Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Hubungan Seksual Suami Istri Dalam Islam

Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor..

Apakah Jilbaku Jilbab Syar'i

Subhanallah jilbab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul. Jilbab itu ‘iffah (kemuliaan). Jilbab itu kesucian. Jilbab itu pelindung. Jilbab itu taqwa. Jilbab itu iman. Jilbab itu haya’ (rasa malu)..

Menghafal Al-Quran Ala Maroko

Menghafal alqu’ran, saya yakin semua umat muslim ingin menghafal al-qu’an, sebab al-quran merupakan mukjizat penutup para nabi dan Rosul yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan merupan petunjuk untuk umat muslim, dan untuk semua manusia, berbagai alasan yang ada sehingga kebanyakan of the moslem hanya terucap dibibir namun sulit terlaksana..

Wanita Idaman Ikhwan

Ikhwan yang bersipat insani tentunya mengidam-idamkan wanita, yang bakal memperkokoh keimanan kepada Allah SWT. seiring berkerbangnya roda era globalisasi maka tentunya untuk menemukan wanita yang benar-benar sholehah mungkin sudah sangat sulit atau jarang.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 24 Februari 2012

Apakah Dia Jodohku….?

Ana terima Antum jadi calon Imam dalam hidup ana
Dan kita akan halal dalam Aqad mubarak dengan Ridho Nya, insya Allah.
tapi kenapa hati ini berkata antum akan menikahi dirinya “ukhty itu” dan bukan diriku?

Begitulah curhatan salah seorang saudariku, hati menjadi gelisah, hidup terasa hampa, setelah mendengar kabar bahwa sang pujaan hati menikah dengn orang lain. Suatu ketika saya mebuka jejaring sosial facebook kasus yang sama dialami oleh sahabatku sendiri”…
“Sobat tolong aku, kasihani aku, tolong nasehati diriku, semangatku hidupku sudah tidak ada setelah , mendengar kabar pacarku menikah dengan orang lain padahal kami telah pacaran dalam waktu yang lama (bertahun-bertahun)”
Mungkin ini salah dari sekian ribu contoh yang dialami oleh segenap anak muda yang sedang dilanda asmara cinta. Memang kehadiran cinta dalam diri setiap insan merupakan wujud fitrah atau hal yang wajar, cinta tak bisa dipisahkan dari kehidupan insani di dunia.

‘’Hidup Tanpa Cinta Bagaikan Sayur Tanpa Garam” 

The love is a life, If you love your life make love in your life. Cinta pada orang tua, saudara, keluarga, istri dan anak itulah cinta tak akan pernah sirna dalam muka bumi. Perbincangan pun berlanjut hingga berjam-jam, saya sebagai teman merasa prihatin, hingga hatiku pun tersentuh untuk memberinya solusi denga jawaban yang lembut. “Allah maha dari segala-galanya, Allah maha mengatur, yakinlah bahwa jodoh itu ada pada tangan kekuasaan Allah, mengatur dan memberi jodoh yang terbaik untukmu…….jadi sekarang antum harus semangat hidup. Satu hal yang perlu antum ketahui adalah jangan sampai studi kuliah terbengkalai hanya karena cinta kepada seorang gadis, atau hanya karena pacaran, sebab gadis yang antum cintai belum tentu jodohmu, yang terpenting sekarang adalah selesaikan study secepat mungkin lalu cari pekerjaan dan terahir cari istri yang sholehah insya Allah itu yang terbaik untukmu sobat, terima kasih sobat kenapa itu tak terpikir olehku sebelumnya,,” jawab sobatku.”

Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah". (HR. Muslim). Itulah sabda rasulullah…

Yah…itulah cintah ada manis ada pahit, ada canda ada tawa, ada suka ada duka. Olehnya itu akan lebih afdhol jika tidak mengalami cinta terhadap seorang  gadis tanpa dibarengi kaidah islam yang benar, dalam islam dikenal dengan ta’aruf bukan pacaran dan itupun ada batas-batasanya dan diatur oleh syariat. Bahkan banyak yang ditayangkan di berbgai TV, ada yang sampai bunuh diri akibat diputuskan oleh sang pacar, naudzu billah min dzalik, padalah Allah sangat menyayangi hambanya dengan melarang kita untuk bunuh diri.
Sudah menjadi fitrah cinta yang timbul antara pria dan wanita yang bukan mahram. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al Quranul Karim. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (Q.S Ar Rum [30] : 21).

Cinta mengandung energi yang sangat besar, energi yang sangat luar biasa. Itulah kenapa seorang ibu rela berkorban sekalipun nyawanya demi sang anak. Seorang suami dapat tak hiraukan lelah dan peluh yang bercucuran demi anak istrinya. Para sahabat rela berkorban demi Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Dan Romeo yang rela mati demi Juliet kekasihnya

Namun, teruntuk pemuda-pemudi yang sedang dilanda rasa cinta, hendaknya membendung rasa cinta terhadap lawan jenis yang bukan muhrim sebab hal itu akan menimbulkan fitnah, dan syahwat jika sering berdua-duaan maka syetanlah yang bakal menjadi pihak ketiga. Oleh kerena itu pacaran di era modern ini, cium,peluk pun kadang dilakukan oleh muda-mudi zaman sekarang bahkan bukan muda-mudi aja yang duda, janda pun melakukan hal demikian, yang paling parah lagi adegan tersebut dilakukan pada acara wawancar infotaimen (didepan kamera), wah wah….benar benar islam KTP,,,,.

Jodoh, reski, umur, semuanya sudah diatur oleh Allah SWT, jadi jika ada diantara kita mencintai seseorang bahkan sudah dikhitbah melalui lisan, dan ternyata pada ahirnya calon suami, istri tersebut tiba-tiba berbelok haluan maka Allah yang maha mengetahui semua, mengatur dan memberi yang terbaik untukmu,/untuk hambanya. Lalu yakinlah. Bahwasanya jelas janji-Nya dalam Al-Quran. Telah Ia siapkan laki-laki baik untuk perempuan-perempuan baik, pun sebaliknya. Jika dalam al-huda itu pun telah jelas tertulis, maka masih adakah alasan kita untuk meragu? 

Bukankah kita sudah yakin dengan janji-NYA yang tertuang seperti ini dalam ayat cintaNYA?
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS. An-nuur [24] : 26)

Saudaraku yang manis, yang cantik, ganteng, baik, mari menumbuhkan cinta suci di jalan Allah Subahan wataala, menjalin cinta tanpa melakukan kemaksiatan, dengan menjadikan cinta halal dan bersanding di pelaminan dengan ikatan aqod Nikah tanpa melalui pacaran.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya,

“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku.” (HR. Ahmad).

 Butiran tasbih, dan lantunan doa dari hambanya yang dho’if serta sholeh, berserah diri pada sang ilahi disaat suka ataupun duka itulah hakikat sikap hamba yang senantiasa menerapkan ketawakkalan kepada Allah SWT. Artikel yang kutulis saat musim dingin terasa menusuk jantung akibat dinginnya salju di Negeri Seribu Benteng Maroko.

email: afikrihaditomandar@yahoo.com

Jumat, 17 Februari 2012

Wisata Maroko: Qurawiyyin Univ. Tertua Di Dunia

Di era globalisasi ini, tentunya  banyak hal yang akan selalu berubah sesuai perkembangan dunia, mulai dari bidang ekonomi, kehidupan, bangunan, sampai pendidikan akan terus berkembang mengikuti perkembangan era modern. Realita saat ini dalam bidang pendidikan banyak Madarasah, Universitas (Perguruan Tingggi) merenovasi bangunan, cara mengajar, dari yang kuno  menuju cara modern.

Misalnya saja, Universitas pada zaman dahulu belum mengenal pasilitas computer, internet, LCD, akan tetapi saat ini rata-rata lembaga pendidikan baik Madrasah, Universitas (Perguruan Tinggi) mengunakan pasilitas yang saya sebutkan di atas. 

Di tengah kesibukan-kesibukan sebagai mahasiswa di Universitas Sidi Mohammed Ben Abdellah Fez, Maroko saya menyisipkan waktu untuk menta,kidakan (memastikan) dan menyaksikan secara langsung Universitas yang tertua di dunia yaitu Universitas Qorawiyyin., yang letaknya tak jauh dari Universitas yang saya tempati saat ini.

Universitas Al-Qorawiyyin  
                     
Telah tercatat dalam sejarah lembaga pendidikan yang terbilang tua di dunia adalah Universitas al-Qorawiyyin, di Fez, Maroko. Museum Rekor Dunia  mencatat bahwa lembaga pendidikan yang pertama kali memberi gelar kesarjanaan adalah Universitas Qorawiyyin gelar ini diberikan pada tahun 1998  dan lembaga ini didirikan pada tahun 859 M..

Awalnya, Universitas Al-Qorawiyyin adalah sebuah komunitas masyarakat pendatang dari qairawan, Tunisia di Kota Fez (Maroko). Komunitas membuat diskusi-diskusi kecil di sebuah masjid. 

Pada perkembangan selanjutnya, Masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus  tempat liqo (pertemuan) para komunitas masyarakat tersebut, banyak diikuti penduduk setempat. Pada akhirnya semakin meluas sampai menjadi lembaga pendidikan, materi yang dibahas semakin meluas baik bidang agama maupun umum. Beragam bidang yang disajikan mampu membetot perhatian para pelajar dari berbagai belahan dunia.
Menurut informasi yang saya dapatkan bahwa salah satu syarat untuk bisa kuliah di Universitas tergolomg tua di Dunia ini bagi penduduk asli Maroko harus menhafal Al-quran sebanyak 30 juz, sedangkan untuk ajanib (mahasiswa asing) bisa kuliah tanpa menghafal Al-quran.


Yang paling menarik dari Universitas tertua ini, adalah proses belajar mengajar, dan bangunan dari zaman kuno sampai di era modern ini masih dipertahankan (tradisional).
Para dosen pengajar duduk di atas kursi dan para mahasisiwa duduk bersilah di atas lantai yang beralasan tikar serta membentuk firqoh—firqoh (kelompok), bukan hanya itu bangunan yang digunakan adalah masjid sampai sekarang (Era Modern) berikut potret proses belajar mengajar di Universitas tertua di dunia.

Akan tetapi walaupun aktivitas Universitas Al-Qorawiyyin sangat tradisional di Era Globalisasi, perguruan tinggi ini pernah melahirkan intelektual muslim. Diantaranya, Abu Abullah Al-Sati, Abu Al-Abbas al-Zwawi, Ibnu Rashid Al-Sabti, Ibnu Al-Haj Al-Fasi, serta Abu Mazhab Al-Fasi, yang memimpin generasinya dalam mempelajari mazhab Maliki. Tak heran bila kemudian, Universitas Al-Qorawiyyin ini menjadi perguruan tinggi paling prestisius di abad pertengahan. 

Bahkan lembaga ini memiliki peran penting dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan di Barat pada abad ke-15 M. Dalam sejarah tercatat, Pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Sylvester II, turut menjadi saksi keunggulan Universitas Al-Qorawiyyin. Sebelum menjadi Paus, ia sempat menimba ilmu di universitas favorit dan terkemuka ini. Inilah sekilas informasi tentang Universitas tergolong tua di dunia, semoga bermamfaat bagi para qori di seluruh penjuru. Foto penulis saat berkunjung ke universitas ini:

Memang benar pusat universitas qurawiyyin yang ada di kota fes, masih sangat tergolong tradisional, akan tetapi universitas ini sudah membuka cabang di berbgai kota lainya. Di antaranya Univ, Qurowiyyin Kulliyah Syariah, dan membuka pula cabang di Kota tetoauna maroko serta di kota-kota lainnya. Perlu diketahui bahwa cabang-cabang yang dibuka diberbagai kota telah menggunakan alat-alat modern. Semoga bermamfaat. sambil berziarah ke uninersitas ini, kita bisa juga menikmati keunikan pasar-pasar tradisional maroko, sebab univesitas ini terletak di tengah pasar kota fes maroko.



E-mail               : afikrihaditomandar@yahoo.com
(Mahasiswa Universitas Sidi Mohammed Ben Abdellah Fez, Maroko Benua Afrika)

Kamis, 09 Februari 2012

APAKAH JILBABKU JILBAB SYAR’I….. ?

Saudriku yang baik hati, yang cantik yang manis, kehadiran tulisan ini merupakan bentuk kepedulian kepada muslimat seluruh Nusantara, sebab roda era globalisasai tak terhenti sedangkan beribu rayuan model pakaian, jilbab bermunculan.

Subhanallah jilbab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul. Jilbab itu ‘iffah (kemuliaan). Jilbab itu kesucian. Jilbab itu pelindung. Jilbab itu taqwa. Jilbab itu iman. Jilbab itu haya’ (rasa malu). Jilbab itu ghirah (perasaan cemburu). Tak kan ada rasa sesal maupun kecewa sedikit pun memakai jilbab ini. Kesetiaan pada jilbablah yang harus dilekatkan di hati.

Allah berfirman :
‘’….. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (QS. An-nisa ayat 13)

Wahai para muslimah jika kita mentaati perintah Allah dan rosul maka kelak akan mendapatkan syurga Allah SWT. Ayat diatas dikutip dari surah an-nisa yang berarti wanita , perhatikanlah dalam al-quran tertera surah wanita sedang surah lelaki tidak ada, ini bertanda bahwa wanita bisa mempunyai peran penting dalam menempu kehidupan dan kemajuan islam tetapi wanita bisa juga menjadi sumber fitnah terbesar jika tidak mentaati kaidah-kaidah Allah dan Rosulnya.
Hijab dan Jilbab adalah masalah Fiqih (Syari’ah),  Keempat Mazhab yang terkenal seperti Mazhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali dan semua ahli Fiqh dan Syariat Islam sependapat bahwa aurat perempuan adalah semua badannya kecuali Muka dan Telepak tangan.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: laki-laki yang  tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim).

Seorang muslimah akan selalu ingin menjadi tampil menarik dihadapan manusia akan tetapi penampilan yang paling menarik dari semua penampilan adalah penampilan yang sesuai syariat Allah sang pengasih dan penyayang hambanya dengan memerintahkan memakai jilbab sebagai penyempurna kewajiban sebagai seorang muslimah yang sudah baligh, hal ini adalah bentuk kasi sayang kepada hambanya khususnya wanita, yakinlah bahwa Allah mengatur semua ini hanya untuk kepada saudariku-sauadariku.

Berikut ini adalah dalil-dalil tentang wajibnya memakai Hijab menurut Al-Qur’an dan Hadits dan penafsiran para Shahabat dan Fuqaha (Ahli Fiqih) Hukum Jilbab dan Hijab:

Dari Khalid bin Duraik: ‘’Aisyah r.a, berkata : ‘’Suatu hari, asma binti abu bakar menemui Rosulullah SAW. DENGAN MENGGUNAKAN PAKAIAN TIPIS, beliau berpaling darinya dan berkata : ‘’wahai asma’’ jika perempuan sudah mengalami haid, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang terlihat kecuali ini dan ini, sambil menunjuk ke wajah dan kedua telapak tangan.’’ (HR. Abu Daud).

Aurat wanita yang tidak boleh terlihat di hadapan laki-laki lain (selain suami dan mahramnya) adalah seluruh anggota badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Hal ini berdasarkan dalil hadis di atas dan ayat ayat berikut.

1.. Alquran surah An-Nur ayat 31, “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkkan khumurnya (Ind hijab) ke dadanya….” Ayat ini menegaskan empat hal:

a. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah.
b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.
c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak.

 Para ulama mengatakan bahwa ayat ini juga menunjukkan akan haramnya menampakkan anggota badan tempat perhiasan tersebut. Sebab, jika perhiasannya saja dilarang untuk ditampakkan apalagi tempat perhiasan itu berada. Menurut Ibnu Umar r.a. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan. 

d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau, dalam bahasa kita disebut hujab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurat yang harus ditutup. Berarti tidak cukup hanya dengan menutupkan hijab pada kepala saja dan ujungnya diikatkan ke belakang. Tetapi, ujung jilbab tersebut harus dibiarkan terjuntai menutupi dada.

2. Hadis riwayat Aisyah r.a., bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi).

Hadis ini menunjukkan dua hal:
1.  Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat. 

Dari kedua dalil di atas, jelaslah batasan aurat bagi wanita, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan menghasilkan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa. Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat shalat saja atau ketika hadir dipengajian, namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada laki-laki lain bisa melihatnya.

Pembaca yang budiman, jika memperhatikan realita arus kehidupan dunia yang penuh dengan godaan, terkadang saudariku merasa malu menggunakan pakaina muslimah, dengan beberapa alasan:

1.      Malu, terkadang ada muslimah yang sudah paham tentang arti dan kewajiaban memakai jilbab syar’i tetapi masih dihantui perasaan malu terhadap teman, keluarga dan lingkugan. Pesan untuk saudari-saudariku yang cantik harapan umat” jangan malu dalam menjalankan Syariat Islam sebab itulah jalan yang lurus tapi malulah jika tidak taat kepada syariat Allah”
2.      Takut dicap teroris, seiring perputaran kehidupan yang canggih anak manusia maju memasuki era globalisasi maka kebanyakan perbuat-perbuat teror yang dilakukan oleh oknum dan salah dalam mengartikan jihad sehingga pada ahirnya setiap ada teror terbukti atau tidak biasanya dituduhkan kepada muslin/muslimat, sehingga terkadang ada ibu rumah tangga yang melarang anaknya untuk memakai jilbab syar’i. “Pesan, tidak usah takut dicap teroris sebab Allah bersama kita’’ kalaupun polri atau amerika sekalipun menuduh kita yang tidak-tidak lalu kemudian diadili maka engkau mati syahid sebab mempertahankan keimanan dan difitnah.

Setalah membahas beberapa dalil diatas telah jelas bahwa dalam berpakaian saat ini ada beberapa kriteria atau syarat. Syarat-syarat pakaian penutup aurat wanita pada dasarnya seluruh bahan, model, dan bentuk pakaian boleh dipakai, asalkan memenuhi syarat-syarat berikut.

1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Tidak tipis dan transparan. (Sesuai hadits di atas)
3. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat).
4. Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.

Teruntuk saudari-sauadariku yang cantik, yang peduli pada diri sendiri atas kehidupan akhirat pakailah pakaian yang sesuai syariat Allah, insya Allah engkau bahagia dunia dan akhirat sebab hati ini akan tenteram jika melaksanakn syariat islam. Jika memakai pakaian yang tidak sesuai syariat saya yakin bahwa sebenarnya dalam hati kecil kita berkata sebenarnya aku suka berpakaian syariat tapi pikiran dan hawa nafsu ingin berpakaian yang tidak sesuai syariat Allah.
Pakaian muslimah sekarang kebanyakan membungkus bukan menutup, perbedaan membungkus dan menutup, contoh menutup itu berpakaian tapi lekuk-lekuk masih sangat terlihat, transparan, akibat pakaian kekecilan dan ketat dikategorikan membungkus. Sedangkan menutup, berpakaian dengan baik rapi tanpak tidak menampakkan model-model lekuk-lekuk tubuh alias tidak ketat.

Teringat salah satu artikel www.arrahmah.com berikut bunyinya:

Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab
Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?
 Kami jawab, ”Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan”

Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?
 Kami jawab, ”Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan!

Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?
Kami jawab, ”Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa jika sudah keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Mengapa mesti menunda berhijab? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.”

Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:
“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh.

Subhanallah..
Masihkah kamu ragu wahai Ukhti fillah untuk menutup kemolekan tubuhmu dengan hijab? masihkah?  Ingatlah, sesungguhnya api neraka akan membakar tubuh yang kau sajikan untuk lelaki hidung belang, kau bisa beralasan ini dan itu, Demi Allah, sesungghnya, kita tak akan mampu menebak kapan nyawa ini akan diambil oleh Malaikat Maut! Innalillahi waa inna ialaihi rojiun. Demikianlah artikel yang sempat saya kutip.
Jadi, terustran saja mata ini sudah sering kali dibelokkan oleh syetan, sebab dimananpun saya berada baik di luar Negeri ataupun dalam Negeri begitu banyak wanita muslimah yang tidak menyadari hal ini. Lelaki hidung belang seenaknya menyajikan pesona yang tak pantas. 

Saudariku yang muslimah, yakinlah bahwa syariat mengatur kehidupan kita, itu semua teruntuk kebaikan dan kemashlahatan dunia dan akhirat, tidak akan ngaruh kekokohan Allah sebagai tuhan, jika saudariku berhijab syar’i atau tidak, hasilnya akan kembali kepada diri pribadi kita masing-masing. Mohon maaf dengan sebesar-besarnya jika bahasa-bahasa yang digunakan terlalu over sebab ini semua agar mudah dipahami tak ada niat kecuali saling memingatkan, wallah a’lamu bishowab.

Tulisan ini dimuat juga di situs dakwatuna.com klik:http://www.dakwatuna.com/2012/03/19080/apakah-jilbabku-jilbab-syari/


 Sukmahadi , Maroko. Afrika Utara.
email: afikrihaditomandar@yahoo.com

Jumat, 03 Februari 2012

Wisata Maroko: Ifrane Kota Salju.

Musim dingin, ada keunikan tersendiri jika musim dingin tiba di Negeri Seribu Benteng, di antaranya berwisata ke Kota Ifrane, dimana kota ini penuh dengan salju putih ditambah lagi para wisatawan bisa bermain teleski dan berbagai permainan yang ada di Kota ini.Berikut foto penulis saat bermain teleski:


Ifrane  adalah sebuah kota di bagian utara Maroko berdekatan dengan Fes yang  merupakan kota tertua di Maroko. Bagi masyarakat Maroko, mendengar Ifrane  langsung membayangkan hawa dingin menusuk kulit dan pohon-pohon cemara berwarna putih berbalut salju.  Ifrane memang termasuk kawasan bersalju di Maroko yang dikembangkan oleh Perancis selama era protektorat. Karena iklimnya  yang tak beda dengan pegunungan Alpen, gaya Eropa sangat melekat di daerah ini. "Seolah-olah desa Alpen" menurut literatur di wikipedia.

Ifrane berasal dari bahasa amazig salah satu suku penduduk asli maroko, dan mayoritas penduduk kota ifrane adalah suku amazig, kota ifrane merupakan kota yang bermotif eropa dan berdekatan dengan kota ilmu yaitu kota fes. Kali ini penulis beserta teman-teman mahasiswa/pelajar indonesia memempuh perjalanan dari kota fes menuju kota ifrane dengan jangka waktu 45 menit.

Selama perjalanan dingin pun menyelimuti dan salju putih pun mulai terlihat membuat kami ingin cepat-cepat sampai ke tempat tujuan wisata, setelah sampai ke ifrane rasa penasaran pun terobati rasa kagum melihat salju putih menghiasi kota, ,memenuhi jalan, membuat atap-atap rumah putih akibat hujan salju.

Pemandangan salju putih ini bisa kita nikmati saat musim dingin yang biasanya dijumpai bulan January dan februari. Setelah mengelilingi kota ifrane rasanya kurang puas jika tak sampai ke tempat pusat wisata yaitu michleven, dengan jarak tempuh 35 menit dari kota ifrane. Nah disini lebih indah dari kota ifrane sebab wisatawan bisa bermanja-manja dengan bermain teleski di atas salju putih dan multipemainan lainnya. 

Michleven, wisatawan yang datang ke tempat ini berasal dari berbagai Negara, dan berbagai kota di maroko, bahkan tak jarang dari mereka mengajak keluarga untuk berlibur ke tampat ini. Maka tak heran jika banyak masyarakat maroko mengajak segenap keluarga untuk nyantai di tempat wisata michleven, bahkan tidak jarang kita jumpai dari mayarakat maroko yang sedang berlibur mereka membawa peralatan alat masak seperti kompor, panci, minyak sampai daging ayam lalu bersantai di bawah pohon cemara sambil memandangi gunung yang berwarna putih akibat bungkusan salju putih. Perhatikan bapak ini beserta keluarga saat saya ajak untuk bercerita suasana di Michleven:

Sungguh Allah mahakuasa menciptakan segala sesuatu, menciptakan musim dingin, panas, gugur dan semi. Dulu sebelum penulis menginjakkan kaki di Negeri terbenamnya matahari ini berprasangka bahwa musim dingin itu ada pada zaman Nabi sebagai mana dalam Al-quran. Dan Alhamdulillah ternyata saat ini musim dingin dan panas sudah realistis. Jika membandingkan musim-musim yang  ada di Indonesia justru Indonesia lebih baik sebab musim di Indonesia tak mengenal musim dingin, panas, semi dan gugur.  Tak terbayang saat ingin mengerjakan sholat lima waktu di masjid di tengah musim dingin betapa dinginnya jasad ini, namun bagaimana pun patut disyukuri karena semuanya adalah karunia Allah SWT.

Bagi para calon wiatawan yang bakal berkunjung ke Maroko tak lengkap rasanya jika berkunjung ke maroko ahir bulan januari atau februari tanpa merasakan indahnya salju di kota Ifrane. Semoga bermamfaat.

Email: afikrihaditomandar@yahoo.com

Hakekat Maulid Nabi Muhmmad SAW

Seiring roda kehidupan yang terus berputas, maka bulan rabiul 1 merupakan bulan dimana baginda Rosulullah SAW, lahir untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, pembawa risalah untuk semua manusia khususnya Agama islam.
Hakekat, atau dalam bahasa arab disebut al-haqiqoh, yang berarti sebenarnya jadi “Hakekat Maulid Nabi Muhammad SAW”. Pada lapisan masyarakat banyak yang memberi nama tentang mauilid, bagi yang sering melakukan kegiatan ini mengatakan Maulid Nabi, sedang bagi yang tidak suka dengan kegiata-kegiatan seperti ini menyebutnya dengan kata pesta ulang tahun.

Namun, kita sebagai orang muslim yang baik tentunya cinta kepada rosul maka jangan mencaci maki tahun, bulan, kelahiran baginda rosul dengan menyebut pesta ulang tahun, sebab pesta terkesan tidak baik, kadang diartikan dengan kata pesta miras, dan lain sebagainya alangkah baiknya jika menyebutnya “MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW”.

Umat Islam secara Nasional banyak yang melakukan maulid, bahkan bukan hanya Islam Nasional sampai dengan Islam internasional juga demikian. Termasuk maroko,  di Maroko jika maulid tibah maka maka harus diliburkan secara Nasional itu sudah tertulis dalam kalender Nasional Maroko.

Hakekat maulid adalah Mempenringati sejarah lahirnya baginda Rosul, sejarah rosul, apa yang dibawa rosul, untuk apa rosul diutus ke dunia….? Jadi perlu diluruskan hakekat maulid bukanlah makan-makan, berpesta akan tetapi maulid adalah memperingati, mengingat  kembali, untuk apa dan apa yang dibawa oleh rosul Muhammad SAW……..?
Nah…dengan mengadakn liqo (pertemuan) atau muhadorah tentang sejarah rosul dimana dalam liqo tersebut menghadirkan seorang kyia, ustadz, syekh lalu menjelaskan untuk apa dan apa tujuan rosul diutus, hingga menggali semua hadits-hadits rosul maka itu adalah hakekat maulid.

Jadi hakekakt maulid sudah jelas, bukan maka-makan. Namun secara rasional maulid bukan saja dilakukan saat bulan atau tahun kelahiran Rosul tiba. Secara tidak sadar setiap orang muslim membaca hadis-hadits Nabi, menjelaskan sejarah Nabi di kampus, masjid, atau di rumah-rumah maka dia telah bermaulid sebab tealah mengingatkan orang-orang muslim tentang sejrah kehidupan Rosul.
Olehnya itu, orang yang   mengatakan memperingati maulid adalah hal bid’ah maka orang yang berkatalah yang telah melakukan bida’ah. Karena Seluruh ulama, sahabat-sahabat rosul dan seluruh umat muslim secara tidak sadar telah memperingati Maulid Nabi Muahmmad SAW. Setiap personal yang membaca Al-quran dan Al-hadits maka dia  telah bermaulid sebab Al-quran dan As-sunnah terkandung kehidupan, sejarah rosulullah SAW.
Disamping itu dalam kegiatan Maulid disenandungkan sholawat rosul maka hala itu adalah sunnah sebab Allah telah memrintahkan untuk bersholawat kepada Nabi bahkan Allah memerintahkan para malaikat dan Nabi dan seluruh umat  muslim untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah berfirman: 

إِنَّ الله وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:’’ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya QS.Al-ahzab 56.
Bagi orang yang mengatakan jangan berlebihan dalam memuji rosul SAW, hal  ini harus diberi batasan sampai dimana berlebihan dalam bersholawat kepada beliau. Menurut Proff. Dr. Quraish Shihab sikap berlebihan memuji kepada rosul jika menganggap beliau sebagai tuhan,  Ada dalam lapisan masyarakat berpandagan bahwa orang yang berlebihan memuji dalam bentuk sholawat kepada rosul maka hal itu adalah bid’ah. Al-katib tidak sependapat dengan hal itu,  sebab jelas-jelas Allah memerirntahkan malaikat, para Nabi, dan seluru orang mukmin, untuk bersholawat kepada Nabi. Bahkan Allah sendiri langsung bersolawat kepada Nabi seperti apa yang terkandung dalam ayat di atas.

Salah satu acara yang dilaksanakan oleh metro TV dan yang hadir sebagai pembicara adalah salah satu ahli tafsir, ulama Indonesia Prof. Dr. Quraish Shihab, acara ini bertema “Maulid Nabi Mummad SAW’’ beliau menjelaskan bahwa, Maulid adalah mengingat sejarah Rosul, hidup rosul, untuk apa rosul diutus, dan hakekat maulid adalah menjelaskan sejarah rosul melalui alquran dan hadits-hadits rosul. olehnya itu maulid bukanlah pesta hura-hura dan pesta.Berikut videonya saat pak quraish membahas tentang maulid, beliau tidak membidakan bahkan menganjurkan: Klik:  http://www.youtube.com/watch?v=j8Vl7mEN18o

Senin, 30 Januari 2012

Informasi Pemasangan Iklan

Sukmahadisulbar.blogspot.com merupakan blog populer dikalangan pemakai internet terutama di indonesia, yang menyajikan topic menarik dan bersifat religus. Dengan demikian kami memberi kesempatan bagi Anda para advertiser/pemasang iklan untuk memuat iklannya pada blog ini dalam rangka memperkenalkan, memasarkan produk  serta jasa yang Anda miliki. Kami juga memberi pelayanan special bagai Anda berupa GRATIS 3 hari pemasangan iklan, dan akan berlaku paket iklan untuk hari berikutnya (hari ke 4). Adapun paket iklan yang kami berikan kepada Anda. Berikut Rincian pemabyaran Iklan.
  1. Jika dipasang pada bagian kanan atas blog maka tarif harga kami Rp. 50.000 /bulan.    
  2. Jika dipasang pada bagian kanan bawah blog, maka tarif iklan sebesar Rp. 40. 000/bulan
Jika dalam waktu 3 hari (masa gratis) tidak ada konfirmasi kepada kami untuk memperpanjang pemasangan iklan sesuai tarif yang telah kami sampaikan, maka terpaksa iklan Anda akan kami cabut. Contoh Iklan yang akan kami tampilkan, sperti pada Iklan yang telah anda klik tadi. Begitu gambar iklan diklik maka pengunjung akan menuju link url anda atau situs anda.

Peraturan Memasang Iklan
  • Materi iklan dilarang mengandung unsur SARA dan pornografi, kebohongan, provokasi serta melanggar undang-undang yang berlaku di Indonesia.
  • Materi iklan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemasang iklan. Kami tidak bertanggung jawab atas tuntutan serta kritikan dari konsumen pemasang iklan.
  • Pembayaran bisa ditransfes melau rekening BRI.
Nama                         : Sukamahadi
Alamat                        : Jln. H. A. Depu Desa Parappe. Kec. Campalagian Kab. Polman.
No. Rekening              : 5033-01-009100-53-2
Bisa mentransfer di bank BRI mana saja. Semoga bermamfaat.

Agar iklan Anda segera dipasang dan diproses, Anda dapat melakukan konfirmasi pembayaran dan mengirimkan data link iklan (URL situs/website) dan banner yang akan dipasang langsung melalui Email ke: sukmahadiadi@yahoo.com  atau afikrihaditomandar@yahoo.com.

                                   By Mahasiswa Indonesia di Maroko. Afrika Utara
                (Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah. Jurusan Study Islam)




Mengenal Lebih Dekat Sang Pemimpi di Era Globalisasi

Seiring dengan perkembangan dunia, internet pun jadi perpustakan terbesar. Saya menganggap menulis adalah sebuah pengabadian ilmu di dunia, sedangkan jasad akan punah dan tulisan akan terus terpajang di internet. 

 Nama                       : Sukmahadi
Email                        : afikrihaditomandar@yahoo.com
FaceBook                 : Sukmahadi Adi
Skype                        : Sukmahadi Ady
No. HP                       : +212656865703
Riwayat Pendidikan :  Meraih Ijazah dari SDN Pellembongan Kab. Polewali Mandar. Pernah Mondok di Tsanawiya/Pondok Pesanteren Al-Ihsan Kenje, Pompes Syekh Hasan Yamani, Pompes Assalafiyah Parappe dan meraih ijazah tsanawiya dari Ponpes Al- Ihsan Kneje Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat. SMA/MA Di SMA Negeri 1 Campalagian selama 1 tahun setengah (Sampe semester 3 Jurusan Ipa) lalu kemudian Pindah ke Madrasah Aliyah Pergis Campalagian dan meraih Ijazah dari MA Pergis. Perguruan Tinggi, sempat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Prov. Sulawesi Selatan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab selama 1 tahun kemudaian pindah ke Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko Afrika Utara.


Pengalaman Organisasi: Saat SMP Tsanawiyah Perna menjadi wakil Ketua OSIS, sewaktu SMA kelas 1 sempat menjadi pengurus OSIS bagian koordinator Agama, dan setalah naik ke kelas dua menjabat sebagai Sekretaris Osis namun sebelum menjabat sebagai Sekretaris OSIS saya sempat menduduki jabatan sebagai ketua PMR SMA Negeri 1 Campalagian. Saat menjadi mahasiswa di UIN Alauddin makassar sempat menjadi Ketua Panitia dalam musyawarah Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Satra Arab (HMJ) Fak. Adab dan Humaniora dan berhasil mendirikan oraganisasi Komunitas Mahasiswa Pecinta Bahasa Arab (KMPBA) Sulawesi Barat, syukur alhamdulillah sempat juga menjabat ketua dalam oraganisasi ini selama 1 tahun. Dengan semagat yang tinggi hingga bisa terbang jauh ke Negeri Seribu Benteng Maroko Afrika hingga saat ini saya tercatat sebagai pengurusa Perhimpunan Pelajar Indonesia Maroko, bagian departemen Sumber Daya Insani dan Keilmuan.


Pekerjaan                : Mahasiswa dan Pengurus PPI Maroko 2011-2012 Klik: http://www.ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&id=59&Itemid=77



Pemilik blog adalah Mahasiswa Indonesia di Maroko yang bermotto "sang pemimpi menuju impian" dengan semangat juang yang tinggi sehingga bisa menginjakkan kaki di Negeri Seribu Benteng Maroko berikut kisahku insya Allah termotivasi.


Masjid Darul Qur'an Fes. Maroko, Afrika Utara. Berikut Kisahku:



Aku Adalah Sang Pemimpi Menuju Impian

Seorang hamba yang beriman kepada Allah SWT dan senantiasa menuntut ilmu syariat islam Insya Allah hamba itu akan selalu menemukan jalan keluar. ‘’Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah SWT akan selalu memberikan baginya keringanan/jalan keluar’’(Ath-thalaq ayat 2-3).

Saya adalah sang pemimpi yang mempunyai karakter tidak gampang menyerah. Dilahirkan di Kec. Karossa Kab. Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), anak keempat dari tujuh bersaudara, serta hanya saya yang bisa menginjakkan kaki di Perguruan Tinggi. Kadang orang memanggilku Hadi ada juga yang memanggilku Sukma dan itu tak masalah bagiku, nama lengkapku Sukmahadi.

Jika mengingat masa lalu mungkin saya tak sanggup membayangkan betapa susahnya duduk di bangku sekolah di tengah himpitan  ekonomi hingga meraih beasiswa ke Luar Negeri mengapa demikian…… ?

Berikut langkah ceritaku dimulai menuju impian di tanah Negeri Seribu Benteng Maroko.
Masih sangat  teringat dalam memoriku, betapa banyak sekolah yang saya duduki selama menempuh studi, dari sekolah ke sekolah yang lain. Selama Sekolah Dasar (SD) saya menduduki 5 sekolah, ini terjadi karena orang tua selalu hijrah dari desa ke desa yang lain agar bisa menafkahi anak-anaknya,  mereka rela bercocok tanam (bertani) dari tanah milik sendiri sampai menggarap tanah milik orang lain.

Sulawesi Barat, provinsi ini terdapat berbagai macam suku, ras, bahasa, diistilahkan dalam ilmu sosiologi multikultural, bahkan masih banyak hutan rimba yang belum terkelola, saya dan adik-adikku setiap hari menempuh hutan rimba yang kadang terjatuh dari sepeda kerena jalannya penuh dengan rumput ditambah lagi ukurannya yang sangat kecil selebar 15 cm maklum  jalan menuju ke kebun, sebab kami tinggal di sebuah gubuk jarak perjalanan kami menuju desa (to school) sekitar 10 KM

Namun waktu demi waktu roda kehidupan berjalan, dan Alhamdulillah pada tahun 2002 penulis berhasil menyelesaikan sekolah dasar, niat penulis sangat kuat untuk melanjutkan studi namun takdir berkata lain di tahun 2002 terjadi perang suku, sebut saja suku mandar dan palopo sebagian rumah-rumah keluarga kami ikut menjadi pembakaran amuk massa. Dengan musibah ini kami pindah ke Kab. Polewali Mandar masih dalam kawasan Sulbar, jarak Kab. Mamuju (tempat kami tinggal) menuju Kab. Polewali Mandar sekitar 8  jam dengan menggunakan Bus.

Ayah dan ibu sudah kewalahan mencari nafkah, untungnya masih banyak keluarga kerabat yang baik hati membantu di Kabupaten ini sebab kabupaten ini merupakan tanah kelahiran ayah, dengan demikian ayah memilih menjadi pembuat gula aren kata wong jowo (orang jawa) gula merah dalam bahasa Indonesia. Sebagai dampak musibah ini saya tidak bisa melanjutkan studi ke jenjang junior highschool/ madrasah tsanawiyah (SMP) disebabkan himpitan ekonomi. Selama setahun penulis hanya bisa membantu profesi orang tua membuat  gula aren. Di tahun 2003 terdengar kabar bahwa ada sebuah yayasan pesantren yang baru saja berdiri dan mambutuhkan santri secara cuma-cuma alias gratis karena masih butuh santri, sebut saja Pondok pesantren Al-Ihsan Kenje Kab. Polewali Mandar, hati dan jiwa raga ini bahagia dan gembira akhirnya saya bisa melanjutkan studi. Di sekolah inilah saya dididik oleh seorang kyai pimpinan pondok.

Seiring berjalannya waktu usiaku semakin bertambah membuatku selalu berpikir dewasa bagaimana meraih prestasi yang memuaskan. Kata bang haji Rhoma Irama ‘’darah mudah darah berapi-api”, sudah dua tahun penulis duduk di ponpes ini namun tidak merasa puas dengan apa yang saya dapat sehingga memutuskan untuk pindah dari pondok ke pondok yang lain tanpa sepengetahuan orang tau sebab orang tua hanya tahu bahwa anaknya sekolah tanpa mereka tahu dia butuh apa dan di mana dia sekolah,…? sehingga suatu ketika ibu menyusuri sebuah kecamatan di mana terdapat  banyak ponpes di kecamatan tersebut pada ahirnya ibu tercinta berhasil menemukanku pada pesantren terakhir yang beliau cari.

Allah SWT berfirman:
‘’Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah SWT akan selalu memberikan baginya keringanan/jalan keluar’’(Ath-thalaq ayat 2-3).
­Dalil ini selalu menguatkan hatiku untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu, sebab saya yakin bahwa selama seorang hamba beriman kepada Allah SWT dan senantiasa menuntut ilmu syariat islam Insya Allah hamba itu akan selalu menemukan jalan keluar.
Lagi-lagi saya menginjakkan kaki di berbagai sekolah, di tingkat madrasah tsanawiyah (SMP) penulis menduduki 3 sekolah sebut saja Ponpes Al-Ihsan, Ponpes Syekh Hasan Yamani, dan Ponpes As-Salafiyah Parappe, hal ini bisa terjadi sebab saya hanya ingin tahu kelebihan-kelebihan suatu pesantren lagi-lagi semua ini adalah kehendakku bukan kehendak orang tua. Pernah suatu ketika di ponpes bahan sandang panganku sudah ludes habis, untungnya ada teman yang baik hati senang berbagi denganku.
Pada tahun 2006 Syukur Alhamdulillah akhirnya s
aya selesai juga dengan penuh perjuangan. Tibalah saatnya untuk melanjutkan study ke senior High School (SMA/MA) dengan dasar-dasar bahasa arab yang sudah saya pelajari selama di pondok, alhamdulillah penulis diberi kepercayaan untuk ikut membina para santri di Ponpes Al-Ihsan. Dengan demikian saya harus pintar-pintar membagi waktu sebab statusku masih sebagai siswa di Madrasah Aliyah (MA) sebut saja MA. Pergis Camapalagain Sulbar. Tak terasa waktu begitu cepat setelah setahun duduk di bangku MA/SMA tepatnya kelas dua nah…..! disinilah saya mempunyai keinginan kuat untuk menempuh studi kuliah ke luar negeri setelah tamat SMA nantinya. Itulah pribadiku selalu berplanning walaupun waktunya masih lama. Sebab selama study hidupku selalu mandiri mendorongku selalu semangat menabung agar suatu ketika peluang cita-cita itu sudah diambang pintu saya tidak kewalahan lagi mencari uang. Oleh karena itu, sejak kelas dua MA sudah mulai menabung demi mencapai cita-citaku yang tinggi.

Dengan membaca bismillah penulis berjuang meraih mimpi-mimpi. Di tahun 2009 ahirnya aku tamat (selesai) dari MA. Pergis Campalagian Sulbar, disinilah seakan-akan menemukan jalan buntu sebab informasi tentang Beasiswa studi ke luar negeri sangat jarang, maklum saat itu SULBAR masih belum terjangkau internet, jangankan internet sebagian kabupaten saja masih banyak yang belum menikmati listrik.
Informasi yang masih sangat susah diakses membuatku bertanya-tanya ke sana kemari, pada akhirnya saya menemukan seseorang, beliau merupakan alumni Univ. Al-Azhar Cairo, Mesir. Beliau sangat banyak memberiku informasi tentang Beasiswa Studi ke Luar Negeri khususnya mesir. 

Namun Allah berkehendak lain saat itu tes untuk beasiswa ke Al-Azhar Cairo diadakan di Kedutaan Besar Mesir di Jakarta aku tak punya duit untuk ke Jakarta. Beberapa bulan kemudian ada ajakan dari teman bahwa walaupun nonbeasiswa ke mesir kalau kita bisa meraih  prestasi yang memuaskan di Al-Azhar insya Allah bisa meraih beasiswa setelah tiba di sana, kata teman yang paling terpenting sekarang kita harus ikut tes ujian di UIN Alauddin Makassar.

Setelah pada hari ‘’H’’ tiba untuk tes  terpikir walaupun saya lulus tes nonbeasiswa ke mesir lalu dari mana biaya tiket ke sananya, lagi-lagi hatiku menangis sangat ingin meraih cita-cita studi ke luar negeri akan tetapi tak punya modal. Namun dalam qolbuku yang paling dalam Allah tidak buta, Allah maha kaya dan yakin bahwa semua ini ada hikmahnya, dan terbukti walaupun saya tidak jadi ke Al-Azhar Cairo, Alhamdulillah penulis termasuk siswa yang meraih prestasi selama di MA. Pergis Campalagain dengan prestasi itulah seorang pengasuh Madrasah tersebut mempunyai hati yang dermawan rela memberiku sebagian rezekinya agar aku gunakan kuliah di UIN Alauddin Makassar, yah…..walaupun kadang jauh dari cukup tapi Syukur Alhamdulillah saya masih bisa berusaha menutupi kekurangan itu semua ini penulis menempuhnya dengan penuh kemadirian dan mengharap ridho dari orang tua.

Bulan demi bulan hingga cukuplah setahun saya kuliah di UIN Alauddin Makassar dengan jurusan sastra arab, hati ini tak tenang dan tidak merasa puas jika mimpi-mimpiku tak tercapai. Kota Makassar yang ada di Sulsel  merupakan kota yang sangat indah, ramai, gedung-gedung tinggi menghiasi kota ini otomatis informasi sudah sangat gampang diakses, akhirnya di tahun 2010 saya medapatkan beberapa informasi Beasiswa ke timur tengah diantaranya Libya yang dipegang oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), beasiswa  Arab Saudi, Sudan dan Maroko. 

Negara Libya misalnya saya berusaha mendapatkan  rekomendasi dari dua Oraganisasi NU dan Muhammadiyah namun lagi-lagi tesnya diadakan di Jakarta, Beasiswa Arab Saudi misalnya saya mencoba mengirim berkas ke Universitas Islam Madinah namun tak ada jawaban, Beasiswa Sudan Alhamdulillah tes beasiswa sudan diadakan di UIN Alauddin Makassar tempat saya kuliah. Nah….ini yang saya tunggu-tunggu dengan penuh kegembiraan, semangat, penulis ikut ujian tersebut yang tim pengujinya langsung dari Kedutaan Besar Sudan di Jakarta. Menurut keputusan panitia pengumuman kelulusan akan diumumkan sekitar sebulan setelah tes namun sampai dua bulan hasil tak kunjung keluar juga, itulah sebabnya saya selalu tak mau ketinggalan mengecek di situs Kementerian Agama www.ditpertais.net disela-sela pengecekan tersebut tawaran beasiswa Maroko Afrika utara muncul disitus ini, terbenak dalam pikiranku bahwa kesempatan ini tak boleh disia-siakan. Akhirnya saya mendaftarkan diri untuk meraih beasiswa itu, walhasil Alhamdulillah beasiswa Sudan dan Maroko tepatnya bulan puasa 2010 sebelum tidur tiba-tiba handphonku berdering ternyata pesan itu berisi bahwa saya lulus, meraih beasiswa Sudan dan Maroko. Pesan tersebut berasal dari salah satu pegawai kementerian Agama RI atas nama Bpk. Bil Bachtiar, Lc, MA. Walaupun saya dinyatakan lulus disisi lain saya gelisah bahkan sempat meneteskan air mata dihadapan seorang guru karena beasiswa tersebut tak semuanya ditanggung membuatku harus berjuang bagaimana caranya agar bisa sampai ke Jakarta (The Capital Of Indonesia).

Saya adalah sang pemimpi yang mempunyai karakter tidak gampang menyerah, Alhamdulillah saya berjuang mondar mandir ke sana ke mari mengajukan berbagai macam  proposal ke berbagai instansi pemerintah di antaranya: Kantor Bupati Polewali Mandar Sulbar, BAZDA (Badan Amil Zakat) Kab. Polewali Mandar, BAZDA Kab. Majene, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, bahkan sempat mengirim proposal ke Dhompet Dhuafa dan Rumah Zakat di Jakarta. Namun tak semua instansi yang saya datangi membuahkan hasil yang memuaskan bahkan ada yang menolak. Walaupun demikian saya tetap bersyukur karena BAZDA Kab. Polewali Mandar mengabulkan permohonanku, itulah yang saya gunakan sehingga saat ini penulis sedang menjalani mimpinya dengan semagat menempuh study di luar negeri tepatnya di Maroko Afrika utara, yang sebelumnya dinyatakan lulus meraih beasiswa Sudan.

Di satu sisi penulis sekarang sedang menikmati betapa indahnya menuntut ilmu di Negara arab, disisi lain masih dihantui perasaan sedih sebab ayah telah kembali Ke Rahamtullah setelah saya sebulan tiba di Maroko dan sampai saat ini jasad apalagi kuburan beliau belum sempat saya lihat……’’’YA Allah Mudahkanlah segala urusanku agar hamba cepat balik ke kampung halaman dengan membawa segudang ilmu serta melihat kuburan sang ayah tercinta’’

“BERMIMPILAH DAN JANGAN ADA RASA PUTUS ASA DALAM MENGGAPAI MIMPI ITU’’
‘’GANTUNGKAN CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT’’
Hanya kepada Alloh-lah penulis mengharapkan ridlo dan maghfirah serta ridho dan do’a dari kedua orang tua.

*Sekarang penulis terdaftar sebagai Mahasiswa di Universitas Sidi Mohammed Ben Abdellah, Fes-Maroko, Jurusan Studi Islam. E-mail : afikrihaditomandar@yahoo.com


NB: Insya Allah Blog ini akan terus diapdat selama hamba masi bisa mengetik, minimal 1 tulisan dalam seminggu.  Olehnya  itu sering-seringlah nongkrong disini. Thanks.Tilisan ini dimuat juga di situs Klik:
http://motivasibeasiswa.org/2011/09/sukmahadi-kisah-anak-pelosok-desa-sulawesi-meraih-beasiswa-2-negara/ 
dan dimuat juga disitus PPI Maroko: 

Minggu, 29 Januari 2012

TRADISI VS ISLAM


Tradisi atau adat istiadat, jika meruju arti dari dua kata ini, maka berarti kebiasaan, adat yang dilakukan secara turun temurun. Tradisi atau adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat yang pada awalnya dilakukan oleh nenek moyang, hingga menjadi turun temurun. Dimana tridisi yang ada pada masyarakat awam boleh jadi menganggap tradisi itu sebagai keawajiban, olehnya itu  saya akan menguraikan beberapa tradisi berikut yang masyarakat harus memahami bahwa trasidisi tersebut hukumnya bukan wajib, ataupun sunnah.


1. Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal.
Mendoakan orang yang sudah meninggal sudah menjadi tradisi di lingkungan masyarakat, bahkan ada yang menganggap bahwa tradisi ini menjadi kewajiban yang jika tidak melakukannya akan menimbulkan mala petaka sehingga ada masyarakat jika salah satu anggota keluarga mereka meniggal  harus mengadakan walimah yang terkadang memaksakan keluarga untuk mengadakan kegiatan tersebut. Sebenarnrnya dalam hadits rosulullah SAW disebutkan:

وَعن أبي هُرَيْرَة، أَن رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ قَالَ: " إِذا مَاتَ ابْن آدم انْقَطع عمله إِلَّا من ثَلَاث: إِلَّا من صَدَقَة جَارِيَة، أَو علم يُنتفع بِهِ، أَو ولد صَالح يَدْعُو لَهُ " رَوَاهُ مُسلم

Artinya:” Dari Abu Huraira Bahwa Rosululillah SAW bersabda “Jika anak adam meniggal dunia maka   terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal : 1. Sedekah Jariyah, 2. Ilmu yang senantiasa dimamfaatkan 3. Anak Soleh yang mendoakannya. (HR. Muslim).
Dalam hal ini, tradisi masyarakat yang menganggap wajib maka pemahaman itu salah karena tidak ada dalil yang menjelaskan hal ini. Apalagi sampai beranggapan malam pertama, ke tiga, ke tujuh dan seterusnya hari-hari ini kita wajib mendoakan simayit naudzu billah min dzalik.
Traidisi ini dalam pandangan ulama mengandung ikhtilaf,:

1.      Ada yang membolehkan mendoakan simayit karena berdasarkan hadits diatas yaitu “Anak Sholeh yang mendoakan baginya” Kata ganti “Nya” disini bermaksud simayit yaitu mendoakan simayit.
      Namun multiormas islam yang ada di Indonesia bahkan individual muslim berselisi pahan dalam hal ini, tapi lihatlah perhatikan dalil diatas telah jelas bahwa mendoakan orang meninggal adalah sunnah. Perlu diluruskan khususnya masyarakat awam bahwa pemahaman malam pertama, ke dua dan ketiga hingga tak terhitung tidak ada  dalil yang menjelaskan hal ini, akan tetapi merupakan hal mubah (boleh).

Perna suatu ketika al-katib mewawancari salah seorang kyai mengapa ada paham bahwa malam pertama, ke dua, itu ada….?beliau menjawab itu adalah hasil musyawarah awal munculnya tradisi dengan pertimbangan contoh malam pertama jadi setelah itu kita akan berkumpul di rumah simayit dengan tujuan meberi takziyah pada malam yang ke tiga hingga ke tuju. Dan perlu diketahui pulah mau mendoakan dengan cara ramai-ramai di rumah simayit atau mendoakannya sendiri setelah sholat itu tak masalah.

Tradisi ini, mubah dilaksanakan bagi yang mampu dan saya rasa semua mampu masa baca doa saja ngg…mampu..?selama bibir atau sang individunya bernapas insya Allah masih bisa mendoakan kalau tidak bisak berdoa dengan lisan cukup dengan hati,  temasuk penulis doaku untuk ayah yang tercinta yang telah mendahului kita setelah sesamapaiku di maroko” akan terus kupanjatkan dengan harapan ayah mendapakat ampunan dari Allah SWT serta  penulis dapat menyelesaikan study dan dapat menziarahi kuburan ayah. Yang jadi problem adalah terkandang masyarakat memaksakan diri mengundang para ustadz, kyai, dan menghidangkan sejumlah makanan enak padahal secara ekonomi keluarga simayit tidak mampu bahkan uang yang digunakan dalam acara tersebut adalah hasil utang piuatang, “Jangan Memaksakan diri jika tidak mampu melaksanakan acara tersebut cukup dengan melantunkan doa sendiri”.

2.      Alasan orang yang tidak membolehkan tradisi ini, karena mereka beranggapan bahwa hal ini adalah bid’ah sebab yang berhak mendoakan adalah  anaknya sendiri. Mereka menafsirkan hadits ini/ lafazh ولد صالح yang dimaksud disini adalah anak sendiri jadi yang berhak mendoakan adalah anak sendiri. Namun penulis tidak sepakat dengan penafsiran ini, karena banyak pertanyaan yang menjanggal, diantaranya : lalu bagaiman orang yang mandul mereka tidak punya anak lalu siapa yang bakal mendoakan mereka….? Bagaimana dengan orang lajang mereka tidak punya suami istri dan tentunya tidak punya anak hingga maut menjemputnya siapa yang bakal mendoakan mereka…ketika maut sudah tibah…?  Dan jika memperhatikan lafadz hadits diatas maka dapat dita’kidkan semuanya sudah jelas. Bagi yang paham bahasa arab akan mudah mengerti hal ini, perhatikan lafahz ولد صالح  artinya adalah anak soleh dan bentuknya tidak menggunakan alif dan lam dalam bahasa arab kalimat yang tidak menggunakan alif dan lam maka itu adalah nakirah masih bersifat umum, jadi semua orang-orang sholeh berhak melantungkan doa untuk orang yang sudah meninggal.

Alasan bagi orang yang mebolehkan tradisi ini, sudah sangat jelas diatas bahwa mendoakan orang yang sudah meninggal adalah hal mubah akan tetapi bukan wajib. Kesimpulannya adalah ‘’Doakanlah orang yang sudah meninggal sesuai dengan kemampuan, sendiri atau ramai itu tak masalah’’



1. Mengomandangkan Iqomah dan adzan di Liang Kubur
Iqomat, multitradisi yang ada di masyarakt diantaranya adzan dan Iqomah di dalam liang kubur, telah masyhur pada kalangan mutaqoddimin dan mutakhirin bahkan dalam pemahan seluruh muslimin baik di indonesia atau di luar negeri maroko misalnya, semuanya sepakat bahwa tempat dikomandangkan adzan atau iqomat adalah saat ingin mengerjakan sholat limah waktu, dan disunahkan mengomandangkan adzan di telingah kanan si bayi yang baru lahir serta iqomah di telingah kiri sibayi. Mengenai hal tradsisi adzan dan iqomah di liang kubur saat mayit ingin ditimbun dengan tanah sama sekali tidak ada dalil al-quran dan as-sunnah yang menjelaskan hal ini. Namun ada yang mengqiyaskan dengan adzan saat bayi baru dilahirkan maka harus diadzan saat meninggalkan dunia. Demi Allah yang maha kuasa saya sebagai penulis artikel ini lebih cenderung tidak melakukan hal ini karena dalilnya sangat-sangat tidak jelas, dan tidak ada dalil yang mengamjurkan hal ini, saya khawatir tradisi ini akan termasuk hal bid’ah wallahu a’lamu.

Sedangkan Adzan dan Iqomah untuk Bayi yang Baru Dilahirkan
Anak merupakan karunia yang diberikan oleh Allah Swt. kepada semua keluarga, namun anak juga merupakan amanah Allah Swt. yang mesti dijaga, dirawat serta dididik oleh kedua orang tuanya. Mendidik anak harus dimulai sebelum anak itu mulai lahir tidak hanya dilakukan setelah ia besar. Salah satu bentuk pendidikan terhadap anak tersebut ketika ia dilahirkan. Sang ayah atau salah satu dari keluarga, membacakan adzan di telinga kanan sang jabang bayi yang baru dilahirkan dan membacakan iqomah di telinga kiri bayi. Bagaimanakah hukum melakukan hal tersebut, Apakah pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw.?
Ulama’ sepakat bahwa sunnah hukumnya mengumandangkan adzan dan iqomah pada saat bayi yang terlahir kedunia berdasarkan hadits Nabi:

عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِيْ رَافِعٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلَاةِ (سُنَنُ أَبِيْ دَاوُدَ رَقْمُ 4441)

Dari ubaidillah Bin Abi Rafi ra. Dari ayahnya, ia berkata ; aku melihat Rasulullah Saw, mengumandangkan adzan ditelinga Husain Bin Ali ra. Ketika Siti Fatimah melahirkannya (yakni) dengan adzan shalat. (Sunnan Abi Dawud, [444])



2. Berdoa Untuk Barang-Barang  yang Baru Dibeli
Berdoa untuk barang-barang yang baru dibeli, tradisi ini ditemukan masyarakat, misalnya saja si A baru saja membeli mobil baru, atau motor baru maka mobil atau motor baru tersebut belum bisa digunakan sebelum mengundang kyai, ustadz atau imam masjid untuk membaca doa di dekat motor tersebut. Bahkan banyak masyarakat mempercayai bahwa jika membeli barang-barang yang baru lalu digunakan tanpa membaca doa sebelumnya akan ditimpa musibah, seperti kecelakaan, kecurian dan lain sebagainya. Hal ini tidak ada dalilnya dalam al-quran dan as-sunnah.

Oleh karena itu perlu diluruskan melalui risalah ini, mistik-mistik seperti ini tidak terdapat dalam al-qur’an namun traidisi ini bakal bernilai posotif jika diniatkan sebagai rasa syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan. Melaksanakan tradisi ini boleh-boleh saja asalkan tidak menjadi keharusan atau kewajiban, membaca doa adalah hal baik akan tetapi sekali lagi saya katakan janganlah menganggap sebagai suatu kewajiaban, niatkanlah sebagai wujud syukur kepada Allah SWT,:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ…….
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Jadi, semua wadhih (jelas) bahwa tradisi ini tidak ada dalam al-quran dan as-sunnah, akan tetapi bole diniatkan sebagai wujud syukur kepada Allah.(QS. Ibrahim Ayat 7).
Waallahu A’lamu Bishowab.

Skype: Sukmahadi Ady

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More