Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Kamis, 21 Juni 2012

Dalil Dalam Al-Quran Tentang Sesatnya Ahmadiyah


Amir Nasional Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Abdul Basit menegaskan Jamaah Ahmadiyah meyakini bahwa pangkat Nabi Muhammad SAW sebagai khatamun Nabiyyin (Penutup Para Nabi) tidak menutup munculnya nabi setelah Muhammad SAW.
Dengan perkataan ini, telah jelas bahwa Ahmadiyah merupakan ajaran yang sesat dan menyesatkan bahkan fatwa Ulama mengkafirkan ajaran ini. Walaupun Ahmadiyah berkali-kali mengatakan percaya, yakin kepada Al-quran tapi kenyataannya Ahmadiayah mendustakan dan meragukannya juga karena telah jelas dalam Firman Allah SWT:

 « ما كان محمد ابا أ احد من رجالكم ولكن رسو ل الله وخاتم النبين و كان الله بكل شيء عليما« 
Artinya : "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al ahzab: 40)

 Kata penutup para nabi ini telah jelas bahwa tidak  ada nabi sesuda Nabi Muhammad SAW. Kalau Jamaah Ahmadiayah benar-benar berpedoman kepada Al-quran maka seharusnya tidak mempercayai Pria yang berkebangsaan India Hazrat Mirza Ghulam Ahmad  sebagai Nabi dan Rasul. Abdul Basit menegaskan bahwa Jamaah Ahmadiyah meyakini bahwa pangkat Nabi Muhammad saw sebagai khatamun nabiyyin (Penutup Nabi) tidak menutup munculnya nabi setelah Muhammad SAW , berarti abdul Basit meragukan firman Allah (Al-Quran) karena apa yang tertera di dalamnya semua benar dalam surah Al-Baqorah disebutkan :

ذ لك الكتاب لا ريب فيه
Artinya : Inilah kitab yang tdak ada keragu-raguan di dalamnya (Q. Al-Baqorah ayat 2)

Perbedaan antara muslimin dengan Ahmadiyah  bahwa muslimin adalah orang yang beribadah kepada Allah semata dan menjadi pengikut Rasulnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan beriman bahwa dialah shalallahu ‘alaihi wasallam penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahnya. Adapun ahmadiyah adalah orang yang mengikuti Mirza Ghulam Ahmad, mereka adalah orang-orang kafir dan bukan muslimin, karena mereka meyakini bahwa Mirza adalah nabi setelah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Dan barang siapa yang berkeyakinan seperti ini maka dia kafir menurut seluruh ulama muslimin, dan berdasarkan firman Allah di atas.

Salah satu jamaah Ahmadiyah mengatakan bahwa di seluruh belahan dunia, di manapun orang-orang Ahmadiyah berada berkeyakinan dengan kuat , Tiada Tuhan selain Allah, dan yang tak dapat di tawar lagi Muhammad adalah RosulNya.
Oleh karena itu jikalau kalian meyakini bahwa “Tiada  Tuhan Selain Allah dan Muhammad Adalah RosulNya”  maka ikut, yakin,  dan percayalah kepada seluruh Firman Allah dan Seluruh Sabda Rosul Muhammad SAW. Berikut Sabda Rosul:
Yang Artinya: “Aku adalah penutup nabi-nabi, tidak ada nabi setelahku”.(Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad, Al Bukhari, Muslim dan Abu daud)

Wahai para Jamaah Ahmadiyah sekarang buktikan kalau kalian benar-benar  yakin bahwa Muhammad
adalah Rosul Allah maka percayalah sabda (perkataan) beliau seperti di atas (Penutup Nabi-Nabi) tidak ada Nabi sesudahku.

Walaupun para Jamah Ahmadiayah mengungkapkan secara lisan di berbagai media percaya kepada Al-quran dan As-Sunnah tetapi realita sekarang tetap saja menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, maka coba renungi firman dan sabda rosul di atas semuanya telah jelas bahwa tidak ada Nabi/Rosul sesuda Nabi Muhammad SAW.

Penulis sendiri mengamati bahwa sampai saat ini gerakan semacam Ahmadiyah ataupun semacamnya sama sekali tak terdapat di Negara Kerajaan Maroko ini. Saya sebagai Mahasiswa Universitas Sidi Mohammed Ben Abdellah Fez, Maroko sempat mewawancarai bebrapa Syekh dan para Mahasiswa  seraya berkesimpulan bahwa tidak ada Nabi/Rosul sesuda Nabi Muhammad SAW.
Kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT mudah-mudahan senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus, dan mudah-mudahan ulasan di atas bermamfaat bagi pembaca  Wallahu A’lamu.
 Jika dalam tulisan ini terdapat kesalahan mohon dimaafkan karena saya adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan (Al-insanu Mahallul khothoi wan nisyan)Syukron.


 Foto Bersama Para Santri dan Syekh Darul Tahfizh Quran Kota, Fes. Maroko, Afrika Utara.

Ditulis Oleh Mahasiswa Indonesia di Maroko.Email: afikrihaditomandar@yahoo.com


Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More