Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Sabtu, 04 Agustus 2012

Buka Puasa Bareng Pak Razak di Maroko


Sore itu saya dan teman-teman berpindah dari sekretariat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko menuju asarama Maula islmail, Asrama ini memang diperuntukkan untuk mahasiswa asing yang tidak pulang ke Indonesia pada musim liburan.
Jam demi jam terlewatkan bersama mahasiswa Indonesia di maroko, tibalah waktu untuk berbuka puasa. Ternyata teman-teman pada kewalahan, sebab semuanya belum sempat menyiapkan hidangan untuk buka puasa dan warung-warung pun masi tutup saat berbuka.

Aduh gimana yach..? bisik kata hatiku yang juga perut uda mulai keroncongan. Tanpa kusadari ternyata teman-teman yang lain pada keluar mencari menu buka puasa. Saya pun masi terfakum sendiri di kamar. Adzan Magrib pun terdengar ahirnya kuputuskan untuk  melangkahkan kaki menuju masjid.
Dengan basuhan air wudu membasahi wajah perasaan pun menjadi legah dan terasa hangat. Alhamdullah ucapku ternyata di pintu masjid tersedia kurma untuk para jama’ah  yang akan berbuka yang juga sedang menunggu waktu sholat , ahirnya sebiji kurma dan segelas air membatalkan puasaku untuk hari ini.

Kusujud dan kuucap asma Allah sembari dalam hati menikmati indahnya sholat berjamah di Negeri terbenamnya matahari ini. Suara imam Sholat pun menambah khehusuan sholat, dengan bacaannya indah, serta beda dari imam-imam yang ada Indonesia dikarenakan para imam masjid di Maroko menggunakan riwayat warasy dan para imam di Indonesia menggunakan riwayat Hafsh.

Assalamu Alaikum’’  salam pun terucap dari bibirku yang sedikit kering, sebagai tanda bagi orang berpuasa menahan lapar dan dahaga, ditambah lagi musim panas ikut hadir menghiasi bulan ramadha kali ini.

Entah malaikat apa yang membisikkan kepada salah seorang jama’ah marghrib yang kebetulan berada di sampingku. ‘’Assalamu Alaikum’’ Ucap bapak yang ada disampinku, ‘’Waalikum Salam’’.
Hal anta sakin fil hai (apakah kamu tinggal di asrama)..? naam ana askunu fil hai ( iya saya tinggal di asrama).

Perbincangan pun berlanjut dengan menggunakan bahasa maroko khas. Tiba-tiba bapak itu  bertanya “Kamu mau ngga buka puasa bareng saya di rumah’’…?. Saya pun terdiam sejenak tak terpikir bakal ada orang yang mengajakku berbuka di hari pertamaku di asrama ini. Naam-Naam (ya ya ya), Kalimat naam pun terucap berkali-kali sebagai rasa gembiraku.

Saya pun dan si bapak menjuju rumah, dijalan kami ngobrol santai dan saling share infirmasi seputar Indonesia. Wa…wah ternyata si bapak tahu banyak tengtang Indonesia. ‘’Tok Tok Tok’’  ahirnya pintuk diketuk oleh si bapak.

Ahirnya pintu dibuka oleh seorang putri yang raut wajahnya berseri-seri nan cantik, tak sengaja memandangnya he he he, seketika pandanganku di tundukkan teringat sebuah ayat bahwa antara lelaki dan wanita tak boleh saling pandang memandag kecuali dalam suda terjalin ikatan suci. “Rudda Bashorak” kurang lebih seperti itu kalimat yang berbunyi dalam ayat tersebut.

Susana pun semakin khidmat saat memasuki ruangan tamu yang ternyata sanat family menunggu sang bapak untuk menikmati buka puasa. Saya pun ikut mencicipi dan menikmati . hidangan begitu tertata dan terlihat suasana kekeluargaan saat menikmati buka.

di sela-sela berbuka puasa si bapak mengambil sebuah laptop dan membuka situs youtube, tenyata ia ingin memperlihatkan qori (Pembaca  Alquran) asal Indonesia yang meraih juara 2 di lomba tilawatil quran internasioan. Terkesan dengan orang Indonesia dalam melantunkan ayat-ayat suci al-quran, walau suda agak akrab ternyata baru menanyakan namaku. ‘’Man Ismuk..? Ismi Abdul Hadi. (Nama Kamu siapa nama saya Abdul hadi). Saya pun balik bertanya dengan menggunakan bahasa arab “Kalau bapak namanya siapa….? Nama saya abdul razak”.

Betapa enaknya buka puasa, hidangan-hidangan khas maroko disantap, diantaranya harirah yang tak dijumpai di Indonesia, serta pizza ikut dicicipi pada buka puasa kali ini. Ada satu kue khas maroko, modelnya agak unik, langsung kubertanya “kue ini siapa yang buwat pak, enak banget’’ oh itu anak saya yang buwat ujar si bapak“  sambil menunjuk putri yang lagi asyik menikmati hidangan buka puasa bersama kaka, adik , ibu, dan sanat familynya.

Ah jadi ngga enak takutnya si bapak salah paham jangan-jangan saya dikirain cari muka dengan putri pak razak. Saya menyesal bertanya soal tadi bisik hatiku.

Setelah mencicipi berbagai macam hidangan ala maroko saatya aku pamit untuk menuju masjid, dengan niat sholat berjamaah isya dan sholat taraweh bersama. Syukur Alhamdulillah ucapku, aku bersykur padamu ya Allah engkau telah memberiku nikmat yang begitu enak kali ini, jujur sebelumnya perutku sudak begitu lapar setelah puasa seharian, berkat kuasa Allah ta’ala perasaan berubah menjadi kenyang dengan undangan fajar dari pak razak. Memang rezeki orang yang puasa selalu dipermudah oleh Allah SWT.  Sampai Jupa di cerita lainnya.

 By: Mahasiswa Indonesia di Maroko, Afrika Utara.

Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More