Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Rabu, 16 November 2011

Renungan Untukmu Muslimah...

Bismillahirrahmanirrahim..Saudariku yang kucintai karena Allah..

Ada sebuah kisah yang ingin saya bagikan. Semoga kita sama-sama dapat merenung dari kisah ini, dan mengambil ibroh (pelajaran) darinya. Kisah ini diceritakan oleh salah seorang saudariku dengan perasaan teramat sedih dan teriris hatinya. Ia mendengar dan menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Tanpa bermaksud merendahkan atau menghina siapapun, semoga kisah ini dapat kita petik hikmahnya. Khususnya bagi para pembaca catatan ini, saudari-saudariku yang kucintai karena Allah..

Suatu hari, saudariku sedang menjaga toko kecilnya yang terletak di pinggir jalan. Ia melihat dua orang laki-laki tengah asyik bercengkrama di pinggir jalan. Meskipun berjarak sedikit jauh, namun saudariku itu dapat mendengar jelas percakapan kedua laki-laki itu.

Ternyata keduanya sedang membicarakan seorang wanita yang  tengah lewat tak jauh dari mereka. Wanita itu berjalan berlenggak lenggok di depan keduanya sambil begitu asyik memegangi HPnya.  Tapi karena saking asyiknya bermain HP, si wanita tak mengetahui bahwa ia sedang disorot dan menjadi bahan omongan kedua laki-laki itu.

Laki-Laki 1: “Hey kawan, kamu lihat tidak wanita itu..?”
Laki-laki 2: “emmm.... (sambil menebarkan pandangannya ke segala penjuru arah).. Oo..yang berjilbab pink tapi berpakaian serba ketat itu ya? ”
Laki-laki 1: “iya, betul. Yang berjalan berlenggak-lenggok sambil memegang HPnya itu”..
Laki-laki 2: “iya, memangnya kenapa dengan wanita itu? Lu kenal dengan dia? ”
Laki-laki 1: “hahaha.. bukan kenal lagi, bahkan sangat tau. Dia itu bekas pacar saya.. ” (sambil tertawa terbahak-bahak)
Laki-laki 2: “Weitssss...  ‘bekas’??? gitu amat ngomongnya!.. ‘Mantan’ pacar kalii... ”
Laki-laki 1: “hahaha.. sorry kawan, tapi memang ‘bekas’ kok. Soalnya sewaktu kami pacaran dulu, dia dengan rela memberikan apa pun yang aku mau.. Ia dengan rela membiarkan tangan mulusnya itu ku sentuh. Ia dengan rela membiarkan aku menjadikannya objek khayalan dan imaginasi tiap kali aku memandangnya. Bahkan ia sering bercerita kepadaku tentang dirinya. Jadi, bagaimana mungkin aku tak mengenali seluk beluknya?. Aku sangat tau dia, dari yang paling baik hingga yang paling buruk sekalipun. Bahkan kalau aku jadi dia, seharusnya aku MALU kalau segala rahasianya di ketahui oleh orang lain.. Ckk..Ckk..Ckk..Dasar perempuan jaman sekarang!. ”

Laki-laki 2: “hahaha.. Yang betul itu....‘dasar lelaki jaman sekarang’.... Kok maunya sama perempuan seperti itu.. hmmm.. Tapi kalau dari jauh, dia kelihatannya baik dan cantik kok, apalagi dia berjilbab.. Kalau Gue mau jadiin dia pacar, gimana? Hahaha.. ”
Laki-laki 1: “Sob, dari luarnya aja kelihatan baik. Tapi kamu gak tau kan,  kalau sebenarnya dia wanita yang jauh sekali dari harapan laki-laki baik. Dia memang berjilbab, tapi lihat pakaiannya.. fuuiihhh.. sangat ‘mengundang’ bagi laki-laki yang melihatnya. Itu namanya, yang ditutupi sebenarnya cuma kepalanya saja, auratnya mah NGGAK. Yaahhh, kalau kamu mau, ambil saja.. Dia sendiri aja rela menjadikan dirinya ‘piala bergilir’, Digilir kesana kemari.. Kalau aku sih, ogahh lagi-lagi... Sekarang aku mau nyari wanita sholehah yang bisa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Dan yang pasti langsung nikah aja.. gak usah pake pacaran. Nggak ada guna!. Hehehe.. ”

Laki-laki 2: “hahaha.. lagak lu!!.. Bahasamu tuh ketinggian sob, sama tingginya sama harapan lu.. Perbaiki diri sendiri dulu, baru bisa dapat wanita sholehah, wanita idaman semua pria, dunia akherat dahhh.. Wanita yang bukan hanya bisa menentramkan hati, tapi juga bisa jadi pendidik yang baik bagi anak-anak kelak. Banyak berdoa aja sama Alloh, sob. Gua juga do’ain lu kok.. ”
Laki-laki 1: “Makasih, sob.. Iya, makanya sekarang aku lagi berusaha memperbaiki diri, mudah-mudahan aja dapat jodoh yang baik, bukan wanita biasa yang bisa di dapatkan dengan mudah, seperti pajangan di etalase-etalase toko.”
Laki-laki 2: hahahaha..

Saudariku... tidakkah kalian sedih membaca kisah ini?? Tidakkah hati kalian miris dibuatnya? Tiap deret kata di kisah ini, ku tulis ini dengan begitu berat menahan air mata..Dibenakku ada begitu banyak kekhawatiran tentang pergaulan muda-mudi yang tanpa ada batas.
Saudariku... tak sadarkah bahwa kalian begitu berharga?? Andai engkau tahu betapa mulia dirimu... Mengapa engkau dengan mudahnya menghinakan diri kalian sendiri ? Memudarkan kehormatan diri dan kesucian hati dengan menjalin ikatan yang belum halal dengan lelaki yang bukan muhrim...?
Ukhtifillah.. Sayangilah diri kalian.. Karena Allah begitu menyayangi kalian.. Sudikah kita perlihatkan anugerah keindahan diri kita untuk dijadikan ‘objek khayalan dan imaginasi’ laki-laki? Sudikah jika jari jemari dan tubuh kita bukan hanya bisa dilihat atau di sentuh, namun begitu mudah dikenali seluk beluknya? Dan apakah kita mau menjadi FITNAH TERBESAR dan penyebab dosa bagi mereka (kaum Adam)? Sudikah?.. Relakah..??? Tsumma Naudzubillah..
Katakan TIDAK ukhty..!! Dan berAZZAM lah bahwa mulai hari ini kita semua bersama-sama menjaga kehormatan diri dan kesucian hati. Yakinlah akan janji Allah, bahwa wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik pula. Bahwa jodoh kita sudah di tentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita dilahirkan ke dunia ini.
 Allah Swt. berfirman: “Katakanlah kepada wanita beriman, agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan mereka. Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali perhiasan luar yang sudah biasa terlihat, dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai ke dada..”( QS An-Nur : 31)
 “Hai! Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang yang beriman, agar mereka menutup tubuhnya dengan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab : 59 )
Ukhty, tak ada niat sedikitpun untuk menggurui ataupun merasa paling benar. Krn saya hanyalah wanita biasa yang masih sangat jauh dari kata sempurna kualitas akhlak dan imannya pada Allah. Tp ukhty, mari bersama-sama menuju ketaatan padaNya meskipun dengan merangkak, tertatih-tatih dan jatuh bangun, semua itu demi meraih RidhaNya.
Ukhtifillah Rahimakumullah..  Jadilah wanita idaman setiap pemuda penghuni surga.. Tundukkan pandangan dan jagalah kemaluanmu dari apa apa yang bukan hakmu. Berlemah lembutlah dan beri ketegasan siapa dirimu, dan untuk apa kamu diciptakan. Jagalah mahkotamu , Mahkota keanggunan dan kemuliaan yang selalu ditujukan kepada Rabbmu.. Yang menciptakan kecantikan iman dalam diri seseorang.. Seorang  Muslimah sejati….
Wallahu’alam bisshowab.

Penulis Adalah Mahasiswi Universtas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jurusan Bahasa Dan Satra Arab.

Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More