Bila Enkau Hidup Hari ini, Jangan Menunggu Hari Esok Untuk Beribadah, Karena ajal/kematian Akan Memjemputmu Kapan saja, Tanpa Disangka-sangka

Hubungan Seksual Suami Istri Dalam Islam

Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor..

Apakah Jilbaku Jilbab Syar'i

Subhanallah jilbab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul. Jilbab itu ‘iffah (kemuliaan). Jilbab itu kesucian. Jilbab itu pelindung. Jilbab itu taqwa. Jilbab itu iman. Jilbab itu haya’ (rasa malu)..

Menghafal Al-Quran Ala Maroko

Menghafal alqu’ran, saya yakin semua umat muslim ingin menghafal al-qu’an, sebab al-quran merupakan mukjizat penutup para nabi dan Rosul yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan merupan petunjuk untuk umat muslim, dan untuk semua manusia, berbagai alasan yang ada sehingga kebanyakan of the moslem hanya terucap dibibir namun sulit terlaksana..

Wanita Idaman Ikhwan

Ikhwan yang bersipat insani tentunya mengidam-idamkan wanita, yang bakal memperkokoh keimanan kepada Allah SWT. seiring berkerbangnya roda era globalisasi maka tentunya untuk menemukan wanita yang benar-benar sholehah mungkin sudah sangat sulit atau jarang.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 21 Januari 2012

Khutbah Jum'at : Bermuhasabah Di Era Globalisasi

Khutbah Ini Disampaikan di KBRI Rabat Maroko Afrika Utara


 Alhamdulillah, kita panjatkan kepada Allah swt karena kita masih dapat hidup dalam kondisi beriman dan sebagai seorang muslim. Dari mimbar jum’at ini khatib mengajak, marilah kita tinggkatakn ketaqwaan kepada Allah, dengan berusaha menjalankan semua yang Allah perintahkan dengan hati yang ikhlash dan penuh ketaatan, serta berupaya sekuat tenaga meninggalkan larangan-larangan Allah dengan hati yang penuh ketawaduan atu kerendahan hati.
Dalam kesempatan ini pula, khatib mengajak untuk senantiasa bersholawat kepada pentup para Nabi dan Rosul yang telah berjuang jiwa dan raganya memperjuangkan islam, mengeluarkan insan dari alam kekafiran menuju alam yang penuh iman dan taqwa.



 Hadirin Jema’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah SWT

Jika Insan hamba Allah sejenak betafakkur, mengapa dan untuk apa manusia diciptakan..? ke mana arah hidup kita sebenarnya….? Apalagi di era serba moderen di era globalisasi meghiasi kehidupan seahri-hari yang jauh menjadi dekat yang berkulit hitam bisa menjadi putih dan lain sebagainya. Dengan kecanggihan-kecanggihan yang ada di era sekarang ini terkadang insan lalai akan tujuan diciptakannya, oleh karenanya Allah SWT senantiasa memberikan Nasehat melalui Frimannya, simaklah Firmanlah Allah berikut:

ياايها الذين امنوا اتقوا الله ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا الله ان الله خبير بما تعملون
‘’Hai orang-orang beriman takutlah , bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah disiapkannya untuk hari esok dan takutlah, bertaqwalah kepada Allah, karena Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan’’. (QS. Al-Hasyr : 18).’’

Kaum Musliin yang hadir pada hari ini, renungilah ayat diatas, dimana Allah SWT senantiasa memerintahkan kepada kita untuk senantisa memperhatikan, bermuhasabah, pada diri pribadi, hingga akan menimbulkan pertanyaan pada diri, ‘’Apa yang telah kita siapkan untuk hari esok’’ termuat dalam kalimat ‘’ "ولتنظر نفس ما قدمت لغد…….? dalam kitab tafsir al-quran, tafsir jalalain yang dikarang oleh Jalaluddin as-suyuti, menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan "لغد" hari esok iyalah hari kiamat.
Seabagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa kehidupan kekal abadi adalah di akhirat adapun kehidupan di dunia mmerupakan kehidupan sementara.

Hadirin mustami’in yang dimuliakn Allah Ta’ala.

Khalifah Umar bin Al-khatab ra, pernah mengucapkan kalimat yang sangat populer untuk menjadi renungan bersama:

حاسبوا انفسكم قبل ان تحاسبوا,وزنوها قبل أن توزنوا, وتأهبوا للعرض الأكبر علي الله

“Hitunglah dirimu sebelum dihitung, bermuhasabalah sebelum dihisab, dan timbanglah amalmu sebelum ditimbang, dan bersiaplah untuk dihadapkan kepada Allah pada hari penghadapan yang besar’’.

Menurut Dr. Hamdusyi yang juga salah satu Dosen di Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Fes, Maroko, mengatakan bahwa manusia diberi akal untuk digunaka berpikir, berpikir untuk menuju masa depan yang pasti, yang menjanjikan kebahagiaan Syurga. Beliau mengatakan pula bahwa kalimat "فكر" yang artinya berpikir terdapat di 18 tempat dalam al-qur’an dan rata-rata menekankan kepada anak manusia untuk berpikir.

Saudara-saudara jamaah jumat rahimakumullah

Teringat dalam kesempatan sebuah seminar, satu pertanyan menarik pernah dilontarkan oleh Kamaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidatullah Jakarta) kepada para audien, mengapa para pemain bola ketika sedang bermain tidak pernah menggunakan handphone untuk menghubungi orang lain atau bermain-main dengan Short Message Service (SMS)? Mereka justru begitu bersemangat bekerja sama, berlari mengejar bola, membawa, mengoper atau menerima bola lalu mengarahkan dan menggiringnya ke jala lawan. Sang Penjaga gawang sekalipun meski bola jauh dari area pertahanannya, tetap fokus memperhatikan ke arah mana bola dibawa oleh para pemain. Semua ini mereka lakukan hanya semata untuk meraih prestasi terbaik dalam profesi mereka.
Mendengar pertanyaan seperti ini peserta seminar hanya terdiam, lalu Kamaruddin menjawab sendiri pertanyaannya, bahwa semua itu terjadi disebabkan “waktu terbatas”. Menurutnya jika permainan bola itu waktunya lama misalnya sampai dua hari, mungkin ada pemain yang santai, bermain-main SMS atau melakukan hal lainnya.
Keterbatasan waktu membuat mereka berlomba-lomba membuat prestasi, apalagi jika permainan sudah memasuki injury time, permainan tambah seru. Kedua klub yang bertanding meningkatkan pola permainannya baik menyerang maupun bertahan, seakan-akan tidak ingin kehilangan waktu meski satu detik. Mereka memiliki keyakinan dengan melihat sejumlah fakta di lapangan, bahwa tidak jarang terjadi gol (prestasi) justru di saat-saat menjelang akhir pertandingan (injury time).

Filosofi permainan bola seperti digambarkan di atas tidak jauh berbeda dengan drama kehidupan anak manusia. Jika kesadaran manusia tumbuh bahwa hidup ini begitu singkat dan waktu yang diberikan Tuhan sangat terbatas, maka tidak ada manusia yang mencoba menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan. Akan tetapi, masih banyak manusia yang tidak menyadari hal ini, sehingga kehidupan mereka tampak santai, tidak berbuat banyak untuk kemaslahatan dan begitu banyak waktu yang terbuang hanya untuk pekerjaan yang tidak bermanfaat.

Kaum muslimin jama’ah sholat jumah yang berbahagai

Oleh sebab itu pada kesempatan ini, hari demi hari, bulan demi bulan tak terasa kita akan memasukin ahir tahun, minimal ada tiga hal yang perlu menjadi renungan kita. Agar hari-hari yang telah beralalu dan hari-hari yang akan datang, akan membuat kita sadar bahwa sesungguhnya setiap jiwa tidak dibiarkan hidup semaunya, hidup yang dilalui akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.

Hal pertama, yang harus menjadi perhatian dan dihitung oleh stiap orang beriman dari dirinya adalah: Apa kita telah lakukan amal Sholeh? Apakah kita teramsuk orang yang dapat bahagia, karena telah mengisinya dengan ketaatan disetiap hari, bulan, sperti sholat, ibadah puasa, menunaikan zakat, ibadah haji bagi yang mampu dan berkurban.Rosulullah SAW bersabda:

من عمل صالحا فلنفسه ومن أساء فعليها وما ربك بظلام للعبيد

‘’Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka( pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri. Dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya Hamba-hambanya.

Hal kedua : menjadi bahan renungan kita adalah keluarga dan rumah, Setiap orang hendaklah bertanya kepada dirinya
masing-masing ? Sudahkah cahaya iman ia bawa ke dalam rumahnya dengan bersama-sama keluarga menuju ketaatan kepada Allah?Rasulullah bersabda: “Dari Abdurrahman bin Sabith, Rosulullah bersabda: “Rumah yang di dalamnya Al-Quran dibacakan akan banyak kebaikannya dan dihadiri malaikat (HR. Razak dan Dailami).

Hal ketiga: yang perlu kita hitung-hitung dan intropeksi adalah hak tetangga dan masyarakat dan kewajiban kita kepada mereka, Apakah kita sudah menyampaikan amanat mereka..?Rasulillah bersabda: “Dari Abu Huraira ra,: Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. Sahabat bertanya apakah itu ya rosul?Rosul menjawab, apabila bertemu ucapkan salam, apabila ia mengundangmua maka penuhilah, apabila meminta nasehat maka nasehatilah,apabila sakit jenguklah dan apabila meninggal dunia maka hantarlah (HR. Muslim).
 Terapkanlah pilosof bola pada kehidupan yang tak mau menyia-nyiakan waktu, walau sedetik demi mengejar kemenangan, kebahagiaan dunia dan akhirat. dimuat juga di situs ppi maroko: http://www.ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&catid=58%3Asayyidul-ayyaam&id=182%3Amuhasabah-diera-globalisasi&Itemid=73

disampaikan di KBRI, Rabat Maroko Afrika Utara.
21/10/2011

DURHAKA TERHADAP KEDUA ORANG TUA (عقوق الوا لدين)

Wahai saudara-saudraku fil islam…… !
Di era globalisasi, jika memperhatikan realita kehidupan saat ini bole jadi angka kelahiran lebih besar dari pada kematian di mana ABG juga (anak baru gede) akan bertambah.Mungkin sebagian pembaca ada yang beranggapan bahwa tema kali ini suda tentu diketahui oleh kalangan muslimin, akan tetapi untuk menguatkan ingatan tentang hal ini maka apa salahnya jikalau kembali merenungi/mengingat  dalil-dalil yang menerangkan permasalahan ini. Apalagi seiring berjalannya waktu bole jadi ada diantara kita khususnya anak muda yang begitu sibuk hingga untuk mengasah ideologi tentang islam seakan-akan terlupakan maka saya mencoba membahal tentang « Durhaka Terhadap Orang Tua » yang mungkin ada yang beranggapan bahwa hal adalah tema yang ma’ruf.

Sudah sekian banyak berita yang ditayangkan  diberbagai media tentang kisah seorang anak yang durhaka  kepada kedua orang  tuanya, penyebab terjadinya sangat banyak mulai dari persoalan keluarga sampai dengan  cinta yang terkadang menghalalkan segala cara demi cinta kepada sang pujaan hati (pacar) bahkan ada yang tegah membunuh orang  tuanya sendiri. Dari sini penulis terinspirasi untuk menulis sebuah artikel tentang «Durhaka Terhadap Kedua orang Orang Tua”.

Bebicara tentang durhaka terhadap kedua orang tua sangat banyak diterangkan dalam al-quran dan hadits Rosulullah SAW, dalam al-quran dijelaskan :
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataanAh’, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. al-Isra’: 23).

Ayat di atas menjelaskan tentang kewajiaban berbakti kepada mereka dan larangan durhaka terhadap orang tua, sampai-sampai kalimat ‘’AH ‘’ kalimat yang begitu singkat tapi sangat dilarang untuk dilontarkan kepada orang tua mungkin kalimat ini terkadang  dilontarkan oleh seorang anak jika ia dalam keadaan emosi. Namun demikian tetap saja salah, gunakan cara yang baik halus untuk  berkomunikasi terhadap orang tua buatlah mereka bangga akan sifat, akhlaq, yang  kita miliki, saya sangat yakin bahwa semua orang tua akan bangga jika anak-anaknya menjadi anak yang sholeh yang bisa mendoakannya jikalau mereka suda melanjutkan perjalan menuju akhirat. Terutama dikalangan AGB ( anak baru gede) terkadang melampiaskan kemarahan terhadap orang tua, tanpa berpikir bahwa kedua orang tualah yang rela mandi keringat hingga kita bisa tumbuh dewasa, menghirup oksigen, menikmati indahnya dunia.

Khususnya kepada  ibu tercinta yang telah mengandung   9 bulan lalu melahirkan kita ke dunia dengan  penuh perjuangan antara hidup dan mati, bahkan terkadang nyawa seorang ibu melanyang disaat melahirkan seorang anak. Itulah jasa-jasa orang tua terhadap anak-anak mereka akan tetapi sayang seribu sayang perjuangan mereka terkadang  terlupakan dan dibalas  dengan hal-hal yang tidak diinginkan oleh kedua orang tua, dengan hal-hal yang tidak dirodhoi orang tua, menyusahkan orang tua,  perbuatan seperti ini adalah perbuatan anak durhaka terhadap orang tua, tidak punya rasa sayang terhadap mereka naudzu billahi min dzalik.

Saudara-saudaraku fil islam……. !
Melalui artikel ini penulis mengajak untuk berbakti kepada orang tua, buatlah mereka bahagia, disaat mereka masi hidup ataupun suda menghadap sang Ilahi. Mari menumbuhkan rasa cinta pada orang tua turuti perintahnya selama tidak melanggar al-quran dan as-sunnah sebab ridho Allah ada pada ridho kedua orang tua, bahkan suda masyhur kita dengar bahwa syurga ada pada kedua telapak kaki ibu. Mungkin belum lupa dengan kisah al-qomah yang dikisahkan  di berbgai kitab yang menjelaskan tentang berbakti kepada orang tua berikut kisahnya :
dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang bernama Alqamah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin shalat, banyak puasa dan suka bersedekah. Suatu ketika dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah untuk memberitahukan kepada beliau akan keadaan Alqamah. Maka, Rasulullahpun mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib ar-Rumi dan Bilal bin Rabah untuk melihat keadaannnya. Beliau bersabda, “Pergilah ke rumah Alqamah dan talqin-lah untuk mengucapkan La Ilaha Illallah ”Akhirnya mereka berangkat ke rumahnya, ternyata saat itu Alqamah sudah dalam keadaan naza’, maka segeralah mereka men-talqin-nya, namun ternyata lisan Alqamah tidak bisa mengucapkan La ilaha illallah.

Langsung saja mereka laporkan kejadian ini pada Rasulullah. Maka Rasulullah pun bertanya, “Apakah dia masih mempunyai kedua orang tua?”Ada yang menjawab, “Ada wahai Rasulullah, dia masih mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta.”
Maka Rasulullah mengirim utusan untuk menemuinya, dan beliau berkata kepada utusan tersebut, “Katakan kepada ibunya Alqamah, ‘Jika dia masih mampu untuk berjalan menemui Rasulullah maka datanglah, namun kalau tidak, maka biarlah Rasulullah yang datang menemuimu.’”
Tatkala utusan itu telah sampai pada ibunya Alqamah dan pesan beliau itu disampaikan, maka dia berkata, “Sayalah yang lebih berhak untuk mendatangi Rasulullah.”
Maka, dia pun memakai tongkat dan berjalan mendatangi Rasulullah.
Sesampainya di rumah Rasulullah, dia mengucapkan salam dan Rasulullah pun menjawab salamnya.
Lalu Rasulullah bersabda kepadanya, “Wahai ibu Alqamah, jawablah pertanyaanku dengan jujur, sebab jika engkau berbohong, maka akan datang wahyu dari Allah yang akan memberitahukan kepadaku, bagaimana sebenarnya keadaan putramu Alqamah?”
Sang ibu menjawab, “Wahai Rasulullah, dia rajin mengerjakan shalat, banyak puasa dan senang bersedekah.”
Lalu Rasulullah bertanya lagi, “Lalu apa perasaanmu padanya?” Dia menjawab, “Saya marah kepadanya Wahai Rasulullah.”
Rasulullah bertanya lagi, “Kenapa?”
Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan saya dan diapun durhaka kepadaku.”
Maka, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kemarahan sang ibu telah menghalangi lisan Alqamah, sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat.”
Kemudian beliau bersabda, “Wahai Bilal, pergilah dan kumpulkan kayu bakar yang banyak.”
Si ibu berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang akan engkau perbuat?”
Beliau menjawab, “Saya akan membakarnya dihadapanmu.”
Dia menjawab, “Wahai Rasulullah , saya tidak tahan kalau engkau membakar anakku dihadapanku.”
Maka, Rasulullah menjawab, “Wahai Ibu Alqamah, sesungguhnya adzab Allah lebih pedih dan lebih langgeng, kalau engkau ingin agar Allah mengampuninya, maka relakanlah anakmu Alqamah, demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, shalat, puasa dan sedekahnya tidak akan memberinya manfaat sedikitpun selagi engkau masih marah kepadanya,”
Maka dia berkata, “Wahai Rasulullah, Allah sebagai saksi, juga para malaikat dan semua kaum muslimin yang hadir saat ini, bahwa saya telah ridha pada anakku Alqamah”.
Rasulullah pun berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, pergilah kepadanya dan lihatlah apakah Alqamah sudah bisa mengucapkan syahadat ataukah belum, barangkali ibu
Alqamah mengucapkan sesuatu yang bukan berasal dari dalam hatinya, barangkali dia hanya malu kepadaku.”
Maka, Bilal pun berangkat, ternyata dia mendengar Alqamah dari dalam rumah mengucapkan La Ilaha Illallah. Maka, Bilal pun masuk dan berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kemarahan ibu Alqamah telah menghalangi lisannya sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat, dan ridhanya telah menjadikanya mampu mengucapkan syahadat.”Kemudian, Alqamah pun meninggal dunia saat itu juga. Derajat kisah ini lemah sekali karena kisah ini diriwayatkan hanya dari jalur Abul Warqa’ Fa’id bin Abdur Rahman dan dia adalah seorang yang ditinggalkan haditsnya dan seorang yang tertuduh berdusta. Namun banyak hadits-hadits shohih yang bersangkutan  dengan hal ini diataranya:
عن عبد الله ابن عمر رضي الله عنهما قال كان تحتي امرأة أحبها وكان عمر يكرهها فقال لي طلقها فأبيت فأتى عمر رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكر ذلك له فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم طلقها
Dari Abdullah bin Umar berkata, “Saya mempunyai seorang istri yang saya cintai, namun Umar membencinya, dan dia mengatakan kepadaku, ‘Ceraikan dia.’ Sayapun enggan untuk menceraikannya. Maka, Umar datang kepada Rasulullah lalu menyebutkan kejadian itu, maka Rasulullah berkata kepadaku, ‘Ceraikanlah dia.’” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dan beliau menshahikannya. Berkata Tirmidzi, “Hadits ini hasan shahih.”).
Hadits yang lain tentang anjuran berbakti kepadanya dan larangan durhaka kepadanya diantaranya :
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال جئت أبايعك على الهجرة وتركت أبوي يبكيان فقال ارجع إليهما فأضحكهما كما أبكيتهما
Dari Abdullah bin Amr berkata, “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah seraya berkata, ‘Saya datang demi berbaiat kepadamu untuk berhijrah, namun saya meninggalkan kedua orang tuaku menangis.’ Maka, Rasulullah bersabda, ‘Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau membuat keduanya menangis.’” (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih, lihat Shahih Targhib, 2481).
Sayangilah orang tua walaupun mereka suda lanjut usia, rawatlah sebagaimana mereka  merawat kita  disaat masi bayi dengan demikian insya Allah akan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi anak yang mendapat ridho Allah karena ridho Allah ada pada ridho ke dua orang tua. Tentunya setiap individual muslim ingin mencapai ridho Allah sebab kehidupan syurgawi bisa dicapai dengan ridhoNYA.

Dengan sadar dan dari lubuk hati yang paling dalam penulis kembali mengajak  kepada seluruh pembaca, teman-teman, mahasisiwa, baik yang kuliah di dalam negeri ataupun di luar negeri  untuk menjaga amanah dari orang tua. Tentunya sebagai mahasiswa/pelajar diberikan amanah oleh ibu/bapak untuk belajar bukan untuk  menyia-menyiakan waktu, hura-hura dan lain sebagainya.

Setelah membahas dari awal hingga akhir al-katib bisa menyimpulkan beberapa poin berikut:

ü  Mari menumbuhkan rasa mahabbah kepada kedua oran tua.
ü  Senantiasa menjadi anak yang sholeh (Mendoakan Mereka).
ü  Jikalau pernah berbuat salah kepada mereka, segeralah meminta maaf (Buat mereka bahagia, senyum dan sebagainya).
ü  Turutilah perintah mereka selama tidak melanggar Al-qura’an dan As-sunnah.
ü  Raihlah ridho Orang Tua.


Before penulis mengahiri ketukan jari pada artikel ini, izinkanlah penulis momohon maaf dengan sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya karena lidah penulis tak bertulang dan merupakan manusia biasa, bukan manusia maksum. Adapun urgensi artikel ini tiada lain hanya untuk mengajak berbakti kepada ibu/bapak yang jasa-jasanya takkan terbalaskan. WALLAHU A’lam.

اللهم اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وارحمهم كما ربوانا صغارا  ..........................
(Ya Allah Ampunilah Dosa-Dosa Kami, Dosa-Dosa kedua Orang Tua Kami dan Rahmatilah Mereka)

Senin, 16 Januari 2012

Kisah Nyata: Akhir hayat penggemar musik dan pencinta Al-Qur'an


Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.

Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. 

Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi. 
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. 
Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.
Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.
 Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.
Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.
Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.   
Tak ada gunanya…
Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.
Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening. 
Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.
Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.
Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.
Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.
* Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.
Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.
Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.

Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.
Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.
Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.
“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.
Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.
Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah  wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.  
Sampai di rumah sakit…
Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.
Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.
Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.

Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.
Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.
“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”.
Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…

Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…
Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…(Azzamul Qaadim, hal 36-42)


Sumber : [“Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]

MENGHAFAL AL-QURAN AlA MAROKO

Menghafal alqu’ran, saya yakin semua umat muslim ingin menghafal al-qu’an, sebab al-quran merupakan mukjizat penutup para nabi dan Rosul yaitu Nabi Muhammad SAW. Dan merupan petunjuk untuk umat muslim, dan untuk semua manusia, berbagai alasan  yang ada sehingga kebanyakan of the moslem hanya terucap dibibir namun sulit terlaksana.

Teringat suatu pepatah mengatakan bahwa “Cahayailah Rumahmu dengan Mendirikan Sholat dan Membaca Alquran’’.  Ada  yang mengatakan ini adalah hadits, namun sanadnya belum saya temukan.

Namun kali ini penulis tidak akan membahas tentang mukjizat dan keahziman Al-quran,  namun akan berbagi sedikit tentang teori  ataupun tata cara orang maroko dalam menghafal  The Holy Quran/ The Mukjizat of Allah SAW. Perlu diketahui bahwa telah ma’ruf serta masyhur bahwa semua Imam Masjid yang ada di maroko adalah Hafizh Al-quran, subhanallah walllahu akbar.

Tata Cara Menghafal di Darul Qur’an Maroko

1.       Lauh (الوح)

Lauh, jika membuka kamus bahasa arab makan akan berarti papan, atau jika membuka al-qur’an maka akan  didapatkan kata lauh yang bermaksud lauh mahfuzh. Namun kali ini lauh yang dimaksud adalah papan biasa yang lebar dan panjangnya sekitar  50 CM, papan ini digunakan para santri tahfihz quran Maroko untuk menulis sekitar 5-20 ayat/ yang bakal dihafal selama 24 jam.


Saat waktu pagi tibah para santri membuat lingkaran di hadapan syekh untuk didikte sartu persatu , lalu para santri tersebut berlomba-lomba menulis huruf demi huruf hingga kalimat di atas lauh (papan), mereka  meunlis ayat-ayat the holy quran dengan menggunakan tinta khusus dan beralatan pensil atau alat tulis yang terbuat dari bambu, jadi terlihat menggunakan alat tulis trasisional zaman tempo dulu sebelum ada pulpen. Berikut gambar saat penulis  nyantri dan sempat memotret di Darul quran fes :

Setelah beberapa ayat berhasil menghiasi papan tersebut maka mulai jam 8 pagi, mereka berlomba-lomba menghafal apa yang telah tertulis hingga sore hari mereka harus menyetor hafalan kepada syekh tahafiz, namun sebelumya setiapa ba’da sholat shubuh dan Ashar mereka diwajibkan murajaah secara berjamaah  dalam kurung waktu 15 menit.

Darul quran  di Maroko, suatu kebanggaan yang patut saya haturkan sebgai umat muslim sebab semua darul quran tak dipungut biaya  sama sekali bahkan makan, tempat tiggal semua ditanggung oleh darul quran, dan bukan hanya itu bahkan perkuliahan yang ada di Kampus Negeri Maroko tak dipungut biaya serta mayoritas mahasiswa mendapatkan beassiwa.
Setelah star menghaafal ayat-ayat suci al-quran dari jam 8 pagi hingga sore hari tepatnya jam 10 malam maka instruksipun untuk istirahat dilontarkan oleh syekh, bertanda bahwa Now semuanya harus tidur.

Setelah mereka terbangun lagi tepatnya jam 5 shubuh, mereka pun harus bersegera mengambil  air wudhu dan melaksakan Ibadah sholat shubuh secara berjamaah di masjid, seperti biasa ba’da shubuh jadwal murajaah secara berjamaah pun harus dilaksanakan (15 Menit).  Musim dingin yang menyelimuti  para santri tak terhiraukan karena musim dingin ataupun musim panas sudah menjadi hal biasa bagi mereka namun penulis sendiri  merasakan dingin ini sebgai tantangan dalam menyelesaian study dengan secepatnya .


Kegiatan demi kegaitan telah dilakukan di waktu pagi tentunya apa yang telah tertulis  kemarin di atas  lauh sudah dihafal oleh santri tersebut, Nah sekarang saatnya mereka mengganti dan melanjutkan ayat yang bakal dihafalnya. Waduh ternyata mereka punya cara tersendiri dalam menhapus ayat-ayat tersebut, dengan cara membasahi lauh tersebut lalu kemudian dilap dengan kain dan sebagai proses terahir adalah pengeringan berhubung sekarang musim dingin maka merekapun mengeringkan lauh tersebut dengan alat kompor. Ada hal yang menarik yang mungkin pembaca dapat mengambil ibroh, yaitu para santri disini tanpa pandang umur mulai dari anak-anak yang berumus 5 tahun hingga dewasa 25 tahun semuanya semagat menhafal the holy quran of Allah SWT. Pehatikan kedua anak kecil di atas

2.       Thoriqoh Tikror
Toriqoh, dalam bahasa arab bisa berarti jalan, dan bisa juga diartikan sebagai cara. Sedangkan tikror adalah pengulangan. Jadi jika dua kata ini digabungkan maka akan bermakna tata cara mengulagi.
Thoriqoh tikrar adalah salah satu cara dimana para santri hafizh quran mengulangi ayat-ayat al-quran yang telah dihafal dengan cara berhadapan yang dilakukan oleh dua orang atau santri, dengan lantunan ayat –alquran mereka membaca berdua pada ayat dan surah yang sama serta bersamaan. Cara ini sangat bermamfaat bagi santri sebab jika salah satu diantara mereka ada yang lupa maka akan diingatkan oleh santri yang sedang ada dihadapannya, dengan demikian murajaah/tikrarpun akan terus berlanjut.

Kegiatan demi kegiatan, waktu terus berputar bagaikan roda tak terhenti, maka para santri yang telah khatam dalam jangka waktu 1-2 tahun, maka diahir tahun  (Juli) akan dilaksanakan acara khataman , yang  biasanya dihadiri para ulama dan para huffahz Maroko.Berikut foto penulis saat menghadiri acara khataman quran :


Itulah sebabnya hafalan orang maroko sangat kuat karena mereka menghafal al-quran dengan menggunakan lauh sedangkan orang Indonesia kebanyakan menghafal dengan menggunakan mushaf dan berdasarkan letak ayat dalam mushaf. Mudah-mudahan kedepan umat muslimin berlomba-lomba dalam menhafal al-quran, mukjizat Nabi Muhammad SAW. Semoga bermamfaat.
 
Fes, Maroko Afrika Utara

Sukmahadi.

Kamis, 12 Januari 2012

Wisata Maroko : Objek Wiasta Maroko

Negeri-negeri di semenanjung Afrika Utara kerap disebut negeri-negeri Maghribi. Sebutan ini kian populer karena tempat-tempatnya yang selalu mengundang daya tarik wisatawan. Lihat saja, Mesir. Negeri Piramid ini hingga kini menjadi objek wisata favorit wisatawan mancanegara. Banyak yang menilai negeri di kawasan Maghribi dianggap menarik karena letak geografisnya yang sangat dekat dengan benua Eropa dan Asia. Perpaduan budaya pun menjadi ciri khas negeri-negeri ini, dengan ciri khas utama budaya Islam.
Maroko sebuah negara di belahan utara Afrika, terletak beberapa kilometer dari benua Eropa (tepat di bawah Spanyol yang terpisahkan oleh selat Gibraltar) yang memiliki seribu pesona sehingga banyak dikunjungi para wisatawan asing. Saking indahnya, objek wisata di Maroko bertebaran di mana-mana. Yang paling terkenal adalah Casablanca.

Seperti diberitakan situs alarabiya.net bahwa kota Marrakesh, Maroko kini berubah menjadi tempat liburan bagi artis dunia selama waktu liburan akhir tahun dan untuk menghabiskan waktu akhir pekan.
Dalam artikel yang diterbitkan hari jumat, 23 Desember 2011, mengatakan bahwa para wisatawan di “kota merah” sebutan lain dari Marrakech selama waktu liburan akhir tahun diantaranya tokoh politik, budayawan, seniman dan olahragawan dari Barat dan Timur, telah memilih kota Marakesh, sebagai tujuan untuk liburan akhir tahun.

Banyaknya pengunjung wisatawan asing di Marrakech ini bisa diketahui dari banyaknya pesawat (Jet) swasta  asing yang mendarat di Menara International Airport, Marrakech yang dipakai selebriti dunia ke tempat tujuan pilihan mereka.
Abdel Latif Abu Risha, yang bertanggung jawab sebagai Dewan Komunikasi Pariwisata Daerah, bahwa masuknya sekelompok selebriti dan tokoh-tokoh internasional di kota merah, bukan merupakan fenomena baru, tetapi sudah dimulai sejak tahun 1997, yang merupakan hasil dari pancaran “pariwisata, daya tarik alam, perkotaan dan kesederhanaan serta keramah-tamahan orang-orangnya, di samping struktur pariwisata, infrastruktur yang ditingkatkan tahun ini dengan tujuh hotel baru standar pariwisata internasional. “
Dia menunjukkan bahwa proyek-proyek yang diperbarui untuk tahun 2011, memberikan kontribusi yang penting  dengan meningkatkan kapasitas hotel yang disediakan oleh sekitar 700 Rumah sewa dan 140 hotel.
Dewan Pariwisata Daerah  mengatakan bahwa jumlah pendatang ke kota Marrakech, di liburan akhir Tahun Baru, sekitar 1.000. 600 pengunjung. 

Dikutip dari situs “Elaph” website bahwa bintang tim Barcelona dan Real Madrid datang ke Maroko untuk mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2011, diharapkan menjadikan kota Marakesh, yang mulai persiapan sejak awal, meningkatkan standar pengaturan keamanan untuk tamu besar dari selebriti dunia, sementara itu Hotel-hotel telah menyediakan semua kebutuhan pengunjung, dan menyiapkan malam artistik seni khusus untuk pengunjung.

Di antara bintang sepakbola paling menonjol di liga Spanyol, yang diharapkan untuk menghadiri ke “kota merah”, Karim Benzema (Real Madrid), Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez Chris, yang dikenal sebagai Xavi, (Barcelona), dan Perancis pemain Thierry Henry, Nicolas Anelka.
Termasuk daftar tamu istimewa dari Perancis  keturunan Slovakia, Adriana Krmbo (Duta Besar Kecantikan dari Palang Merah), dan mantan presiden Bank Dunia, Dominique Strauss-Kahn dan istrinya, dan mantan presiden Perancis , Jacques Chirac dan istrinya.

Sedangkan Carla Bruni-Sarkozy, istri Presiden Prancis, ditemani oleh putrinya Julia, sejak Sabtu lalu, telah berkunjung khusus ke ibu kota wisata Maroko ini. Hal ini diharapkan akan diikuti oleh Nicolas Sarkozy, pada hari-hari ke depan, untuk melanjutkan dengan liburan akhir tahun bersama-sama.
Hal yang sama juga telah diikuti oleh Putri Christina Raja Spanyol, Juan Carlos, bahwa yang telah berhari-hari berada di kota Marakesh.

Bukan cuman  kota Marrakesh, bahkan di Negeri terbenamnya Matahari ini, terdapt Universitas tertua di dunia, yaitu universitas qurawiyyin, yang terdapat di kota Fes, dan kota ini merupakan Ibu kota Imu pengetahuan sedang kota Casablanca merupakan Ibu kota Perdagangan. Kota Fes, jika musim dingin tiba maka salju akan mewarnai kota ini, letak di kota ifron, 25 menit dari pusat kota fes, serta banyak lagi kota wisata lainnya.

Oukaimeden
Terletak di Pegunungan Atlas, sekitar 150 km dari Marrakech , dekat pegunungan tertinggi di Maroko Jebel Toubkal .tempat  Ini adalah salah satu resor ski terkemuka di Afrika. Ski Pusat Oukaimeden terletak di ketinggian 2600 - 3200 dpa. Waktu yang tepat untuk bermain ski di sini adalah selama bulan Januari dan Februari, karena pada waktu salju tebal sedang menyelimuti seluruh permukaan di Oukaimden. Sedangkan  di musim panas Oukaimeden berubah menjadi tempat yang populer bagi pemanjat tebing dan gunung.


Casablanca adalah kota terbesar di Maroko, terletak diantara Fez dan Marrakech, yang merupakan pusat perekonomian, industri dan keuangan. Meski merupakan kota modern, pemandangan indah dengan bangunan tua bergaya paduan antara seni islam Andalusia dan Modern masih sangat terawat dan dapat dengan mudah kita lihat hampir di setiap ruas jalan Casablanca. Beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi di kota Casablanca adalah The Hassan II Mosque, Old Medina dan Quartier des Habous.

GurunSahara
 Maroko adalah negara Afrika Utara yang kebetulan menguasai sebagian area gurun sahara di Afrika. Kawasan Zagora, Foum Zquid, dan Erfoud adalah tiga kawasan yang sering dikunjungi wisatawan untuk jalan-jalan di gurun pasir. Namun Zagora lah yang paling terkenal. Berlokasi di Lembah Draa, membuat Zagora strategis untuk memulai perjalanan di gurun pasir. Penyewaan unta pun banyak tersedia di sini. Sedangkan Foum Zquid adalah kawasan padang pasir yang banyak ditanami pohon palem. Sementara Erfourd dikenal sebagai kawasan padang pasir yang memilki oase luas dan indah.

Ait Ben Haddou adalah sebuah kota benteng kuno di Maroko. Terletak di bagian tengah dari negara di wilayah Souss - Massa - Draâ, dekat kota Ouarzazete. Ait Ben Haddou terdiri dari sekelompok bangunan tanah dikelilingi oleh tembok tinggi. Sudut-sudut dinding setinggi 4 m. Sejak 1987, kota benteng kuno Aït Ben Haddou terdaftar pada Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Sumber: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/12/28/marrakech-tempat-berlibur-selebriti-dunia/

NB: Jika ingin berwisata ke Maroko maka jangan segan-segan mengontak kami.di Emai: afikrihaditomandar@yahoo.com 

Hidup dan Filosofi Bola

Dalam kesempatan sebuah seminar, satu pertanyan menarik pernah dilontarkan oleh Kamaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidatullah Jakarta) kepada para audien, mengapa para pemain bola ketika sedang bermain tidak pernah menggunakan handphone untuk menghubungi orang lain atau bermain-main dengan Short Message Service (SMS)? Mereka justru  begitu bersemangat bekerja sama, berlari mengejar bola, membawa, mengoper atau menerima bola lalu mengarahkan dan menggiringnya ke jala lawan. Sang Penjaga gawang sekalipun meski bola jauh dari area pertahanannya, tetap fokus memperhatikan ke arah mana bola dibawa oleh para pemain. Semua ini mereka lakukan hanya semata untuk meraih prestasi terbaik dalam profesi mereka.

Mendengar pertanyaan seperti ini peserta seminar hanya terdiam, lalu Kamaruddin menjawab sendiri pertanyaannya, bahwa semua itu terjadi disebabkan “waktu terbatas”. Menurutnya jika permainan bola itu waktunya lama misalnya sampai dua hari, mungkin ada pemain yang santai, bermain-main SMS atau melakukan hal lainnya.  

Keterbatasan waktu membuat mereka berlomba-lomba membuat prestasi, apalagi jika permainan sudah memasuki injury time, permainan tambah seru. Kedua klub yang bertanding meningkatkan pola permainannya baik menyerang maupun bertahan, seakan-akan tidak ingin kehilangan waktu meski satu detik. Mereka memiliki keyakinan dengan melihat sejumlah fakta di lapangan, bahwa tidak jarang terjadi gol (prestasi) justru di saat-saat menjelang akhir pertandingan (injury time).

Filosofi permainan bola seperti digambarkan di atas tidak jauh berbeda dengan drama kehidupan anak manusia. Jika kesadaran manusia tumbuh bahwa hidup ini begitu singkat dan waktu yang diberikan Tuhan sangat terbatas, maka tidak ada manusia yang mencoba-coba menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan.  Akan tetapi, masih banyak manusia yang tidak menyadari hal ini, sehingga kehidupan mereka tampak santai, tidak berbuat banyak untuk kemaslahatan dan begitu banyak waktu yang terbuang hanya untuk pekerjaan yang tidak bermanfaat.  

Tokoh Spiderman dari Prancis yang sukses menaklukkan gedung pencakar langit tertinggi di Dubai ditanya oleh wartawan, apakah dia tidak takut jatuh lalu meninggal? Dia menjawab bahwa  ia tidak pernah merasa takut dengan menaiki gedung-gedung tinggi tersebut. Namun menurut pengakuannya yang paling ditakutinya dalam hidup adalah ketika waktu terbuang sia-sia dalam kehidupannya.

Hari Jumat 18 Maret 2011, Jepang digoncang oleh gempa tektonik berkekuatan 8,9 scala richter. Banyak bangunan yang rubuh dan porak poranda akibat gempa. Beberapa saat setelah  gempa, gelombang tsunami pun menerjang menyapu daratan Jepang, meluluh lantakkan semua bangunan yang diterjang oleh gelombang dahsyat tersebut. Musibah ini menyebabkan tidak kurang dari sepuluh ribu  jiwa melayang, dan puluhan ribu lainnya hilang.

Akibatnya banyak masyarakat kelaparan, kehilangan tempat tinggal, kekurangan air bersih, pakaian dan selimut. Meski sudah mengalami nasib tragis seperti itu, tampaknya badai bencana belum berakhir. Dua hari kemudian, dua reaktor nuklir pembangkit listrik meledak dan ini mengakibatkan timbulnya radiasi yang sangat membahayakan kehidupan.

Uniknya, menurut laporan yang dapat dipercaya, meski mengalami kondisi seperti itu, tidak pernah sekalipun terjadi penjarahan di kota di mana musibah tersebut terjadi. Toko-toko/kedai tetap buka bahkan pemiliknya  menurunkan harga di bawah harga standar. Demikian pula, meski mereka kelaparan, kekurangan makanan, air bersih, selimut dan tempat tinggal, mereka dengan sabar dan antri berdiri satu persatu di dalam sebuah barisan yang begitu rapi hanya untuk mendapatkan jatah makanan dan air bersih dan selimut dari para petugas dan relawan yang datang. Bahkan pemerintah Jepang sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah media baik asing maupun dalam negeri, berjanji tidak akan mengurangi atau menghapuskan bantuannya ke Indonesia meski mereka pun sedang berada dalam kesulitan.

Sebagian relawan yang datang ke sana menanyakan, apa gerangan yang menyebabkan orang Jepang memiliki komitmen dengan prinsip kehidupan seperti itu. Mereka menjawab; ”waktu terbatas.” Mereka  belajar kehidupan dari filosofi bunga Sakura, bunga yang hanya hidup sekali dalam satu tahun yaitu seminggu selama bulan April. Akan tetapi, di saat bunga Sakura merekah selama seminggu itu, orang-orang senang melihat, mendekat dan menciumnya. Bunga Sakura memberikan rona-rona keindahan bagi yang melihatnya, menaburkan kesejukan bagi yang mendekatinya dan menebarkan aroma indah bagi yang menciumnya. Bunga Sakura mewarnai falsafah hidup orang Jepang, meski hidup bunga Sakura singkat   tetapi selalu memberikan yang baik dan terbaik kepada orang lain. Falsafah Sakura inilah yang tercermin dalam kehidupan mereka. Karena sadar hidup tidak lama, maka tiada waktu yang terlewat kecuali untuk berkarya berbuat kebaikan dan membangun peradaban.

Kenyataan semacam ini justru sangat kontras dan jauh berbeda dengan kondisi bangsa Indonesia. Ketika perut sudah tidak dapat dikendalikan lagi, maka  penjarahan pun terjadi. Setiap ada kegiatan pembagian sembako atau pembagian zakat dari orang kaya, biasanya juga terdengar adanya korban akibat berebut dan  terinjak-injak ketiga mengambil jatah sembako. Ketika masyarakat mengalami musibah akibat bencana alam, para pemilik toko/kedai memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Akibatnya harga-harga juga merangkak naik.

Pandangan Islam

Karena waktu terbatas, maka Islam mengajarkan kepada manusia untuk menghargai waktu yang Tuhan berikan dalam kehidupan. Agama menyuruh kita untuk mengisi waktu dengan etos kerja yang bermanfaat (amal saleh). Dalam Islam setiap manusia diberikan kebebasan untuk berusaha dan bekerja sebaik-baiknya untuk kepentingan kehidupan baik secara individu maupun masyarakat (jemaah). Tetapi di samping menekankan hak dan kebebasan individu, Islam juga sangat mementingkan semangat kebersamaan, karena itu setiap individu harus mengeola kegiatan-kegiatan kehidupannya atas semangat kebersamaan, dan tolong-menolong. Islam tidak menyukai semangat kompetensi yang tidak sehat dan tidak bermartabat.

Muslim yang baik dan sadar dengan kehidupan yang waktunya sangat terbatas ini tidak akan menanamkan semangat pertarungan bebas dengan mengorbankan kebersamaan. Sebaliknya dia akan memegang teguh prinsip kehidupan seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin kerja sama, tolong-menolong, kasih sayang dan peduli sebagai sebuah cara menjadikan kehidupan agar lebih berperadaban.

Fes, Maroko, Afrika Utara, Januari 2012

Sukmahadi (Mahasiswa  Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko)

Minggu, 08 Januari 2012

Hukum Wanita Belajar di Luar Negeri / Ustadz Menjawab


Aslmkm
saya mira dari jawa tengah, saya bingung panggil antum apa? ustad kali ya yang lebih pantas...
ustad saya mau tanya? hukum seorang muslimah yang belum menikah belajar keluar negri gimana?
saya punya mimpi seperti ustad dulu..mimpi saya saya bisa melanjutkan S2 saya di Luar negeri. tapi saya masih bingung, apakah syariat membolehkan saya pergi keluar negri untuk menuntut ilmu...kalopun saya menunggu menikah terlebih dahulu, belum tentu saya di ijinkan sama suami saya, jika diijinkan pun belum tentu saya bisa hidup jauh dengan suami saya dalam waktu yang lama. mohon jawabannya. syukron Jazakallah
Wassalam

waalaikum Wr.Wb. Terima kasih atas pertanyaannya.   Saudari mira yang dirahmati Allah SWT...mahon maaf atas keterlambatan jawabannya, setelah saya  cari  dalam hadits dan al-qur,an , serta bertanya ke berbagai sumber di Maroko, satu jawaban mereka dan sayapun sepakat yaitu berwara,lah (berhati-hatilah), dan mereka mengatakan lebih afdhol dan lebih baik jangan menuntut ilmu ke luar negeri tanpa ada muhrim atau alangkah baiknya menikahlah dulu lalu suaminya ikut ke luar negeri, dan jika tidak bisa maka lebih baik menuntut ilmu di Negeri sendiri saja. dan para Ulama arab saudi sudah  sepakat tidak memperbolehkan wanita menuntut ilmu tanpa muhrim, oleh karena itu arab saudi tidak membuka beasiswa untuk mahasiswi. Dalil: Seorang wanita yang hendak pergi ke luar negeri hendaklah ditemani mahromnya.

Ini syarat yang mesti diperhatikan sebagaiman disebutkan dalam hadits,

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ ، وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ » . فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِى جَيْشِ كَذَا وَكَذَا ، وَامْرَأَتِى تُرِيدُ الْحَجَّ . فَقَالَ « اخْرُجْ مَعَهَا »

“Tidak boleh seorang wanita bersafar kecuali bersama mahromnya. Tidak boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” Kemudian ada seseorang yang berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin keluar mengikuti peperangan ini dan itu. Namun istriku ingin berhaji.” Beliau bersabda, “Lebih baik engkau berhaji bersama istrimu.” (Diriwayatkan oleh Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma).
mohon maaf hanya ini yang bisa saya jawab....

Mira:
Assalamu'alaikum Wr.Wb
iya tidak apa2....sudah mau jawab pertannyaan saya juga, saya sudah senang...Syukron Jazakallah atas ilmunya...
Iya sayapun tidak akan melaksanakannya jika memang itu melanggar syariat..
karena akan percuma saja...takut tidk barokah nantinya...
Wasslm

NB: Pertanyataannya Melalui Email lalu kemudain dimasukkan Ke Blog. Mudah-mudahan bermamfaat.
Jika anda mengalami masalah maka cantumkanlah pertanyaan di bagian ini  atau melalui email: afikrihaditomandar@yahoo.com maka akan dijawab insya Allah.

WANITA IDAMAN IKHWAN

Ikhwan, akhwat yang sedang mencari pendamping hidup bacalah uraian berikut…malu bertanya sesat di jalan …..
Ikhwan, jika kalimat ikhwan dicerna  dari segi bahasa arab maka akan berarti lelaki, namun Negara kita Indonesia merupakan Negara yang mempunyai bahasa resmi yaitu bahasa Indonesia, olehnya itu jika masyarakat mendengar kata ikhwan itu berarti sangat erat kaitannya dengan agama islam, dengan demikian, pengertian ikhwan adalah lelaki yang senantiasa taat menjalankan Agama Allah, syariat islam, dan melaksanakan perintah Allah serta menjauhi laranganNYA.

Ikhwan yang bersipat insani tentunya mengidam-idamkan wanita, yang bakal memperkokoh keimanan kepada Allah SWT,  seiring berkerbangnya roda era globalisasi maka tentunya untuk menemukan wanita yang benar-benar sholehah mungkin sudah sangat sulit atau jarang.
Ya, wanita sholehah, sebab telah ma,ruf  bahwa sungguh mulia wanita yang sholihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan umat. Para ikhwan yang cerdas bakal memikirkan masa depan bukan dari segi dzohir saja namun akan berpikir juga masa depan dunia dan akhirat dengan memilih wanita sholehah maka akan melahirkan anak sholeh yang akan berbakti, mendoakan orang tua jika sudah berpindah ke pangkuan ilahi. Nah,,,,,,sekrang timbul pertanyaan, seperti apakah wanitah sholehah itu…….?
Pengertian Wanita Sholihah

Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah". (HR. Muslim). Wanita sholihah adalah wanita yang bertaqwa, yaitu yang taat pada Alloh dan RosulNya. Wanita yang bertaqwa adalah selalu melaksakan segala perintah Alloh dan RasulNya dan menjauh diri dari segala hal yang dilarang oleh Alloh dan RasulNya. Jadi sholihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah, baik sebagai seorang anak, seorang istri, anggota masyarakat, dll.

Jika wanita sholihah ada di belakang para lelaki mukmin di dunia ini, maka kita akan melihat kebangkitan dunia Islam untuk mampu memimpin dunia, seperti baginda Rosul di belakang beliau terdapat wanita sholehah ummul mukminin Khadijah Radhiyallahu anha.
Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.
Wanita sholihah akan selalu berusaha melaksanakan syariat Islam dengan sepenuh kekuatan imannya. Dia akan mendekatkan diri kepada Alloh (taqorrub ilalloh) dengan memperbanyak ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah, menghiasai dirinya dengan akhlaqul karimah, bergaul dengan sesama manusia dengan muamalah yang sesuai syariat Islam, serta selalu memelihara diri agar tidak berbuat maksiyat (perbuatan yang dilarang Alloh dan RosulNya).
                            

Kriteria Wanita Sholihah

Wanita sholihah menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Ia mampu memelihara rasa malu sehingga segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Wanita sholihah terlihat dari perbuatannya selalu berusaha sesuai dengan syariat Islam, yaitu sesuai Al Qur’an dan hadits nabi. Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita sholihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya dan menutup auratnya.

“……….. maka wanita sholihah ialah yang taat kepada Alloh serta memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karena Alloh telah memelihara (mereka) …………” [QS. An-Nisa’: 34]
Wanita sholihah akan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya,

 Wanita sholehah adalah wanita yang mampu memelihara rasa malu, malu kepada Allah jika melanggar  aturan-aturan Allah dalam Al-qur’an terutama saat ini seakan akan manusia selalu mengejar model pakaian tanpa menghiraukan apakah modelnya sudah sesauai dengan syariat islam atau tidak. Wahai saudari-saudariku yang cantik, yang manis, malulah kedapa Allah dan jangan mempermalukan dirimu sendiri atau mendzolimi diri sendiri, jika sudah paham bahwa menutup aurat, taat kepada suami, orang tua  maka jangan perna merasa malu untuk melaksanakannya sebab itu jalan menuju syurga Allah SWT.
Banyak wanita bisa menjadi sukses, tetapi tidak semua bisa menjadi sholihah, bahkan wanita bisa menjadi fitnah terbesar bagi kaum laki-laki, yang membuat laki laki semakin menjauh dari Alloh dan menyeret mereka ke jurang neraka jahannam, na'u dzubillahi min dzaaliik. Begitu pula dengan sebaliknya banyak lelaki yang bisa sukses tetapi tidak semua bisa menjadi lelaki sholeh.

Sekarang para ikhwan,  jika ingin memilih wanita untuk dijadikan sebagai pasangan hidup makan pilihlah sesuai dengan wasiat Rosulullah dalam sabdanya:
Rosululloh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam berwasiat untuk memilih wanita yang memilki dien (agama) yang baik sebagai ukuran kesholihan seorang wanita. Bukan kecantikan, kedudukan, atau hartanya.

Wahai para Ikwan ataupun akhwat ketahuilah bahwa wanita yang menjadi idaman seorang ikhwan adalah, wanita yang berkrititeri seperti berikut:
 Dari Abu Huroiroh Rhodiyalloohu ‘Anhu bahwa Rosululloh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan karena dien (agama)-nya. Maka pilihlah yang memiliki dien (Agama) maka engkau akan beruntung.” [HR. Bukhori dan Muslim]

Nah….bagi iknwan yang sedang dalam pencarian pasangan hidup tidak usa bimbang, bingung, mau jadi orang yang beruntung………?pilihlah seperti yang diwasiatkan Rosulullah di atas, insya Allah itulah yang terbaik.
Dan bagi Akhwat yang disayangi oleh Allah mau jadi wanita pilihan para Ikhwan maka peliharalah, hiasilah kehidupanmu dengan Syariat Islam senantiasalah Istiqomah menjalankan Agama Allah jangan risau soal jodoh sebab semuanya sudah ditentukan oleh Sang Maha Pecipta, dan jangan terbawah arus model-model kehidupan yang tidak termaktub dalam syariat. 

Ketahuilah bahwa Ikhwan sangat menyukai wanita sholehah, bersipat penyayang, perhatian, lemah lembut, cantik, tidak pemarah, dan tentunya memakai jilbab yang syar’i.
Sungguh mulia wanita yang sholihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan umat.
Sebelum penulis mengahiri goresan ini sebuah tetesan tinta dari Negeri Seribu Benteng  Maroko, mohon maaf jika terdapat kesalahan. Tak ada ada niat lain melainkan hanya untuk saling mengingatkan, semoga bermamfaat.Wallahu  A’lamu  Bishowab.

Berkat Allah SWT tulisan ini berhasil  dipublikasikan juga oleh www.Republika.co.id :
Klik: http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/12/01/12/lxocsx-wanita-idaman-ikhwan

dan dimuat pula di situs dakwatuna.com klik: http://www.dakwatuna.com/2012/01/18333/wanita-idaman-ikhwan/
semuanya berkat Allah SWT.


By SUKMAHADI (Mahasiswa Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko, Afrika).











Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More