidupan keluarganya. Bagi seseorang dengan latar belakang ekonomi yang kuat menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi seseorang dengan kemampuan ekonomi yang sangat terbatas, menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri bisa jadi adalah sesuatu yang mustahil, kecuali mereka mendapatkan beasiswa.
Mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri bukanlah sesuatu yang mudah. Kendala utama yang dihadapi oleh kebanyakan orang, terutama siswa-siswa sekolah di pelosok, pesantren, dan panti asuhan, adalah terbatasnya akses informasi tentang di mana dan bagaimana cara mendapatkan beasiswa untuk bersekolah pascasarjana di luar negeri.
Oleh karenanya saya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para Motivator-Motivator Beasiswa yang telah berkontribusi dalam penerbitan dan pendistribusian buku KUMPULAN KISAH INSPIRATIF & TIPS BEASISWA DARI PENERIMA BEASISWA SELURUH DUNIA ini karena berbagai alasan. Pertama, bukanlah sesuatu yang mustahil akan banyak penerima beasiswa sekolah pascasarjana di luar negeri yang baru seperti yang telah didapatkan oleh para kontributor artikel dalam buku ini, karena membaca buku ini. Dengan demikian penerbitan dan pendistribusian buku ini secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan pascasarjana di luar negeri. Seperti telah disampaikan di atas pendidikan adalah elevator sosial dan dapat memutus rantai kemiskinan. Kedua, para alumni dari penerima beasiswa baru yang mendapatkan beasiswa karena mambaca buku ini setelah lulus dan kembali ke tanah air akan berkontribusi dalam proses pembangunan di Indonesia. Ketiga, penerbitan dan pendistribusian buku ini mudah-mudahan dapat menginspirasi generasi muda yang lain untuk dapat berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa dalam bentuk inovasi yang lain. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penerbitan dan pendistribusian buku ini. Semoga inisiatif ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi siswa-siswa dari sekolah di pelosok, pesantren, dan panti asuhan dan AllahS.W.T. mencatat semuanya sebagai amal ibadah kita.
WassalaamualaikumWr.Wb.
Jakarta, 28Mei 2012
Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. (Mantan Menteri Kehakiman dan HAM, Politikus & Intelektual Indonesia):
“Kalau Tak Berani Menyeberang Lautan, Takkan Pernah Mendapatkan Tanah Tepi”
Sebuah kehormatan bagi saya diberi tempat untuk menuliskan sesuatu pada Buku Kumpulan Kisah Motivasi Beasiswa dari Penerima Beasiswa Seluruh Dunia ini. Tak banyak yang dapat saya tuliskan, karena menurut staf saya, Sabar Sitanggang, saya hanya diberi tempat 1-2 kalimat saja.
Baiklah saya berikan apresiasi ini dengan kisah yang pernah saya alami, ketika itu saya pun sedang dalam proses belajar.
Saya ingat ketika saya kelas II SMA kakek saya mengatakan, bahwa suatu ketika saya akan jadi “orang besar”. Beliau menatap wajah saya dalam-dalam. Mungkin ada sedikit kemiripan wajah saya dengan beliau. Tetapi beliau mengatakan watak saya lebih mengikuti watak ayah saya, daripada watak beliau yang rada-rada aneh dan nampak seperti preman itu.
Saya hanya mengatakan kepada kakek saya, bahwa hidup ayah saya sangat miskin. Beliau nampak merenung dan berkata, “Ayah kamu itu orang terpandang dan disegani di daerah ini, walau hidupnya miskin. Apa gunanya jadi orang kaya, jika diremehkan dan dicemooh!”kata kakek saya.
Kakek mengatakan kepada saya agar jangan takut dengan kemiskinan. Beliau mendorong saya untuk pergi merantau, jika saya tamat SMA.
“Kamu tidak akan pernah jadi orang besar, jika kamu tinggal di Belitung selamanya,”demikian katanya.
Nenek saya juga berkata, “Kalau tidak berani menyeberang lautan, takkan pernah mendapatkan tanah tepi”.
Sampai sekarang, saya terus mengingat apa yang beliau berdua katakan kepada saya.
Ketika saya sudah kuliah di Jakarta dan pulang ke kampung ketika liburan, kakek saya bertanya kepada saya:
“Sekolah apa kamu di Jakarta?”
Saya bilang, “Saya sekolah di Fakultas Hukum”.
Kakek saya nampak kaget.
Beliau bilang, “Jadi nanti kamu akan jadi ‘Mester in de Rechten’ (sarjana hukum)?”
Saya katakan, “Ya, kalau nanti saya sudah tamat”.
Kakek saya bilang lagi, “Tidak apa-apa, kamu boleh jadi apa saja, asal jangan jadi Polisi, jadi Jaksa dan jadi Sipir. Ketiga jenis pekerjaan itu, tidak bagus, karena selalu “berteman” dengan penjahat”.
Saya tidak ingin berpanjang kalam menjelaskan ketiga jenis pekerjaan itu kepada kakek saya. Saya tahu, hasilnya akan sia-sia, beliau tidak akan perduli.
Kakek saya masih hidup, ketika saya menerima gelar sarjana hukum di tahun 1982. Beliau bertanya, “Apakah kamu akan jadi hakim?”
Saya bilang, “Tidak. Hakim itu “teman” penjahat juga”.
Kakek saya tertawa.
“Benar juga,”katanya.
Itulah sekelumit cerita yang bisa saya tuliskan tentang pengalaman saya. Meski tidak berhubungan dan terkait langsung, mudah-mudahan bisa diambil saripatinya.
Wallahu a’lam bish-shawwab.
Jakarta, April 2012
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.
>>>>>>>>>>>> PESAN SEKARANG JUGA! (KLIK INI)
Najwa Shihab (reporter & presenter Metro TV):
“Buku ini bukan hanya soal tips merebut beasiswa, namun juga menunjukkan secara gamblang bagaimana beasiswa bisa didapatkan oleh siapapun selama ia mau bertekad. Mereka yang tinggal di hutan, yang memiliki disabilitas, yang berprofesi sebagai tukang parkir, TKW, semua berbagi kisah inspiratif bagaimana mereka bermimpi, bersekolah ke luar negeri, bahkan berkeliling dunia. Inspiratif, Informatif, sekaligus mengharukan, layak dibaca dan dibagi untuk siapa saja yang ingin Indonesia lebih cerdas lagi. Selamat! ”
Kode Produk B1: Buku ‘Kumpulan Kisah Inspiratif & Tips Meraih Beasiswa dari Penerima Beasiswa Seluruh Dunia’…
Rp 48.700
HARGA BELI BANYAK DAN DISTRIBUTOR*
Pembelian langsung minimal 10 BukuDISCOUNT 10%
Pembelian langsung minimal 20 Buku: DISCOUNT 20%
** Ongkos kirim menyesuaikan alamat pengiriman, berat kiriman, dan biro jasa pengiriman yang anda dipilih


Sabtu, 04 Agustus 2012

Buka Puasa Bareng Pak Razak di Maroko


Sore itu saya dan teman-teman berpindah dari sekretariat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko menuju asarama Maula islmail, Asrama ini memang diperuntukkan untuk mahasiswa asing yang tidak pulang ke Indonesia pada musim liburan.
Jam demi jam terlewatkan bersama mahasiswa Indonesia di maroko, tibalah waktu untuk berbuka puasa. Ternyata teman-teman pada kewalahan, sebab semuanya belum sempat menyiapkan hidangan untuk buka puasa dan warung-warung pun masi tutup saat berbuka.

Aduh gimana yach..? bisik kata hatiku yang juga perut uda mulai keroncongan. Tanpa kusadari ternyata teman-teman yang lain pada keluar mencari menu buka puasa. Saya pun masi terfakum sendiri di kamar. Adzan Magrib pun terdengar ahirnya kuputuskan untuk  melangkahkan kaki menuju masjid.
Dengan basuhan air wudu membasahi wajah perasaan pun menjadi legah dan terasa hangat. Alhamdullah ucapku ternyata di pintu masjid tersedia kurma untuk para jama’ah  yang akan berbuka yang juga sedang menunggu waktu sholat , ahirnya sebiji kurma dan segelas air membatalkan puasaku untuk hari ini.

Kusujud dan kuucap asma Allah sembari dalam hati menikmati indahnya sholat berjamah di Negeri terbenamnya matahari ini. Suara imam Sholat pun menambah khehusuan sholat, dengan bacaannya indah, serta beda dari imam-imam yang ada Indonesia dikarenakan para imam masjid di Maroko menggunakan riwayat warasy dan para imam di Indonesia menggunakan riwayat Hafsh.

Assalamu Alaikum’’  salam pun terucap dari bibirku yang sedikit kering, sebagai tanda bagi orang berpuasa menahan lapar dan dahaga, ditambah lagi musim panas ikut hadir menghiasi bulan ramadha kali ini.

Entah malaikat apa yang membisikkan kepada salah seorang jama’ah marghrib yang kebetulan berada di sampingku. ‘’Assalamu Alaikum’’ Ucap bapak yang ada disampinku, ‘’Waalikum Salam’’.
Hal anta sakin fil hai (apakah kamu tinggal di asrama)..? naam ana askunu fil hai ( iya saya tinggal di asrama).

Perbincangan pun berlanjut dengan menggunakan bahasa maroko khas. Tiba-tiba bapak itu  bertanya “Kamu mau ngga buka puasa bareng saya di rumah’’…?. Saya pun terdiam sejenak tak terpikir bakal ada orang yang mengajakku berbuka di hari pertamaku di asrama ini. Naam-Naam (ya ya ya), Kalimat naam pun terucap berkali-kali sebagai rasa gembiraku.

Saya pun dan si bapak menjuju rumah, dijalan kami ngobrol santai dan saling share infirmasi seputar Indonesia. Wa…wah ternyata si bapak tahu banyak tengtang Indonesia. ‘’Tok Tok Tok’’  ahirnya pintuk diketuk oleh si bapak.

Ahirnya pintu dibuka oleh seorang putri yang raut wajahnya berseri-seri nan cantik, tak sengaja memandangnya he he he, seketika pandanganku di tundukkan teringat sebuah ayat bahwa antara lelaki dan wanita tak boleh saling pandang memandag kecuali dalam suda terjalin ikatan suci. “Rudda Bashorak” kurang lebih seperti itu kalimat yang berbunyi dalam ayat tersebut.

Susana pun semakin khidmat saat memasuki ruangan tamu yang ternyata sanat family menunggu sang bapak untuk menikmati buka puasa. Saya pun ikut mencicipi dan menikmati . hidangan begitu tertata dan terlihat suasana kekeluargaan saat menikmati buka.

di sela-sela berbuka puasa si bapak mengambil sebuah laptop dan membuka situs youtube, tenyata ia ingin memperlihatkan qori (Pembaca  Alquran) asal Indonesia yang meraih juara 2 di lomba tilawatil quran internasioan. Terkesan dengan orang Indonesia dalam melantunkan ayat-ayat suci al-quran, walau suda agak akrab ternyata baru menanyakan namaku. ‘’Man Ismuk..? Ismi Abdul Hadi. (Nama Kamu siapa nama saya Abdul hadi). Saya pun balik bertanya dengan menggunakan bahasa arab “Kalau bapak namanya siapa….? Nama saya abdul razak”.

Betapa enaknya buka puasa, hidangan-hidangan khas maroko disantap, diantaranya harirah yang tak dijumpai di Indonesia, serta pizza ikut dicicipi pada buka puasa kali ini. Ada satu kue khas maroko, modelnya agak unik, langsung kubertanya “kue ini siapa yang buwat pak, enak banget’’ oh itu anak saya yang buwat ujar si bapak“  sambil menunjuk putri yang lagi asyik menikmati hidangan buka puasa bersama kaka, adik , ibu, dan sanat familynya.

Ah jadi ngga enak takutnya si bapak salah paham jangan-jangan saya dikirain cari muka dengan putri pak razak. Saya menyesal bertanya soal tadi bisik hatiku.

Setelah mencicipi berbagai macam hidangan ala maroko saatya aku pamit untuk menuju masjid, dengan niat sholat berjamaah isya dan sholat taraweh bersama. Syukur Alhamdulillah ucapku, aku bersykur padamu ya Allah engkau telah memberiku nikmat yang begitu enak kali ini, jujur sebelumnya perutku sudak begitu lapar setelah puasa seharian, berkat kuasa Allah ta’ala perasaan berubah menjadi kenyang dengan undangan fajar dari pak razak. Memang rezeki orang yang puasa selalu dipermudah oleh Allah SWT.  Sampai Jupa di cerita lainnya.

 By: Mahasiswa Indonesia di Maroko, Afrika Utara.

Kamis, 31 Mei 2012

SEGERA TERBIT: BUKU MOTIVASI BEASISWA

Dengan  Rahmat Allah SWT, kisah perjalananku menuju Negeri seribu benteng Maroko Afrika , akan dimuat dalam buku ini, bersama kisah para peraih beasiswa dunia.
Mohon Dukungan & Komentarnya untuk Penerbitan Buku I Motivasi Beasiswa. Komentar-komentar menarik akan kami cetak di Buku ini.  Terima Kasih, semoga menjadi amal kita dan kebaikan Indonesia tercinta, aamiin (Klik Gambar Cover Buku dibawah ini untuk melihat ukuran Lebih Besar) :

KOMENTAR-KOMENTAR & DUKUNGAN TOKOH & SAHABAT YANG MASUK…… (diantaranya: Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. , Najwa Shihab,…)




Beasiswa terbukti menjadi salah satu solusi efektif meningkatkan pembangunan dan pemerataan ekonomi di seluruh pelosok Indonesia. Bagaimana mungkin?
Lewat beasiswalah, jutaan anak keluarga-keluarga miskin Indonesia masih mampu bermimpi bersekolah setinggi-tingginya, bukan hanya di dalam negeri namun juga ke luar negeri. Lewat beasiswalah, anak-anak bangsa dapat memperoleh pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan hingga mampu mengambil peran dalam pembangunan Indonesia. Lewat beasiswalah, anak-anak bangsa dari seluruh pelosok Indonesia memiliki pengalaman hidup di berbagai penjuru dunia hingga mereka kembali ke daerahnya dengan pengetahuan dan pendidikan yang jauh lebih tinggi, ekonomi yang lebih kuat, pengalaman dan mental yang lebih teruji, dan jaringan relasi yang lebih mendunia. Lewat beasiswalah, anak-anak bangsa menjadi agen-agen perubahan di berbagai daerah di Indonesia.

Buku ini berisi kumpulan tips, pengalaman, inspirasi, dan motivasi dari anak-anak bangsa Indonesia penerima beasiswa dari seluruh dunia yang tergabung dalam komunitas “Motivasi Beasiswa”. Tulisan-tulisan yang selalu kami publikasikan secara online di www.motivasibeasiswa.org ini dalam waktu 1,5 tahun telah dibaca lebih 48.000 pembaca. Dengan tekad untuk memotivasi lebih banyak lagi anak-anak bangsa Indonesia, khususnya mereka di pelosok-pelosok daerah yang belum memiliki akses Internet, maka cerita-cerita ini kami publikasikan dalam bentuk buku ini.
Buku ini memberikan motivasi dan kisah nyata tentang:

Bagian I. Kumpulan Tips Sukses Meraih Beasiswa
Bagian II. Siapa Saja Bisa Dapat Beasiswa
Bagian III. Mulailah Sekarang Juga!
Bagian IV. Yuk Minta Doa Orang Tua!
Bagian V. Merayu Tuhan
Bagian VI. KejutanTakdir Beasiswa
Bagian VII. Beasiswa dengan Modal Nekat
Silahkan tinggalkan Komentar & Dukunganmu di kotak Komentar di Bawah ini atau melalui

Twitter: https://twitter.com/#!/tonydwisusanto
******* KOMENTAR-KOMENTAR & DUKUNGAN YANG MASUK
DARI PARA TOKOH INDONESIA & SAHABAT-SAHABAT:
… ******
Najwa Shihab (reporter & presenter Metro TV):
“Buku ini bukan hanya soal tips merebut beasiswa, namun juga menunjukkan secara gamblang bagaimana beasiswa bisa didapatkan oleh siapapun selama ia mau bertekad. Mereka yang tinggal di hutan, yang memiliki disabilitas, yang berprofesi sebagai tukang parkir, TKW, semua berbagi kisah inspiratif bagaimana mereka bermimpi, bersekolah ke luar negeri, bahkan berkeliling dunia. Inspiratif, Informatif, sekaligus mengharukan, layak dibaca dan dibagi untuk siapa saja yang ingin Indonesia lebih cerdas lagi. Selamat! ”

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. (Mantan Menteri Kehakiman dan HAM, Politikus & Intelektual Indonesia):
“Kalau Tak Berani Menyeberang Lautan, Takkan Pernah Mendapatkan Tanah Tepi”
Sebuah kehormatan bagi saya diberi tempat untuk menuliskan sesuatu pada Buku Kumpulan Kisah Motivasi Beasiswa dari Penerima Beasiswa Seluruh Dunia ini. Tak banyak yang dapat saya tuliskan, karena menurut staf saya, Sabar Sitanggang, saya hanya diberi tempat 1-2 kalimat saja.

Baiklah saya berikan apresiasi ini dengan kisah yang pernah saya alami, ketika itu saya pun sedang dalam proses belajar.
Saya ingat ketika saya kelas II SMA kakek saya mengatakan, bahwa suatu ketika saya akan jadi “orang besar”. Beliau menatap wajah saya dalam-dalam. Mungkin ada sedikit kemiripan wajah saya dengan beliau. Tetapi beliau mengatakan watak saya lebih mengikuti watak ayah saya, daripada watak beliau yang rada-rada aneh dan nampak seperti preman itu.
Saya hanya mengatakan kepada kakek saya, bahwa hidup ayah saya sangat miskin. Beliau nampak merenung dan berkata, “Ayah kamu itu orang terpandang dan disegani di daerah ini, walau hidupnya miskin. Apa gunanya jadi orang kaya, jika diremehkan dan dicemooh!”kata kakek saya.

Kakek mengatakan kepada saya agar jangan takut dengan kemiskinan. Beliau mendorong saya untuk pergi merantau, jika saya tamat SMA.
“Kamu tidak akan pernah jadi orang besar, jika kamu tinggal di Belitung selamanya,”demikian katanya.

Nenek saya juga berkata, “Kalau tidak berani menyeberang lautan, takkan pernah mendapatkan tanah tepi”.
Sampai sekarang, saya terus mengingat apa yang beliau berdua katakan kepada saya.
Ketika saya sudah kuliah di Jakarta dan pulang ke kampung ketika liburan, kakek saya bertanya kepada saya:
“Sekolah apa kamu di Jakarta?”
Saya bilang, “Saya sekolah di Fakultas Hukum”.
Kakek saya nampak kaget.
Beliau bilang, “Jadi nanti kamu akan jadi ‘Mester in de Rechten’ (sarjana hukum)?”
Saya katakan, “Ya, kalau nanti saya sudah tamat”.
Kakek saya bilang lagi, “Tidak apa-apa, kamu boleh jadi apa saja, asal jangan jadi Polisi, jadi Jaksa dan jadi Sipir. Ketiga jenis pekerjaan itu, tidak bagus, karena selalu “berteman” dengan penjahat”.

Saya tidak ingin berpanjang kalam menjelaskan ketiga jenis pekerjaan itu kepada kakek saya. Saya tahu, hasilnya akan sia-sia, beliau tidak akan perduli.
Kakek saya masih hidup, ketika saya menerima gelar sarjana hukum di tahun 1982. Beliau bertanya, “Apakah kamu akan jadi hakim?”
Saya bilang, “Tidak. Hakim itu “teman” penjahat juga”.
Kakek saya tertawa.
“Benar juga,”katanya.
Itulah sekelumit cerita yang bisa saya tuliskan tentang pengalaman saya. Meski tidak berhubungan dan terkait langsung, mudah-mudahan bisa diambil saripatinya.

Wallahu a’lam bish-shawwab.
Jakarta, April 2012
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.
____________________________________
Setyawan Tiada Tara (Pelawak, Standup Comedian):
“Sebuah buku praktis untuk dapat beasiswa ke luar negeri,wajib dibaca utk dptkan wawasan luar biasa ttg negara manca…”

Pemilik Blok: Sukmahadi, Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko, Afrika.

Selasa, 17 April 2012

Pelestarian Pengajian Kitab Kuning di Sulbar

Pengajian kitab kuning yang biasa disebut kitta’ gondol, dalam bahsa suku mandar merupakan metode pengajian dengan mendatangi rumah para Nungguru sebutan orang mandar Kyai dalam bahasa indonesai dengan membawa beberapa kitab. Sebutan tersebut sering dilontarkan oleh para pengaji kitab kuning karena yang dibahas dalam pengajian tersebut adalah Bahasa Arab tanpa baris atau harokat serta proses belajar mengajar yang masih sangat tradisional khususnya pengajian yang ada di Kec. Campalagian dan Tinambung.

Di Kec. Campalagian misalnya, dimana terdapat banyak  pesantren diantaranya Ponpes Al-Ihsan Kenje yang didirikan  oleh KH. Baruddin Rahimahullah, Ponpes As-salifiyah Parappe, dan Ponpes Syekh Hasan Yamani serta Ponpes Al-Ikhlas Modern. Diatara pesantren ini khususnya pesantren As-salafiyah parappe masih banyak santri yang menggunakan metode ini, dan masi banyaknya santri luar daerah sebut saja santri asal DDI Mangkoso sulsel,  pinrang, serta masih banyak lagi dari daerah lain yang menggunakan masa libur untuk memperdalam ilmu bahasa arab di Kec. Campalagian dan Tinambung dan juga mengunakan metode ini, namun realita sekarang ini seiring roda era globalisasi minat putra-putri sulbar semakin menurun bahkan kebanyakan yang meramaikan kota santri tradisional di Desa Bonde Kec. Campalgain misalnya rata-rata santri dari DDI mangkoso. Pemandangan ini bisa kita jumpai saat liburan tibah. Suatu ketika penulis bertafakkur melihat masa depan generasi ulama kharismatik sulbar akan punah jika perhatian dan kepedulian terhadap kajian kitab kuning berkurang.

Dengan harapan yang tinggi mengajak putra-putri sulbar untuk meningkatkan kepedulian terjahadap kajian kitab kuning. Sebab para ulama sulbar tak selamanya hadir menerangi sulbar sebut saja KH. Baharuddin (Pendiri Yayasan Darussalam Kenje) Puakkali Buta (Ulama kharismatik  desa Bonde Kec. Campalagian)Rohimahullah dan banyak lagi ulama-ulama lainnya yang telah mendahului kita. Saya yakin dan percaya bahwa semua manusa akan sirna dari muka bumi namun biarkanlah jasad ini rata dengan tanah, akan tetapi pada hakekatnya seseorang akan selalu hidup jika ilmunya tetap dilestarikan dibumi. Olehnya itu tuntulah Ilmu sebab ‘’ilmu  bagaikan mutiara yang dimanapun mutiara itu berada akan tetap dicari  sekalipun ada di tempat kotoran, sangat berbeda dengan kotoran sekalipun diletakkan di Istana Negara statusnya tetap saja kotoran ‘’.

Jika plasback mengingat kembali dengan melihat realita beberapa putra sulbar yang telah berhasil meraih kesuksesan sebut saja, Dr. Idham Kholid Body, merupakan seorang penerjemah al-qur’an kedalam bahasa Mandar, penulis buku, pencipta logo sulbar yang sebelumnya diadakan lomba sekitar 115 orang peserta dan beliaulah pemenangnya.   Dr. Muh. Zein misalnya yang sekarang memduduki jabatan sebagai Kasubdit Pengembanan  Akademik  Kementrian Agama RI di Jakarta, kedua Doktor ini  telah menempu pengajian kitab tradisional dan menimba Ilmu pada KH. Baharuddin dan KH. Abdul Lathif Busra Pendiri Pondok Pesantren As-salafiyah Parappae Kec. Campalagian selama bertahun-tahun.‘’Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah SWT akan selalu memberikan baginya keringanan/jalan keluar’’(QS. Ath-thalaq ayat 2-3).

Ada ideologi yang ada di tengah-tengah masyarakat bahwa jika seseorang memperdalam ilmu agama dilingkungan pesantren maka akan sulit memperoleh pekerjaan, olehnya itu banyak putra-putri sulbar yang memilih mencari ilmu umum di lingkungan Junior highscool & senior highschool. Pada hakekatnya tak ada masalah menempu pendidikan pada school tersebut asalkan individual tersebut ikut serta dalam berbagai kajian kitab kuning atau kajian keislaman yang ada di sulbar khususnya campalagian dan tinambung. Ideologi ini sangatlah tidak benar, resapilah ayat diatas bahwa selama individual muslim bertaqwa padaNya maka insya Allah akan selalu mendapatkan jalan keluar. Dengan hadirnya tinta hitam di atas putih ini, penulis memberitahukan bahwa   dengan dasar bahasa arab yang saya tempuh selama bertahun-tahun lewat metode kajian kitab terdisional di Campalagian maka berkat idzin tuhan yang maha esa penulis sekarang satu-satunya putra sulbar yang  sedang menempuh study strata satu  di Fak. Adab  & Humaniora,  Jur. Study Islam Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah, tepatnya di ujung benua afrika utara, Negara Maroko. Al-jazair dan Spanyol merupakan Negara tetangga atau lebih mudah jika menyebut laut atlantik sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Dan yang paling patut disyukuri, saya sampai kesini karena mendapatkan beasiswa. 

Ketahuilah bahwa dari sekian  banyak  mahasiswa Indonesia di Negara Kerjaan Maroko, hanya sayalah asal Sulbar bahkan setelah penulis mewanwancarai beberapa mahasiswa Indonesia yang telah berkleluarga mereka mengatakan bahwa sejak 9 tahun silang hingga saat ini belum ada mahasiswa Sulselbar, Sulawesi Utara dan Sulteng yang menempu study strata 1 di Negeri ini, padahal pemerintah Maroko telah menawarkan 15 orang calon peraih beasiswa untuk putra-putri Indonesia yang seleksinya diadakan di Kementerian Agama RI setiap tahun bisa diakses di web. www.ditpertais.net. Saya berharap ada mahasiswa asal sulbar yang menyusul ke Negeri terbenamnya matahari ini dengan tujuan menuntut Ilmu sebab mayoritas mahasiwa yang ada disini berasal dari pulau jawa.Foto di samping merupakan sebuah gambaran bahwa ilmulah yang membawaku terbang ke jakarta tanpa biaya orang tua sepeserpun., dan berhasil bertmeu dan berdialog dengan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. H. M. Machasin MA. Saya sangat terinspirasi dengan beliau karena bisa menguasai 5 bahasa asing, hal ini diangkapkan saat membawakan materi di masa orentasi calon penerima beasiswa ke maroko afrika utara dan sudan. Alhamdulillah saya termasuk penerima beasiswa ke maroko dan Sudan pada ahir tahun 2010. Namun walaupun saya dinyatakan lulus menerima beaisiswa sudan dan maroko namuan Maroko adalah pilihan terbaikku.

Dengan harapan yang tinggi penulis berharap suatu saat sulbar ini akan melahirkan ulama-ulama yang bakal mengantarkan sulbar menjadi semakin malaqbi, melahirkan pemimpin yang cerdas, dari segi intelektual, religus, dan kritis.

Dengan semangat yang tinggi penulis memilih jurusan Study Islam sebab sulbar merupakan daerah yang berpeduduk multikultural dan multi agama serta pentingnya kehadiran rasa pluralisme.salam sulbar malaqbi.
Tulisan ini dimuat di surat kabar cetak dan online terbesar serta pertama di sulawesi barat "RADAR SULBAR'' berikut linknya klik aja ada pada bagian Opini  http://issuu.com/radarsulbar/docs/13_februari_radar_sulbar 

Oleh Sukmahadi (Mahasiswa Sulbar yang sedang menempu Study Strata Satu, Jurusan Study Islam Fak. Adab dan Humaniora. Univ. Sidi Mohmmed Ben Abdellah Maroko)

Email: afikrihaditomandar@yahoo.com


Jumat, 03 Februari 2012

Wisata Maroko: Ifrane Kota Salju.

Musim dingin, ada keunikan tersendiri jika musim dingin tiba di Negeri Seribu Benteng, di antaranya berwisata ke Kota Ifrane, dimana kota ini penuh dengan salju putih ditambah lagi para wisatawan bisa bermain teleski dan berbagai permainan yang ada di Kota ini.Berikut foto penulis saat bermain teleski:


Ifrane  adalah sebuah kota di bagian utara Maroko berdekatan dengan Fes yang  merupakan kota tertua di Maroko. Bagi masyarakat Maroko, mendengar Ifrane  langsung membayangkan hawa dingin menusuk kulit dan pohon-pohon cemara berwarna putih berbalut salju.  Ifrane memang termasuk kawasan bersalju di Maroko yang dikembangkan oleh Perancis selama era protektorat. Karena iklimnya  yang tak beda dengan pegunungan Alpen, gaya Eropa sangat melekat di daerah ini. "Seolah-olah desa Alpen" menurut literatur di wikipedia.

Ifrane berasal dari bahasa amazig salah satu suku penduduk asli maroko, dan mayoritas penduduk kota ifrane adalah suku amazig, kota ifrane merupakan kota yang bermotif eropa dan berdekatan dengan kota ilmu yaitu kota fes. Kali ini penulis beserta teman-teman mahasiswa/pelajar indonesia memempuh perjalanan dari kota fes menuju kota ifrane dengan jangka waktu 45 menit.

Selama perjalanan dingin pun menyelimuti dan salju putih pun mulai terlihat membuat kami ingin cepat-cepat sampai ke tempat tujuan wisata, setelah sampai ke ifrane rasa penasaran pun terobati rasa kagum melihat salju putih menghiasi kota, ,memenuhi jalan, membuat atap-atap rumah putih akibat hujan salju.

Pemandangan salju putih ini bisa kita nikmati saat musim dingin yang biasanya dijumpai bulan January dan februari. Setelah mengelilingi kota ifrane rasanya kurang puas jika tak sampai ke tempat pusat wisata yaitu michleven, dengan jarak tempuh 35 menit dari kota ifrane. Nah disini lebih indah dari kota ifrane sebab wisatawan bisa bermanja-manja dengan bermain teleski di atas salju putih dan multipemainan lainnya. 

Michleven, wisatawan yang datang ke tempat ini berasal dari berbagai Negara, dan berbagai kota di maroko, bahkan tak jarang dari mereka mengajak keluarga untuk berlibur ke tampat ini. Maka tak heran jika banyak masyarakat maroko mengajak segenap keluarga untuk nyantai di tempat wisata michleven, bahkan tidak jarang kita jumpai dari mayarakat maroko yang sedang berlibur mereka membawa peralatan alat masak seperti kompor, panci, minyak sampai daging ayam lalu bersantai di bawah pohon cemara sambil memandangi gunung yang berwarna putih akibat bungkusan salju putih. Perhatikan bapak ini beserta keluarga saat saya ajak untuk bercerita suasana di Michleven:

Sungguh Allah mahakuasa menciptakan segala sesuatu, menciptakan musim dingin, panas, gugur dan semi. Dulu sebelum penulis menginjakkan kaki di Negeri terbenamnya matahari ini berprasangka bahwa musim dingin itu ada pada zaman Nabi sebagai mana dalam Al-quran. Dan Alhamdulillah ternyata saat ini musim dingin dan panas sudah realistis. Jika membandingkan musim-musim yang  ada di Indonesia justru Indonesia lebih baik sebab musim di Indonesia tak mengenal musim dingin, panas, semi dan gugur.  Tak terbayang saat ingin mengerjakan sholat lima waktu di masjid di tengah musim dingin betapa dinginnya jasad ini, namun bagaimana pun patut disyukuri karena semuanya adalah karunia Allah SWT.

Bagi para calon wiatawan yang bakal berkunjung ke Maroko tak lengkap rasanya jika berkunjung ke maroko ahir bulan januari atau februari tanpa merasakan indahnya salju di kota Ifrane. Semoga bermamfaat.

Email: afikrihaditomandar@yahoo.com

Senin, 30 Januari 2012

Mengenal Lebih Dekat Sang Pemimpi di Era Globalisasi

Seiring dengan perkembangan dunia, internet pun jadi perpustakan terbesar. Saya menganggap menulis adalah sebuah pengabadian ilmu di dunia, sedangkan jasad akan punah dan tulisan akan terus terpajang di internet. 

 Nama                       : Sukmahadi
Email                        : afikrihaditomandar@yahoo.com
FaceBook                 : Sukmahadi Adi
Skype                        : Sukmahadi Ady
No. HP                       : +212656865703
Riwayat Pendidikan :  Meraih Ijazah dari SDN Pellembongan Kab. Polewali Mandar. Pernah Mondok di Tsanawiya/Pondok Pesanteren Al-Ihsan Kenje, Pompes Syekh Hasan Yamani, Pompes Assalafiyah Parappe dan meraih ijazah tsanawiya dari Ponpes Al- Ihsan Kneje Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat. SMA/MA Di SMA Negeri 1 Campalagian selama 1 tahun setengah (Sampe semester 3 Jurusan Ipa) lalu kemudian Pindah ke Madrasah Aliyah Pergis Campalagian dan meraih Ijazah dari MA Pergis. Perguruan Tinggi, sempat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Prov. Sulawesi Selatan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab selama 1 tahun kemudaian pindah ke Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko Afrika Utara.


Pengalaman Organisasi: Saat SMP Tsanawiyah Perna menjadi wakil Ketua OSIS, sewaktu SMA kelas 1 sempat menjadi pengurus OSIS bagian koordinator Agama, dan setalah naik ke kelas dua menjabat sebagai Sekretaris Osis namun sebelum menjabat sebagai Sekretaris OSIS saya sempat menduduki jabatan sebagai ketua PMR SMA Negeri 1 Campalagian. Saat menjadi mahasiswa di UIN Alauddin makassar sempat menjadi Ketua Panitia dalam musyawarah Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Satra Arab (HMJ) Fak. Adab dan Humaniora dan berhasil mendirikan oraganisasi Komunitas Mahasiswa Pecinta Bahasa Arab (KMPBA) Sulawesi Barat, syukur alhamdulillah sempat juga menjabat ketua dalam oraganisasi ini selama 1 tahun. Dengan semagat yang tinggi hingga bisa terbang jauh ke Negeri Seribu Benteng Maroko Afrika hingga saat ini saya tercatat sebagai pengurusa Perhimpunan Pelajar Indonesia Maroko, bagian departemen Sumber Daya Insani dan Keilmuan.


Pekerjaan                : Mahasiswa dan Pengurus PPI Maroko 2011-2012 Klik: http://www.ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&id=59&Itemid=77



Pemilik blog adalah Mahasiswa Indonesia di Maroko yang bermotto "sang pemimpi menuju impian" dengan semangat juang yang tinggi sehingga bisa menginjakkan kaki di Negeri Seribu Benteng Maroko berikut kisahku insya Allah termotivasi.


Masjid Darul Qur'an Fes. Maroko, Afrika Utara. Berikut Kisahku:



Aku Adalah Sang Pemimpi Menuju Impian

Seorang hamba yang beriman kepada Allah SWT dan senantiasa menuntut ilmu syariat islam Insya Allah hamba itu akan selalu menemukan jalan keluar. ‘’Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah SWT akan selalu memberikan baginya keringanan/jalan keluar’’(Ath-thalaq ayat 2-3).

Saya adalah sang pemimpi yang mempunyai karakter tidak gampang menyerah. Dilahirkan di Kec. Karossa Kab. Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), anak keempat dari tujuh bersaudara, serta hanya saya yang bisa menginjakkan kaki di Perguruan Tinggi. Kadang orang memanggilku Hadi ada juga yang memanggilku Sukma dan itu tak masalah bagiku, nama lengkapku Sukmahadi.

Jika mengingat masa lalu mungkin saya tak sanggup membayangkan betapa susahnya duduk di bangku sekolah di tengah himpitan  ekonomi hingga meraih beasiswa ke Luar Negeri mengapa demikian…… ?

Berikut langkah ceritaku dimulai menuju impian di tanah Negeri Seribu Benteng Maroko.
Masih sangat  teringat dalam memoriku, betapa banyak sekolah yang saya duduki selama menempuh studi, dari sekolah ke sekolah yang lain. Selama Sekolah Dasar (SD) saya menduduki 5 sekolah, ini terjadi karena orang tua selalu hijrah dari desa ke desa yang lain agar bisa menafkahi anak-anaknya,  mereka rela bercocok tanam (bertani) dari tanah milik sendiri sampai menggarap tanah milik orang lain.

Sulawesi Barat, provinsi ini terdapat berbagai macam suku, ras, bahasa, diistilahkan dalam ilmu sosiologi multikultural, bahkan masih banyak hutan rimba yang belum terkelola, saya dan adik-adikku setiap hari menempuh hutan rimba yang kadang terjatuh dari sepeda kerena jalannya penuh dengan rumput ditambah lagi ukurannya yang sangat kecil selebar 15 cm maklum  jalan menuju ke kebun, sebab kami tinggal di sebuah gubuk jarak perjalanan kami menuju desa (to school) sekitar 10 KM

Namun waktu demi waktu roda kehidupan berjalan, dan Alhamdulillah pada tahun 2002 penulis berhasil menyelesaikan sekolah dasar, niat penulis sangat kuat untuk melanjutkan studi namun takdir berkata lain di tahun 2002 terjadi perang suku, sebut saja suku mandar dan palopo sebagian rumah-rumah keluarga kami ikut menjadi pembakaran amuk massa. Dengan musibah ini kami pindah ke Kab. Polewali Mandar masih dalam kawasan Sulbar, jarak Kab. Mamuju (tempat kami tinggal) menuju Kab. Polewali Mandar sekitar 8  jam dengan menggunakan Bus.

Ayah dan ibu sudah kewalahan mencari nafkah, untungnya masih banyak keluarga kerabat yang baik hati membantu di Kabupaten ini sebab kabupaten ini merupakan tanah kelahiran ayah, dengan demikian ayah memilih menjadi pembuat gula aren kata wong jowo (orang jawa) gula merah dalam bahasa Indonesia. Sebagai dampak musibah ini saya tidak bisa melanjutkan studi ke jenjang junior highschool/ madrasah tsanawiyah (SMP) disebabkan himpitan ekonomi. Selama setahun penulis hanya bisa membantu profesi orang tua membuat  gula aren. Di tahun 2003 terdengar kabar bahwa ada sebuah yayasan pesantren yang baru saja berdiri dan mambutuhkan santri secara cuma-cuma alias gratis karena masih butuh santri, sebut saja Pondok pesantren Al-Ihsan Kenje Kab. Polewali Mandar, hati dan jiwa raga ini bahagia dan gembira akhirnya saya bisa melanjutkan studi. Di sekolah inilah saya dididik oleh seorang kyai pimpinan pondok.

Seiring berjalannya waktu usiaku semakin bertambah membuatku selalu berpikir dewasa bagaimana meraih prestasi yang memuaskan. Kata bang haji Rhoma Irama ‘’darah mudah darah berapi-api”, sudah dua tahun penulis duduk di ponpes ini namun tidak merasa puas dengan apa yang saya dapat sehingga memutuskan untuk pindah dari pondok ke pondok yang lain tanpa sepengetahuan orang tau sebab orang tua hanya tahu bahwa anaknya sekolah tanpa mereka tahu dia butuh apa dan di mana dia sekolah,…? sehingga suatu ketika ibu menyusuri sebuah kecamatan di mana terdapat  banyak ponpes di kecamatan tersebut pada ahirnya ibu tercinta berhasil menemukanku pada pesantren terakhir yang beliau cari.

Allah SWT berfirman:
‘’Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah SWT akan selalu memberikan baginya keringanan/jalan keluar’’(Ath-thalaq ayat 2-3).
­Dalil ini selalu menguatkan hatiku untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu, sebab saya yakin bahwa selama seorang hamba beriman kepada Allah SWT dan senantiasa menuntut ilmu syariat islam Insya Allah hamba itu akan selalu menemukan jalan keluar.
Lagi-lagi saya menginjakkan kaki di berbagai sekolah, di tingkat madrasah tsanawiyah (SMP) penulis menduduki 3 sekolah sebut saja Ponpes Al-Ihsan, Ponpes Syekh Hasan Yamani, dan Ponpes As-Salafiyah Parappe, hal ini bisa terjadi sebab saya hanya ingin tahu kelebihan-kelebihan suatu pesantren lagi-lagi semua ini adalah kehendakku bukan kehendak orang tua. Pernah suatu ketika di ponpes bahan sandang panganku sudah ludes habis, untungnya ada teman yang baik hati senang berbagi denganku.
Pada tahun 2006 Syukur Alhamdulillah akhirnya s
aya selesai juga dengan penuh perjuangan. Tibalah saatnya untuk melanjutkan study ke senior High School (SMA/MA) dengan dasar-dasar bahasa arab yang sudah saya pelajari selama di pondok, alhamdulillah penulis diberi kepercayaan untuk ikut membina para santri di Ponpes Al-Ihsan. Dengan demikian saya harus pintar-pintar membagi waktu sebab statusku masih sebagai siswa di Madrasah Aliyah (MA) sebut saja MA. Pergis Camapalagain Sulbar. Tak terasa waktu begitu cepat setelah setahun duduk di bangku MA/SMA tepatnya kelas dua nah…..! disinilah saya mempunyai keinginan kuat untuk menempuh studi kuliah ke luar negeri setelah tamat SMA nantinya. Itulah pribadiku selalu berplanning walaupun waktunya masih lama. Sebab selama study hidupku selalu mandiri mendorongku selalu semangat menabung agar suatu ketika peluang cita-cita itu sudah diambang pintu saya tidak kewalahan lagi mencari uang. Oleh karena itu, sejak kelas dua MA sudah mulai menabung demi mencapai cita-citaku yang tinggi.

Dengan membaca bismillah penulis berjuang meraih mimpi-mimpi. Di tahun 2009 ahirnya aku tamat (selesai) dari MA. Pergis Campalagian Sulbar, disinilah seakan-akan menemukan jalan buntu sebab informasi tentang Beasiswa studi ke luar negeri sangat jarang, maklum saat itu SULBAR masih belum terjangkau internet, jangankan internet sebagian kabupaten saja masih banyak yang belum menikmati listrik.
Informasi yang masih sangat susah diakses membuatku bertanya-tanya ke sana kemari, pada akhirnya saya menemukan seseorang, beliau merupakan alumni Univ. Al-Azhar Cairo, Mesir. Beliau sangat banyak memberiku informasi tentang Beasiswa Studi ke Luar Negeri khususnya mesir. 

Namun Allah berkehendak lain saat itu tes untuk beasiswa ke Al-Azhar Cairo diadakan di Kedutaan Besar Mesir di Jakarta aku tak punya duit untuk ke Jakarta. Beberapa bulan kemudian ada ajakan dari teman bahwa walaupun nonbeasiswa ke mesir kalau kita bisa meraih  prestasi yang memuaskan di Al-Azhar insya Allah bisa meraih beasiswa setelah tiba di sana, kata teman yang paling terpenting sekarang kita harus ikut tes ujian di UIN Alauddin Makassar.

Setelah pada hari ‘’H’’ tiba untuk tes  terpikir walaupun saya lulus tes nonbeasiswa ke mesir lalu dari mana biaya tiket ke sananya, lagi-lagi hatiku menangis sangat ingin meraih cita-cita studi ke luar negeri akan tetapi tak punya modal. Namun dalam qolbuku yang paling dalam Allah tidak buta, Allah maha kaya dan yakin bahwa semua ini ada hikmahnya, dan terbukti walaupun saya tidak jadi ke Al-Azhar Cairo, Alhamdulillah penulis termasuk siswa yang meraih prestasi selama di MA. Pergis Campalagain dengan prestasi itulah seorang pengasuh Madrasah tersebut mempunyai hati yang dermawan rela memberiku sebagian rezekinya agar aku gunakan kuliah di UIN Alauddin Makassar, yah…..walaupun kadang jauh dari cukup tapi Syukur Alhamdulillah saya masih bisa berusaha menutupi kekurangan itu semua ini penulis menempuhnya dengan penuh kemadirian dan mengharap ridho dari orang tua.

Bulan demi bulan hingga cukuplah setahun saya kuliah di UIN Alauddin Makassar dengan jurusan sastra arab, hati ini tak tenang dan tidak merasa puas jika mimpi-mimpiku tak tercapai. Kota Makassar yang ada di Sulsel  merupakan kota yang sangat indah, ramai, gedung-gedung tinggi menghiasi kota ini otomatis informasi sudah sangat gampang diakses, akhirnya di tahun 2010 saya medapatkan beberapa informasi Beasiswa ke timur tengah diantaranya Libya yang dipegang oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), beasiswa  Arab Saudi, Sudan dan Maroko. 

Negara Libya misalnya saya berusaha mendapatkan  rekomendasi dari dua Oraganisasi NU dan Muhammadiyah namun lagi-lagi tesnya diadakan di Jakarta, Beasiswa Arab Saudi misalnya saya mencoba mengirim berkas ke Universitas Islam Madinah namun tak ada jawaban, Beasiswa Sudan Alhamdulillah tes beasiswa sudan diadakan di UIN Alauddin Makassar tempat saya kuliah. Nah….ini yang saya tunggu-tunggu dengan penuh kegembiraan, semangat, penulis ikut ujian tersebut yang tim pengujinya langsung dari Kedutaan Besar Sudan di Jakarta. Menurut keputusan panitia pengumuman kelulusan akan diumumkan sekitar sebulan setelah tes namun sampai dua bulan hasil tak kunjung keluar juga, itulah sebabnya saya selalu tak mau ketinggalan mengecek di situs Kementerian Agama www.ditpertais.net disela-sela pengecekan tersebut tawaran beasiswa Maroko Afrika utara muncul disitus ini, terbenak dalam pikiranku bahwa kesempatan ini tak boleh disia-siakan. Akhirnya saya mendaftarkan diri untuk meraih beasiswa itu, walhasil Alhamdulillah beasiswa Sudan dan Maroko tepatnya bulan puasa 2010 sebelum tidur tiba-tiba handphonku berdering ternyata pesan itu berisi bahwa saya lulus, meraih beasiswa Sudan dan Maroko. Pesan tersebut berasal dari salah satu pegawai kementerian Agama RI atas nama Bpk. Bil Bachtiar, Lc, MA. Walaupun saya dinyatakan lulus disisi lain saya gelisah bahkan sempat meneteskan air mata dihadapan seorang guru karena beasiswa tersebut tak semuanya ditanggung membuatku harus berjuang bagaimana caranya agar bisa sampai ke Jakarta (The Capital Of Indonesia).

Saya adalah sang pemimpi yang mempunyai karakter tidak gampang menyerah, Alhamdulillah saya berjuang mondar mandir ke sana ke mari mengajukan berbagai macam  proposal ke berbagai instansi pemerintah di antaranya: Kantor Bupati Polewali Mandar Sulbar, BAZDA (Badan Amil Zakat) Kab. Polewali Mandar, BAZDA Kab. Majene, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, bahkan sempat mengirim proposal ke Dhompet Dhuafa dan Rumah Zakat di Jakarta. Namun tak semua instansi yang saya datangi membuahkan hasil yang memuaskan bahkan ada yang menolak. Walaupun demikian saya tetap bersyukur karena BAZDA Kab. Polewali Mandar mengabulkan permohonanku, itulah yang saya gunakan sehingga saat ini penulis sedang menjalani mimpinya dengan semagat menempuh study di luar negeri tepatnya di Maroko Afrika utara, yang sebelumnya dinyatakan lulus meraih beasiswa Sudan.

Di satu sisi penulis sekarang sedang menikmati betapa indahnya menuntut ilmu di Negara arab, disisi lain masih dihantui perasaan sedih sebab ayah telah kembali Ke Rahamtullah setelah saya sebulan tiba di Maroko dan sampai saat ini jasad apalagi kuburan beliau belum sempat saya lihat……’’’YA Allah Mudahkanlah segala urusanku agar hamba cepat balik ke kampung halaman dengan membawa segudang ilmu serta melihat kuburan sang ayah tercinta’’

“BERMIMPILAH DAN JANGAN ADA RASA PUTUS ASA DALAM MENGGAPAI MIMPI ITU’’
‘’GANTUNGKAN CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT’’
Hanya kepada Alloh-lah penulis mengharapkan ridlo dan maghfirah serta ridho dan do’a dari kedua orang tua.

*Sekarang penulis terdaftar sebagai Mahasiswa di Universitas Sidi Mohammed Ben Abdellah, Fes-Maroko, Jurusan Studi Islam. E-mail : afikrihaditomandar@yahoo.com


NB: Insya Allah Blog ini akan terus diapdat selama hamba masi bisa mengetik, minimal 1 tulisan dalam seminggu.  Olehnya  itu sering-seringlah nongkrong disini. Thanks.Tilisan ini dimuat juga di situs Klik:
http://motivasibeasiswa.org/2011/09/sukmahadi-kisah-anak-pelosok-desa-sulawesi-meraih-beasiswa-2-negara/ 
dan dimuat juga disitus PPI Maroko: 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More