Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Minggu, 24 Juni 2012

Marhaban Ya Romadan

Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagiamana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”. (AlBaqoroh:183)

Marhaban……..Marhaban ……..Marhan Ya Ramamdhan……! Kalimat inilah yang akan terucap  pada lisan sebagian muslimin serta mukminin di seluruh dunia, karena seiring berjalannnya waktu, detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan hingga tak terasa bulan yang ditunggu-tunggu, bulan yang penuh maghfiroh (ampunan) bulan yang sangat dirindukan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia yaitu “Bulan Suci Ramadhan” yang tak lama lagi akan tiba. 

Oleh karena itu al-katib mencoba menguraikan tentang bulan suci ramadhan. sebenarnya  hal-hal seperti ini sudah sangat ma’ruf dikalangan kita, namun apa salahnya jikalau kembali diasah melalui dalil-dalil naqli, agar menjelang masuknya bulan suci ramadhan  hati, mental, planning semuanya serba siap memasuki  bulan yang penuh Rahmah, Maghfirah, Berkah (Kasih Sayang, Ampunan) Dan lain sebagainya……Marhaban Ya Ramadhan.

Sucikan hati, siapkan diri, serta ikhlaskan hati dalam menyambut bulan suci ini.Saya kembali mengingatkan bahwa  dalam berpuasa itu dari segi bahasa berarti Al-Imsak ataupun dengan arti MENAHAN, kata yang tergaris bawahi tersebut sangat bermakna dan bermulti arti. Dimana Puasa seseorang individu harus menahan dari makan dan minum, menahan marah, menahan diri untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh sang khaliq selama di bulan suci ramadhan bahkan diluar ramadhan. Jikalau ada individual yang di luar bulan suci ramadhan hari-harinya penuh dengan maksiat maka memasuki bulan suci berhijrah ke jalan Allah menuju jalan kebahagian dunia dan akhirat, dengan demikin kita akan menemukan ketenangan jiwa, raga, ketenteraman, karena tujuan hidup sudah terarah.

Sauadara-saudaraku, walupun kita belum berpuasa namun tulisan ini akan lebih dulu menjumpai orang-orang  yang akan berpuanya agar menjadi ma’rifah bagi seluruh umat mukmin. Ketahuilah bahwa dalam  berpuasa, hendaknya mensucikan hati dari segala aib, sucikan jiwa dari segala noda, dan bersihkan tubuh dari segala kotoran. Berlepas dirilah kepada Allah dari musuh-musuh-Nya, tuluskan hati dalam mencintai-Nya, berpuasalah dari segala larangan-Nya dalam kesunyian dan terang-terangan, takutlah kepada Allah dengan yang sebenarnya dalam kesunyian dan terang-terangan, serahkan diri kepada Allah pada hari-hari puasa, kosongkan hati untuk-Nya, dan bagilah dirimu untuk-Nya dalam menjalankan perintah-Nya dan berdoalah pada-Nya. Jika  telah menjalankan semua itu, maka kita adalah orang yang berpuasa karena-Nya alias Ikhlas karena Allah SWT tak ada niat yang lain. Perlu saudara-sauadarku ketahui bahwa bulan suci ramadhan merupakan bulan, Allah SWT melipat gandakan amal (Pahala) kebaikan seseorang.

Berbahagialah bagi kaum muslimin yang akan memasuki/manyambut bulan suci ramadhan yang dikhususkan untuk ummat habibullah Muhammad SAW. Sebab di bulan ini seorang individual mukmin mendapatkan waktu yang tepat khusu’ beribada  Kepada-NYA dibarengi dengan puasa yang ikhlash seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW:

Dari Abu Hurairah berkata:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه
“Barangsiapa yang puasa karena iman dan berharap pahala dan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.

Pada bulan yang paling indah ini yang sangat besar ganjarannya disisi Allah  dan berlimpah; karena itulah hendaknya setiap muslim bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu yang agung ini dan menerimanya dengan taubat yang nusuh (sebenarnya) dan niat yang benar untuk ketaatan, dan keinginan yang kuat, himmah aliyah (semangat yang bergelora) untuk melanjutkan ketaatan hingga akhir ramadhan; sehingga menjadi orang yang ditulis oleh Allah terbebas dari api neraka, dan perbanyaklah di dalamnya amalan-amalan kebaikan.

My Brothers fil Islam……..Bulan suci  Ramadhan dimana orang –orang  muslim menjalankan ibadah puasa yang mngandung beberapa makna, nilai sekaligus melatih individual muslim  dalam beberapa hal diantaranya  poin yang paling penting adalah:

Kesabaran : Puasa terdapat di dalamnya nilai kesabaran dan  penuh jiwa pejuang adalah yang mampu mengemban rasa haus, lapar dan hawa nafsu, menerima dengan riang gembira akan rasa letih, sederhana dan kerasnya hidup, selama hal tersebut berada di jalan Allah.
Sehubungan dengan turunnya Rahmat Allah SWT di bulan suci ramadhan hendaknya orang mukmin senantiasa memperbaiki silatu rahmi, sebarkan kasih sayang  hindari sifat dengki dan penyakit-nyakit hati lain lainnya, dengan demikin rahmat Allah akan datang dengan mudah.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya  orang-orang beriman adalah bersaudara, karena itu perbaikilah hubungan dua saudara diantara kalian dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian diberikan rahmat”. (Al-Hujurat:10)

Hikmah Menahan Lapar: Dalam menjalankan ibadah puasa tentunya rasa lapar haus dahaga sehingga dapat menimbulkan pemikiran bahwa dunia yang sangat lebar ini tentunnya ada saudar-saudara kita yang merasakan hal ini di luar bulan suci ramadhan sehingga seorang mukmin hatinya akan terketuk untuk bersikap dermawan.

Bulan Suci Ramadhan ….rasanya rindu akan terobati dengan kehadiran bulan suci ramadhan yang hanya hadir sekali dalam setahun oleh karena itu kembali al-katib mengingatkan Mamfaatkanlah momen Bulan Suci Ramadhan Untuk Bribadah dengan Khususebab Ramadhan yang akan datang berikutnya belum tentu jasad ini akan menikmatinya. Semua ketukan jari ini merupakan ketukan jari seorang manusia biasa bukan manusia maksum dengan ini saya katakana Wallahu a’lam Bishowab.Syukron………….

          By Sukmahadi@:  Bersama Dosen Studi Islam di Maroko. Afrika Utara.
Alhamdulillah Berkat Allah SWT. Tulisan ini berhasil dipublikasikan di situs media sosial islam dakwatuna.com http://www.dakwatuna.com/2012/06/21287/marhaban-yaa-ramadhan/

(Artikel Yang Kutulis  Di Negeri Seribu Benteng (Maroko) Sebagi Pengobat Rindu Pada Kampung Halaman, Penulis Mahasiswa Indonesia Di Maroko)




Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More