Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Kamis, 28 Juni 2012

Tarekat Tijaniyah, Kota Fes, Maroko


Tarekat ataupaun cara, atau jalan. Jika didefinisikan maka akan berarti bahwa tarekat dalam islam adalah jalan atau wadah dimana dengan wadah tersebut seorang hamba bisa beribadah kepada Allah dengan khusu,. Salah satu terekar yang telah masyhur di dunia adalah terakat tijani, yang bermarkas di Kota fes, Maroko Afrika Utara. Sekaligus kota fes merupakn kota budaya, kota pelajar, kota ulama di maroko, maka tak heran di kota inilah penulis menimbah ilmu. Tepatnya di Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko. Afrika. Namun kali ini saya nyatakan bahwa penulis hanya fokus study, belum ingin terlibat dalam tarekat apapun.

Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Syekh Ahmad Al-Tijani. Ia dilahirkan pada tahun 1150 H (1737 M) di 'Ain Madi, sebuah desa di Aljazair.
Syekh Tijani memiliki nasab sampai kepada Rasulullah SAW, yakni dari Sayyidah Fatimah Al-Zahra, putri Rasulullah SAW.

Nama lengkapnya adalah Abu Al-Abbas Ahmad Ibn Muhammad Ibn Mukhtar Ibn Ahmad Ibn Muhammad Ibn Salam Ibn Abi Al-Id Ibn Salim Ibn Ahmad Al-'Alawi Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Abbas Ibn Abd Jabbar Ibn Idris Ibn Ishak Ibn Zainal Abidin Ibn Ahmad Ibn Muhammad Al-Nafs Al-Zakiyyah Ibn Abdullah Al-Kamil Ibbn Hasan Al-Musana Ibn Hasan Al-Sibti Ibn Ali Ibn Abi Thalib.

Ia meninggal dunia pada hari Kamis, tanggal 17 Syawal tahun 1230 H, dan dimakamkan di Kota Fez, Maroko. Sejak kecil, Syekh Ahmad Al-Tijani telah mempelajari berbagai cabang ilmu, seperti ilmu usul, fikih, dan sastra. Menginjak usia tujuh tahun, ia sudah hafal Alquran.

 Dikisahkan, saat usianya masih remaja, Syekh Ahmad Al-Tijani telah menguasai dengan mahir berbagai cabang ilmu agama Islam sehingga pada usia di bawah 20 tahun, ia sudah mengajar dan memberi fatwa tentang berbagai masalah agama.
Pada usia 21 tahun, tepatnya di tahun 1171 H, Syekh Ahmad Al-Tijani pindah ke Kota Fez, Maroko, untuk memperdalam ilmu tasawuf.

Selama di kota ini, ia menekuni ilmu tasawuf melalui kitab Futuhat Al-Makiyyah di bawah bimbingan Al-Tayyib Ibn Muhammad Al-Yamhalidan Muhammad Ibn Al-Hasan Al-Wanjali. Al-Wanjali berkata kepada Syekh Tijani, ''Engkau akan mencapai maqam kewalian sebagaimana maqam Al-Syazili (pendiri tarekat Syadziliyah-Red).'

Selanjutnya, Syekh Al-Tijani berguru pada Syekh Abdullah Ibn Arabi Al-Andalusia. Syekh Abdullah berkata padanya, ''Semoga Allah membimbingmu.'' Kata-kata ini diulang sampai tiga kali. Itulah sebabnya para pengikut tarekat tijani selalu datang berziarah ke makan syekh Ahmad Tijani, mereka berasal dari penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Kota Fes. 28 Juni 2012.

                                      Foto Pengunjung terekat tijaniyah, Asal Afrika.

By Sukmahadi (Penulis. Mahasiswa Indonesia di Univ. Sidi Mahammed Ben Abdelah, Maroko, Afrika Utara.) Email: afikrihaditomandar@yahoo.com


Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More